65. Get Married [END]

292 32 14
                                        

*** h a p p y r e a d i n g ***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*** h a p p y r e a d i n g ***

.

.

.

Mentari siang menyorot tajam dari balik kaca bening yang membingkai lantai tertinggi gedung Cho Corps. Langit tampak bersih tanpa awan, membentang biru layaknya kanvas tak bertanda. Namun, di tengah silau yang memantul dari jendela besar itu, Kyuhyun duduk dalam diam.

Bersandar tenang di kursi kerja, tubuhnya nyaris tak bergerak. Kedua tangan bertaut, menopang dagu yang menunduk pelan. Di hadapannya, layar laptop menyala tenang, tapi sudah lebih dari sepuluh menit ia tak menyentuh apa pun di sana.

Bukan angka laporan yang sedang ditelaah, melainkan satu foto yang terpampang jelas menampilkan tangkapan dekor ruang, hasil kiriman dari seseorang yang kini tengah menunggu reaksinya dengan jengkel di seberang waktu.

Dan ketika dering panjang ponsel menyela keheningan, Kyuhyun akhirnya mengerjap. Sekilas matanya melirik nama di layar. Tanpa buru-buru, ia meraih perangkat tersebut dan menekan tombol terima.

"Bagaimana?!" Suara di ujung telepon langsung menyergap. Terdengar kesal, cemas, dan setengah frustasi. "Kau suka?" Menuntut jawaban saat itu juga.

Kyuhyun terdiam sejenak. Tarikan nafasnya terdengar lewat sambungan. "Hmm..." Gumamnya datar. Memberikan penilaian pada potret yang dikirimkan. "Kurasa... ada yang salah."

"Apa?! Cepat katakan yang jelas!" Suaranya naik satu tingkat lebih tinggi. Tak sabaran.

Kyuhyun mengusap wajahnya. Menghela nafas lagi. "Singkirkan semua meja itu. Lampu gantungnya juga. Terlalu ramai. Dia tidak akan suka." Ia memijit pelipis. "Aku akan melakukannya dengan cara yang lebih natural."

Terdengar embusan nafas panjang dan berat dari lawan bicara. "Kenapa tidak bilang sejak awal, Cho?!"

"Aku baru sadar setelah melihat layout-nya." Sahut Kyuhyun santai, nyaris seperti membela diri tanpa beban.

"Sialan kau!" Kyuhyun menjauhkan sejenak ponsel dari telinga saat orang di seberang sana berteriak mengumpat. "Jika tahu begini, untuk apa minta bantuan kami?! Kau bisa melakukannya sendiri, huh?!"

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. "Kau sendiri yang menawarkan diri waktu itu akan membantuku kapan saja. Lupa?"

Suara di telepon masih menggerutu, tapi kemudian ada gumaman di latar belakang, suara lain yang lebih tenang mengambil alih sambungan.

"Lee Donghae?"

"Aku di sini." Donghae menyahut. "Kau punya rencana lain?"

Kyuhyun bergumam membenarkan. "Aku akan urus sendiri. Tolong kosongkan tempatnya. Aku akan mengirim orang untuk membereskan sisa properti yang sudah terpasang."

TEEN MARRIAGE ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang