46. First Night

364 38 7
                                        

Dari judulnya aja udah sangat menggambarkan pembukaan part kali ini akan seperti apa ya gaes. Untuk pengalaman membaca yang lebih nampol, boleh sambil dengerin lagu dari Zayn - Pillowtalk.

 Untuk pengalaman membaca yang lebih nampol, boleh sambil dengerin lagu dari Zayn  - Pillowtalk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

Guyuran air dari shower berjatuhan menyerupai jarum tipis yang lembut, beriringan dalam irama sunyi yang hanya terdengar oleh jiwa lelahnya. So Eun berdiri mematung di sana. Sudah sejak sepuluh menit. Membiarkan air pancuran jatuh bebas ke kepalanya, mengalir deras membasuh setiap helai rambut, seakan mencoba menghapus penat yang bersembunyi di balik pikiran sejak pembicaraan dengan Kyuhyun pagi tadi.

Begitu pula dengan rasa jijik yang terasa lengket, seolah berkerak di setiap inci tubuhnya -sebuah noda tak kasat mata yang enggan luruh meski dibasuh berulang kali.

Setengah jam berlalu, So Eun berdiri di depan vanities. Mengusap embun yang mengaburkan cermin hingga refleksi dirinya terpantul jelas. Tangannya menyingkap bagian atas bathrub, memperlihatkan kulit leher hingga dada yang memiliki bekas merah tua di sekitar payudara dan goresan mengering kebiruan di tulang selangka. Sebuah jejak tak terbantahkan dari perbuatan Kang Min Hyuk terukir jelas seperti luka yang enggan sembuh di lembaran hidupnya.

Jemari rampingnya menyentuh permukaan kulit yang masih basah, bergerak perlahan mengikuti pola garis yang tercetak di sana. Satu per satu, bersama potong ingatan mengenai kejadian itu dan obrolan terakhirnya dengan Kyuhyun yang berbaur.

"Kenapa kau harus mencintaiku?" Racaunya pada bayangan Kyuhyun yang muncul di cermin. Tepat di balik tubuhnya. "Kau seharusnya tidak menolak ketika aku meminta kita untuk berakhir." Ungkapan sesalnya pada keputusan Kyuhyun yang pergi begitu saja dengan amarah sebelum memberinya jawaban.

So Eun pun menolak beranjak dari kamar. Sepanjang hari ia hanya menangis di ranjang. Kyuhyun tak kembali ke sana. Entah pria itu ada di ruangan lain atau pergi keluar rumah. Hanya pelayan yang dua kali masuk untuk mengantar makanan dan obat namun tak digubris. So Eun terus menutup diri di ranjang hingga sore.

Tiba saat sinar senja menerobos lembut melalui celah tirai yang sedikit terbuka, memaksanya beranjak dari ranjang dan menghabiskan waktu di kamar mandi sejak sejam yang lalu.

Memutar keran wastafel, membiarkan air mengalir ke telapak tangannya sebelum disapukan ke wajah. So Eun kehilangan bayangan Kyuhyun di siraman pertama, seolah luruh bersama aliran itu.

Tangannya meraih salep dari lemari penyimpanan di sisi kanan, lalu dengan hati-hati mulai mengoles krim transparan itu ke setiap bekas di tubuhnya. Hana bilang ini akan membantu menyamarkan jejak menjijikkan itu dari sana meski reaksinya lamban.

Seminggu terakhir, So Eun berusaha sebaik mungkin bertahan, karena rutinitas ini terus membangkitkan kenangan yang tak ingin ia ingat. Namun, tampaknya hari ini adalah batas dari kewarasan yang selama ini ia genggam.

TEEN MARRIAGE ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang