Jam sudah menunjukkan pukul 10.35 yang artinya sebentar lagi jam istirahat akan berbunyi.
Di salah satu kelas X IPS 1 tampak ricuh, absensi salah satu guru yang tak bisa hadir menjadi kebahagiaan tersendiri untuk mereka. Beberapa dari mereka tenggelam dalam dunianya masing-masing.
Begitu juga dengan Arion yang tengah berfokus menatap ponsel di tangannya.
"Sial,"
"Kenapa Ar?" Rion menatap teman sebangkunya.
"Kepo"
"Dih"
"Kantin? Bentar lagi juga bel bunyi"
"Gue si ayok aja, tapi mereka mau ngga?"
"Urusan bolos mereka nomor satu,"
"Baru seminggu jadi mubar dah apal ya lu hahaa"
"Gue kan cerdas"
"Iya dah si paling cerdas"
Teman sebangku Rion atau biasa di panggil Lio menengok ke arah bangku belakang.
"Kantin gak nih?"
"Ayok lah, gue juga bosen malama." Mereka berempat berjalan menuju keluar kelas.
Saat di perjalanan terlihat koridor kelas yang tampak sepi. Hanya kelas mereka yang kosong dari pelajaran.
Lio menatap Rion curiga, secara temannya ini hanya fokus bermain hp.
"Ar, lu main hp mulu. Ngapain dah?"
"Lu cowok tapi kepo yah."
"Heh Jumaidi, manusia dari orok juga udah kepoan!"
"Cewek lu?"
"Anjing ya ni anak. Ngga usah ke kantin, ke lapangan aja udah yok bertumbuh kita!"
"Males, gue masih sayang nyawa."
"Takut lu?" Dua di antara mereka menatap jengah ke arah keduanya.
Plak
Salah satu dari kedua pria yang tadi menatap jengah Lio dan Rion memukul belakang kepala Lio.
"Dia bukan takut sama lu tolol,"
"Lah, terus?"
"Kena lemparan penghapus papan tulis ngga bikin bego mendadak kan?"
"Ngga, emang dia aja yang otaknya ngga ke bawa."
"Anjing ya lu berdua ngomongin gue di belakang."
"Di depan, lu kan di depan gue."
"Lah iya juga, eh bangsat!"
"Hahaha"
Sesampainya di kantin, Rion dkk segera mendudukkan meja kantin nomor 10.
Saat Lio akan duduk, Varel bersuara.
"Pesen geh"
"Gue?"
"Iya, kan lu yang masih berdiri"
"Ni anak lama-lama ngelunjak ya!"
"Apa," Saut Varel cekikikan melihat wajah Lio yang kesal.
"Cepet mau pesen apa!"
"Yang ikhlas dong" Ucap Riko.
"Bacot, cepet!"
"Gue siomay sama jus mangga."
"Batagor sama jus melon."
"Lu Ar?"
"Takoyaki, jus strawberry." Tangan Lio terulur tepat di depan Rion.
Melihat tangan terulur, Rion menaikan satu alisnya.
"Duit, lu pikir gue sekaya itu neraktir kalian" Rion mengambil dompet di saku celananya dan memberikan selembar merah ke tangan Lio.
"Lebihannya buat gue yak"
"Hmm."
"Perasaan bokap lu ngga bangkrut dah Li."
"Rejeki anak soleh ngga boleh di tolak" Setelah mengatakan itu, Lio pergi untuk memesan.
Ketiganya mulai menyelam ke dunianya masing-masing.
Tringggg
Bel istirahat berbunyi, terlihat para murid berbondong-bondong memasuki area kantin.
Rion menatap ke arah pintu masuk kantin, mencari sosok wanita kesayangannya.
Kantin mulai terlihat penuh namun sosok yang ia tunggu tak kunjung datang, hingga selang beberapa menit seorang wanita memasuki kantin dengan raut wajah yang tak bersahabat.
Melihat itu saja sudah membuatnya merinding.
Tunggu, Rion segera mengecek kalender di ponselnya.
Sial, sekarang tanggal 15.
Wanita itu mendudukkan dirinya di meja nomor 20 bersama teman-temannya.
"Ra, lu ngga papa?"
"Hemm,"
"Ko kelihatan ngga mood, kenapa?"
Aura menatap Anjel dan Nafisya.
"It's okey." Aura memainkan ponselnya.
Aluna berjalan ke arah meja di mana teman-temannya berada.
"Holla guyss, nungguin gue yaaa"
"Tingkat pede lu di kurangi Lun." Ucap Anjel mendorong pelan dahi Aluna dengan jari telunjuknya.
"Cih," Tatapan Aluna beralih ke arah Aura.
Hawa tanpa kehidupan, wajah yang tak mood, sorot mata yang semakin tajam.
Aluna melebarkan matanya, sial jangan bilang?
•
•
•
SEBAGIAN PART DI HAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN!
untuk info pre-order bisa cek akun Instagram author a_pjlst
See you in BACK VERSION OF THE BOOK
KAMU SEDANG MEMBACA
BACK [TERBIT]
Teen FictionSudah terbit di nawalara.media. Untuk info pembelian bisa DM Instagram author @a_pjlst Rank: # 1 - bunuh diri (20 Desember 2023) # 1 - pembalasan (16 Mei 2024) # 2 - dendam (20 Mei 2024) # 3 - misteri (7 Juli 2024) Kedatangannya bagai bom waktu, te...
![BACK [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/356311066-64-k491685.jpg)