Sejak kecil kami tumbuh bersama. Ulang tahun di hari yang sama. Mengenal kesukaan dan hal yang dibenci satu sama lain. Hubungan tidak sedarah yang seperti sedarah.
Aku tidak berpikir memiliki perasaan khusus saat bersamanya. Tapi sebuah kejadian ya...
Part ini bakalan panjang ya gaes. Dan di akhir, kalian pasti panas dingin. Sampe keringetan sendiri gua berimajinasi. Semoga suka >,<
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PREVIEW CH. 19 :
"Saat aku tahu pernikahan ini merugikanmu..." pikirankujustru melenceng semakin jauh. "Sebanyak apa pun aku memikirkannya, yangterjadi aku semakin kehilangan keberanian untuk melepasmu."
"Maaf... karena harus menarik Sunbae pada situasi rumit ini."
"Kalau begitu jangan melepasnya. Kau harus terusmenggenggamnya seperti ini."
.
"Bocah kecil juga tahu kalau yang kemarin itu bukan ciuman. Kita hanya menempelkan bibir tanp-" HUP! So Eun membekap mulut bar-barnya.
Malam semakin larut. Lampu utama telah padam sejak satu jam yang lalu. Keadaan di luar kamar juga senyap. Semua orang beristirahat di kamar masing-masing, pun dengan Kyuhyun dan So Eun yang berbaring mengadu punggung di ranjang.
Kyuhyun belum tidur meski nafasnya tenang. Pria itu sekedar memejamkan mata, menunggu pergerakan di belakang sana senyap. Bukan maksud lain, ia hanya ingin membuat So Eun nyaman dengan bersandiwara tidur lebih dulu. Kyuhyun tahu, So Eun canggung. Semakin parah sejak ia mengungkit kejadian bathrobe karena ingin minta maaf.
Perlahan pantatnya diangkat, berupaya memutar arah tanpa menimbulkan guncangan berarti pada ranjang hingga posisinya beralih menghadap punggung So Eun. Ritme nafasnya tenang sejak setengah jam lalu, menandakan remaja itu berhasil mendarat di alam mimpi.
Tidak ada hal berarti yang dilakukan, Kyuhyun hanya menatap punggungnya cukup lama. Nyaris sepuluh menit saat ia hendak berpaling, So Eun menggeliat membawa badan kecil yang tertelan selimut itu ke arah sebaliknya. Memeluk satu dari dua guling pembatas yang terpasang. Kyuhyun urung bertolak, justru menjadikan satu lengannya sebagai bantal. Memaku biji mata pada paras So Eun, mengamati tiap jengkal lekuk wajahnya dalam jarak dekat.
Alis medium, bulu mata lentik, hidung setengah tinggi, dan bibir cherry, keseluruhan membentuk kesatuan di atas kulit putihnya. Kim So Eun telah tumbuh menjadi remaja gadis yang cantik. Terlambat menyadari, tapi Kyuhyun memahami kemauan hatinya yang mulai menyimpan persepsi berbeda.
Rasa tertarik yang ia akui berbeda dari perasaan sakral sejenis cinta antara pria dan wanita. Belum sepadan. Belum sedalam itu.
Kyuhyun menyayangi So Eun. Ia benci melihat gadis itu menangis. Mengutuk semua orang yang menyakitinya. Tapi rasa yang menggerakkan akal untuk bersedia menikahi So Eun masih jauh dari kata 'cinta'. Begitu ia rasa.