CHAPTER 8

17 8 0
                                        

HAPPY READING






Mendegar teriakan Adam dari dalam kamar, sontak mereka semua langsung beranjak bangun dan masuk ke dalam kamar untuk mengecek keadaan Adam.

"Dam, kenapa d–" Ayu yang ingin bertanya terhenti karena melihat jasad Dewi. Lantas ia langsung menangis dan menghampiri nya.

"DEWIII" Ayu menjerit sekuat-kuatnya.

Cakra, Damar, dan Bima hanya bisa diam memandang jasad Dewi. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi.
Bima yang kesal pun mengacak-acak rambutnya.

"ARGHHH INI SEMUA SALAH LU DAM" Adam yang mendengar itu kaget dan dia langsung berdiri berhadapan dengan Bima.

"MAKSUD LU APA ANJING NYALAHIN GUA?"

"JELAS JELAS INI SALAH LU, KALO LU GA DATENG KE MUSHOLLA ITU DEWI GA BAKAL KAYA GINI ANJING"

Damar dan Cakra yang mendengar itu kaget. Sedangkan Adam, karena ia sangat kesal ia mendorong Bima sekuat mungkin.

"GUA UDAH BILANG YA SAMA LU, JANGAN KASIH TAU KE SIAPAPUN TAPI KENAPA LU TERIAK SOAL ITU BRENGSEK"

"KENAPA EMANGNYA HAH? TAKUT LU?"

"LU LIAT SEKARANG ANJING, GEGARA PERBUATAN BODOH LU ITU DEWI KAYA GINI"

Adam mendengar hal itu mengepal tangannya sangat kuat dan dia berancang-ancang untuk memukul Bima. Untungnya Cakra dan Damar langsung menarik mereka berdua.

"Dam udah Dam sabar"

"Lu juga Bima sabar"

Adam terus memandang tajam Bima dengan nafas yang terengah-engah.

"Udah udah sekarang gausah berantem lagi, ayo sama-sama kita urusin jasadnya Dewi" Ujar Cakra dan langsung menarik Adam untuk menghampiri jasad Dewi.

Sedangkan Damar dan Bima mereka hanya bisa diam di sana. Dengan Damar yang masih terus menenangkan Bima.

Ayu yang masih terus menangis dan memandang jasad Dewi pun di tenangkan oleh Cakra.

"Udah yu, ikhlasin Dewi"

"Kasihan nanti dianya tambah sakit di sana" Ucap Cakra

"Dam, mending pisau nya lu cabut pelan-pelan"

"Baru abis itu kita urus jasadnya"

Adam hanya menganggukkan kepalanya dan dengan pelan ia mencabut pisau tersebut. Setelahnya Adam dan Cakra menggendong jasad Dewi untuk di makamkan.

***

Malam harinya, setelah mereka sholat maghrib berjamaah, seperti biasa mereka ngobrol-ngobrol sebentar. 

"Guys, ikhlasin Dewi ya" Ujar Adam 

"Gua tau ini berat buat kita, tapi ini semua udah takdir tuhan"

"Ngga dam, ini bukan takdir tuhan" Sahut Bima

"Tapi ini semua terjadi karena kecerobohan lu sendiri"

"Maksud lu apa bim? Adam emang ngelakuin kecerobohan apa?" Tanya Ayu

"Watu malam pertama kita di sini, dia dateng ke musholla itu dan sholat yu"

Mereka yang mendengar itu kaget. Adam hanya bisa menghela nafas panjang dan menunduk. 

"M-maaf guys, g-gua ga bermaksud buat ngelukain siapapun saat itu"

"G-gua cuma penasaran" Jelas Adam

"Cuma kata lu dam? egois lu"

"Padahal lu sendiri yang ngelarang kita buat ke sana tapi lu sendiri yang ngelanggar" Ujar Cakra

Hening sesaat. 

"Btw, Cahya kemana ya?" Tanya Ayu

Mereka semua yang mendengar pertanyaan Ayu baru sadar bahwa Cahya tak ada.

"Ck, iya kita lupa sama Cahya"

"Kayanya Cahya kabur dam, soalnya gua liat tadi jendela kamar pecah" Ujar Damar

"Bisa jadi sih mar" Sahut Bima

"Huftt, udahlah sekarang kita jangan mikirin itu dulu, lebih baik kita selesain tugas kita dulu baru kita fokus ke Cahya dan soal Dewi gua yang tanggung" Tegas Adam

"Btw yu, mulai malam ini kita tidur di sini aja ya rame-rame, kasian lu tidur sendiri"

"Iya dam"

Setelahnya mereka pun langsung beranjak pergi untuk mengganti baju.

















































***

Sementara itu di dapur, tepat di jam 1.00, ada seorang laki-laki tengah menelepon seseorang.

"Hallo"

"Gimana?"

"Sesuai sama yang lu mau kan?"

"Sesuai kok, btw salah satu temen lu ada di gua"

"Lu mau ambil dia juga?"

"Sebenernya sih mau, cuman kalo dua doang kurang"

"Maksud lu?"

"Nanti juga lu tau"

"Tapi serius gua bakalan aman kan?"

"Aman, tenang aja"

"Selagi lu nurutin kemauan gua, lu bakalan aman"

"Okelah, btw jangan lupa upahnya, ga gampang nyembunyiin ginian"

"Gampang nanti gua tf"

"Okeee"

Tutt

Sambungan telpon itu di matikan. Ia menghela nafas panjang.

"Bro, lu ngapain tengah malem di dapur?"

















































Deg

























































































































































JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, AND FOLLOW YAAA

CMIWWW!!!

IMAM & MAKMUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang