End!

11K 299 112
                                        

Seorang gadis berhodie hitam berjalan ke arah pintu keluar bandara, sembari menunggu seseorang ia memainkan ponselnya dan tersenyum.

Seorang gadis berhodie hitam berjalan ke arah pintu keluar bandara, sembari menunggu seseorang ia memainkan ponselnya dan tersenyum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bukankah ini waktunya mengakhiri permainan?"

Tak jauh di arah depannya, seorang pria berlari mendekat.

"Maaf nona di jalan macet"

"Okey"

Pria itu mengambil alih koper sang gadis dan berjalan ke arah di mana mobilnya terparkir.

Di perjalanan hanya ada keheningan, sesekali pria itu melihat ke arah sang gadis dari kaca spion.

Menyadari tatapan itu, sang gadis tersenyum.

"Ada yang ingin di tanyakan?"

Pria itu tertegun dan menggeleng.

"Tidak nona"

Gadis itu tersenyum kecil dan menggeleng, mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela mobil.

Seakan ingat sesuatu, gadis itu kembali bersuara.

"Kita pergi ke rumah itu"

"Eh, baik nona" Pria itu segera menambah laju kecepatannya dan kembali fokus berkendara.

"Eh, baik nona" Pria itu segera menambah laju kecepatannya dan kembali fokus berkendara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di lain tempat, seorang gadis menatap kesal ke arah pria paruh baya di depannya.

"Masih berani menemuiku?"

"Saya mohon, pertemukan saya dengan Aura"

"Tidak, sampai kapanpun tidak akan pernah saya mempertemukan kalian berdua"

"Alasannya? Kenapa kamu sangat tidak mengijinkan orang tua bertemu dengan anaknya?

"Tuan John, apakah anda masih tidak menyadari situasinya? Kau sendiri yang mengabaikannya selama bertahun-tahun"

"Saya tau, tapi saya mohon"

Mendengar itu Avrora tersenyum,

"Bahkan jika aku membunuhmu, kau tetap mau melakukannya?"

BACK [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang