HAPPY READING
•
•
•
Siapa sangka, wanita itu adalah Cahya. Betapa terkejutnya Adam melihat kondisi wajah Cahya yang sangat buruk. Wajahnya penuh dengan luka sobekan dan darah yang terus mengalir membasahi lukanya.
"C-cahya ayo kita masuk, kita obatin luka lu" Adam menggenggam erat tangan Cahya lalu berusaha menariknya untuk masuk ke dalam rumah.
Namun saat ia ingin menariknya, Cahya menahan dirinya untuk tidak mengikut Adam. Adam yang merasakan hal tersebut seketika menoleh kembali ke arah Cahya.
"C-cahya? Lu kenapa?"
Tak ada jawaban dari Cahya. Adam mengerutkan dahinya. Adam kembali membetulkan posisi dirinya. Kini ia berhadapan kembali dengan Cahya.
Dengan ragu, Adam mencoba untuk menggoyang-goyangkan tubuh Cahya. Tetapi tetap saja tak ada respon darinya.
"Cahya lu kenapa sih?"
"Kalau lu gamau masuk oke, gua ga akan paksa"
"Gua masuk dulu" Saat ingin melangkahkan kakinya, tangan Adam di tahan oleh Cahya. Cahya menggenggam pergelangan tangan Adam begitu kencang.
"Shhh Cahya sakit lepas"
Adam meringis kesakitan akibat genggaman Cahya. Adam terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Cahya.
"Cahya lep-"
Saat Adam berusaha melihat kembali wajah Cahya. Adam terkejut karena Cahya sedang tersenyum ke padanya. Mulutnya begitu banyak mengeluarkan darah kental. Sedangkan tangan kirinya terdapat sebuah pisau. Ia angkat tangan kirinya seolah ingin menusuk Adam.
"C-CAHYA J-JANGAN"
Grep
Adam di sekap. Ia terjatuh pingsan akibat sekapan yang begitu kencang, sehingga membuat dia mudah kehilangan kesadaran.
"Kalian berdua buruan ikat ini cewek terus taruh di bagasi"
"Dan lu, angkat cowok itu ke dalam mobil"
"Kita balik ke markas sekarang"
Perintah perempuan itu. Lalu mereka semua pergi dari pelataran belakang rumah tersebut dengan membawa Cahya dan Adam yang sedang pingsan.
***
"Eungh" Lenguh Adam. Matanya ia buka perlahan-lahan hingga bisa terlihat dengan jelas olehnya sebuah ruangan yang sudah usang dan gelap.
"G-gua d-dimana?"
Adam terus menengok ke arah kanan dan kiri. Dari sudut ke sudut ruangan ia jelajahi menggunakan penglihatan matanya yang masih kurang jelas. Hingga tiba ke sebuah sudut yang tak jauh dari posisi Adam, Yang dimana sudut itu memiliki sebuah pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAM & MAKMUM
Terror7 pemuda pelajar yang melakukan eksplorasi tugas di desa Prahara (celaka), namun tanpa mereka sadari ada sesuatu yang menjanggal di desa tersebut, tetapi apakah mereka bisa bertahan dan kembali pulang bersama?... 📍A collaborative horror story by R...
