Sejak kecil kami tumbuh bersama. Ulang tahun di hari yang sama. Mengenal kesukaan dan hal yang dibenci satu sama lain. Hubungan tidak sedarah yang seperti sedarah.
Aku tidak berpikir memiliki perasaan khusus saat bersamanya. Tapi sebuah kejadian ya...
Selamat malam minggu! Seperti biasa dan sesuai janji bahwa minggu ini di akhir pekan seperti biasa aku bawain part terbaru Teen Marriage untuk menjawab pertanyaan kalian tentang teka-teki kecil yang nyempil di episode sebelumnya. Siapa tuh yang nelpon So Eun malam-malam? Akan terjawab di sini ya. Semoga kalian suka.
Happy Reading! Song : Wendy - Return
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***** r e t u r n *****
Musim panas, 26 Juni 2024.
Pusat Penahanan Remaja Gyeonggi
Langkah kakinya tersaruk sedikit pincang melewati pintu sambil menenteng tas hitam. Dua mobil terparkir menyambut namun bukan untuknya. Mobil-mobil itu milik keluarga tahanan lain yang bebas bersamanya.
"Min Hyuk-ssi, biar kuantar sampai jalan raya." Seorang pria lebih kurus darinya menawarkan tumpangan. Salah satu dari mobil di sana memang milik keluarganya.
"Tidak perlu." Tolaknya, terus berjalan menjauhi bangunan penjara.
Pria itu kalian ingat?
Kang Min Hyuk, mantan kekasih So Eun yang hari ini resmi dibebaskan setelah tiga belas bulan ditahan. Tidak ada sanak keluarga yang terlihat menjemputnya karena Min Hyuk dibesarkan di panti asuhan.
Sebelum masuk penjara, sebenarnya Min Hyuk memiliki orang tua angkat. Namun semenjak kejadian satu tahun yang lalu, lewat pengacara yang membantunya di persidangan, ia diberi tahu bahwa orang tua angkatnya telah menarik surat adopsi atas dirinya.
Ia marah? Tentu saja! Namun bukan pada keluarga yang sepuluh tahun membesarkannya. Min Hyuk menyimpan dendam pada satu-satunya orang yang terus ia ingat sejak malam pertama mendekam di jeruji besi. Langkah mantapnya meninggalkan penginapan dingin ini dengan satu tekad bulat.
Balas dendam.
Tidak ada cukup banyak informasi yang ia peroleh semasa kenal dulu. Maka, hari di mana ia dibebaskan, Min Hyuk berpikir untuk mendatangi Chungdam.
Bus yang ia tumpangi tiba di pusat kota nyaris larut malam. Itu menguntungkan. Langit pekat membantu menyamarkan wajah yang hanya tertutup tudung hoodie untuk mendekati sekolah dan mencari tahu informasi tentang Kim So Eun.
Langkahnya tertahan di depan halte bus usai menemukan telepon umum yang lengang. Terpikir sebuah ide di luar rangkaian rencana yang ia susun matang. Min Hyuk menekan kombinasi nomor yang sudah ia hafal dengan harapan gadis itu tidak mengganti nomor ponselnya.
Tersambung. Dengung panjang sempat membuatnya pesimis sebelum suara ringan seorang gadis menjawab dari seberang. Tersenyum miring, ia berpikir rencananya akan mudah ke depan sebelum menutup telepon sepihak.