CHAPTER 4

34 13 0
                                        

HAPPY READING

Sesampainya di rumah, Adam yang sedang menutup pintu secara perlahan-lahan tiba-tiba saja di kejutkan oleh Bima yang sudah menunggu nya untuk berbalik badan.

"E-eh B-bim, tumben lu udah bangun?" adam basa basi dengan nada suara yang gugup.

Bima menautkan alisnya lalu bertanya kepada Adam. "Darimana lu dam? Kok pakaiannya baju gamis gini?"

Kaki Adam tiba-tiba gemetaran, dahinya bercucuran air keringat. "E-engga dari mana-mana, kalo ini emang sengaja kan bentar lagi subuh tuh" ujar Adam meyakinkan Bima.

"Seriusan lu? ga dari mana-mana?"

"Di liat-liat kayanya lu abis sholat"

"Terus arahnya dari luar"

"Dam!"

"Lu ga mungkin ke sana kan?"

Adam hanya bisa terdiam mendengar kata-kata dan pertanyaan dari Bima. Bima sengaja mengatakan hal itu. Karna hanya dengan cara itu, Adam bisa jujur kepadanya.

"Jawab dam!" tegas Bima membuat Adam kaget dan semakin gemetaran.

"E-eh a-anu b-bim, sebenernya gu-"

Belum sempat melanjutkan kata-kata nya, tedengar adzan shubuh telah berkumandang. Hal itu membuat Adam dapat mengalihkan pembicaraannya dengan Bima saat itu.

"Eh, udah adzan bim"

"Mending lu bangunin yang lain gih, buat sholat subuh bareng"

Bima menghela nafasnya panjang.

"Oke, tapi lu masih utang soal ini ke gua"

"I-iya nanti gua jelasin kok"

Mendengar hal itu, Bima langsung pergi meninggalkan Adam di depan pintu. Adam yang melihat itu pun merasa lega, meskipun ia harus jujur kepada Bima soal ini.

***

Seusai mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah, seperti biasa mereka berbincang-bincang sedikit mengenai kegiatan yang akan mereka lakukan hari ini.

"Guys, hari ini kegiatan kita apa?"

"Kita hari ini ngambil beberapa foto di beberapa tempat di desa ini yang kita jadiin penelitian kita dam"

Pertanyaan Adam langsung di jawab jelas oleh Cakra.

"Eh guys, tadi sekitar jam 2an gua ngedenger kaya ada orang buka pintu"

"Kalian denger juga ga?"

Pertanyaan dari Dewi membuat mereka semua diam seketika dan mengernyitkan dahinya. Begitupun dengan Adam, dia yang tidak menyangka jika ada salah satu dari mereka menyadari hal itu.

"H-hah?? Orang buka pintu??" Adam bertanya seolah-olah tidak mengetahui apapun.

"Iya dam, lu denger ga?"

IMAM & MAKMUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang