Sejak kecil kami tumbuh bersama. Ulang tahun di hari yang sama. Mengenal kesukaan dan hal yang dibenci satu sama lain. Hubungan tidak sedarah yang seperti sedarah.
Aku tidak berpikir memiliki perasaan khusus saat bersamanya. Tapi sebuah kejadian ya...
disclaimer: jangan salah paham dengan akhir dari part ini ya. situasinya masih menggantung. mari kita tunggu keputusan So Eun minggu depan ^^
Song : Minnie-Answer
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
Langit sore membentang redup di atas kampus Kyunghee, dan seolah diberkahi cuaca sempurna, hari itu jadi milik para lulusan. Landmark universitas yang ikonik--sebuah taman luas dengan rumput hijau terawat membentang dan barisan pohon sakura yang bermekaran di musim semi--dipenuhi lautan manusia. Wajah-wajah bahagia, jubah wisuda berkibar tertiup angin, dan sorak-sorai keluarga yang tak henti mengabadikan momen kebanggaan.
Di antara kerumunan itu, So Eun berdiri di puncak tangga batu yang mengarah ke dataran taman. Dress terusan warna tulang yang ia kenakan jatuh sopan di bawah lutut, ringan tertiup angin, sementara tangan kirinya menggenggam erat tangan Kyuhyun.
Keduanya menuruni anak tangga perlahan. Langkahnya ragu, tapi terasa aman dalam bimbingan Kyuhyun. Lelaki itu berjalan mendampinginya dengan tenang.
"Mereka sudah menunggu di bawah untuk berfoto bersama." Ujar Kyuhyun tanpa berpaling dari pijakan di depannya. Suaranya lembut memberi tahu So Eun.
Gadis itu hanya mengangguk seraya bergumam kecil. Tanda paham. Tapi ketika matanya menangkap siluet dua pria yang sedang bergantian berpose sambil tertawa di antara banyaknya orang yang lalu-lalang, kegugupan kembali menggelayuti dalam diam. Jemari yang bertaut dengan Kyuhyun menggenggam lebih kuat membuat pria itu sadar lebih cepat.
Langkah keduanya terhenti. Tanpa sepatah kata, Kyuhyun melepaskan genggaman, lantas membuka jas hitam yang ia kenakan dan menyampirkannya di bahu So Eun.
Ia tahu. Meski So Eun tak pernah benar-benar mengeluh, bahwa perutnya yang mulai membesar sering kali membuatnya merasa canggung di depan banyak orang. Dress yang dikenakan hari ini pun sengaja dipilih yang longgar dan tertutup, namun tetap saja, Kyuhyun ingin So Eun merasa lebih nyaman di setiap pergerakan.
Tangannya membantu menata sulur rambut yang tertiup angin. "Aku ingin kau bisa tersenyum hari ini tanpa takut apa pun." Harapnya, menarik senyum kecil sebelum kembali meraih tangan So Eun. Menyambung langkah sambil bergandengan tangan. Semakin erat.
Donghae yang lebih dulu menyadari kehadiran mereka. Pria itu melambai dengan senyum lebar. Eunhyuk turut berbalik, ikut mengangkat tangan dengan sedikit heboh.
So Eun masih mengikuti Kyuhyun, namun kali ini tubuhnya--yang semula berjalan berdampingan--semakin merapat ke belakang punggung suaminya.
Kyuhyun melakukan tos antar pria, memberi pelukan singkat satu per satu tanpa melepas tautan pada tangan So Eun.