64. Free

219 37 12
                                        

Selamat malam kepada seluruh reader-nim yang setia menunggu series ini maupun pembaca lama yang juga mengikuti series lain di lapak aku. Aku ucapkan terima kasih atas segala dukungan kalian sejak aku memulai aktif menulis di orange sampai sekarang yang sering ilang muncul kagak teratur. Mohon maaf juga kalau update sering nggak tepat jadwalnya. Tapi aku usahakan setiap minggu akan mencicil semua project yang masih berjalan.

Belakangan memang ada problem pada pekerjaan dan masalah kehidupan real yang menyita waktu jadi tidak kepegang atau hanya kepegang sebentar banget. Jadi beberapa minggu ke belakang, aku sering telat update.

Mohon maaf ya reader-nim. Setelah ini aku mungkin akan kembali mengubah habbit menulis karena perubahan di real life yang akan berdampak pada jam aktif aku di wattpad. Tapi tentu saja bakal lebih senggang karena perubahan ini akan lebih memberiku ruang untuk me time.

Udah ah curcolnya segitu aja wkwk.

Aku sarankan banget baca ini sambil dengerin lagu dari Kpop Demon Hunters - Rami ft Jinu - "Free"

****

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Usai menyelesaikan rangkaian pemeriksaan yang cukup menguras waktu dan emosional, Dami pun menutup catatannya lantas mengangguk pelan, seakan menyegel kepastian.

"Kondisi So Eun-ssi baik. Tidak ada masalah serius dengan kandungannya. Tapi untuk sementara, tidak ada hubungan fisik terlebih dulu." Pesan itu meluncur tenang dengan nada tegas, seperti garis batas tak kasatmata yang harus dihormati.

Kesimpulannya, hari itu So Eun diperbolehkan pulang.

Kyuhyun menggenggam tangan sang istri sepanjang perjalanan kembali ke rumah. So Eun merasakan tautan tangan itu memberinya keamanan, kenyamanan, seolah ingin menyampaikan berjuta syukur yang tak terucap. Hatinya berdesir hebat saat Kyuhyun dengan tenang mengarahkan punggung tangannya ke bibir, menekan di sana dalam tempo yang lambat.

Tiba di rumah, keduanya disambut kehangatan sederhana yang akrab. Yong Eun datang beberapa saat setelahnya, membawa serta senyum lembut dan semangat untuk menjaga So Eun sementara Kyuhyun harus kembali ke kantor. Pekerjaan yang sempat terbengkalai, kali ini menuntut perhatian.

Setelah memastikan So Eun nyaman di sofa ruang tengah dan mengantar ibunya ke dapur untuk memasak makan siang, Kyuhyun mencium puncak kepala istrinya lantas beranjak pergi. So Eun menatap lekat punggung tegap yang semakin jauh dengan secuil rasa kehilangan. Tak lama, suara debam pintu yang tertutup membuat rumah terasa sedikit lebih sunyi.

Meninggalkan jejak kepergian Kyuhyun, matanya bergulir ke arah jam dinding yang bergerak malas. Ia bangkit pelan, menyeret langkah menuju dapur. Di sana, Yong Eun tengah sibuk mengaduk sesuatu dalam panci besar.

TEEN MARRIAGE ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang