XLIX

10.6K 342 21
                                        

Pria paruh baya menatap sayu ke arah bingkai foto yang ada di depan peti jenazah.

Dia tidak pernah mengira, jika hari itu akan datang.

Bukankah semua kesalahan sudah di akui anak perempuannya? Lalu, kenapa anak keduanya juga mendapat hukuman? Sebenarnya apa yang kedua anak itu perbuat?

Haruskah ia bersujud di hadapannya dan memohon ampun atas semua yang di lakukan kedua anaknya?

"William, kamu bodoh nak. Kenapa harus terlibat dengan keluarga itu" Digantara menatap kecewa wajah William yang berada di dalam peti jenazah.

Berjalan mendekat ke arah sang istri dan memeluknya.

"Bukankah sudah cukup hukuman itu di terima oleh Kaila? Kenapa William juga ikut di hukum pah, kenapa?" Sang istri menangis meraung tak terima.

Tak jauh berbeda dengan anak pertamanya, yang masih terdiam sampai saat ini.

Di lain sisi, anggota Agares masih tak menyangka dengan kematian sang wakil ketua.

Sehari lalu, Wiliam masih mengunjungi markas walau tampak tergesa-gesa. Mereka tidak pernah berpikir, jika hari itu adalah hari di mana mereka tidak akan bisa melihat sang wakil ketua lagi.

"Pak kil, kita ngga nyangku lu bakal pergi secepat itu"

"Gue kira lu mau bunuh orang, malah lu yang di bunuh hiks"

Plakk

"Yang bener bego, lu kalo mau lawak lihat situasinya dulu"

"Ya maaf, kan mulut gue sendiri yang ngomong hiks"

"Rest in peace, Liam" Ucap Raysa

"Gue masih ngga nyangka Liam, lu bakal ninggalin kita secepat ini" Saut Mita

Berbeda dengan yang lain, Noval memandang tajam ke arah seorang wanita dengan rambut pendek sebahu tersenyum ke arahnya dan berlalu pergi meninggalkan pekarangan rumah duka.

"Kenapa dia?"

Beberapa saat berlalu, tiba di mana proses pemakaman akan di lakukan. Setelah proses pemakaman selesai, Dia dan istrinya berjalan ke arah mobil untuk kembali ke rumah, di ikuti anak sulungnya dan beberapa teman sekolah William.

Sesampainya di rumah, dirgantara dan beberapa anggota Agares di kejutkan dengan kedatangan lima pria berpakaian serba hitam.

"Selamat siang tuan Digantara"

"Siang, kalian siapa?"

"Bisa kita bicarakan di dalam saja tuan, ada beberapa hal yang harus kami katakan"

"Maaf, silakan masuk"

Satu dari keempat pria tadi duduk berhadapan dengan Digantara dan keempat pria lainnya berdiri di belakang kursi pria yang duduk.

"Sebelumnya kami turut berdukacita dengan kematian anak kedua anda tuan, langsung ke poin dari kedatangan kami"

"Perkenalkan saya Dave selaku sekertaris pertama Nona Elowen menyatakan, akan menarik semua investasi dan memutus kerja sama dengan D'G Company atas perintah nona elowen itu sendiri. Alasan kenapa Nona Elowen menarik semua investasi dan memutus kerja sama adalah karena saat ini kredibilitas dari D'G Company sangat tidak menguntungkan dan bisa saja membuat E'star mengalami kerugian yang sangat besar "

Mendengar apa yang pria di depannya katakan, tentu saja membuat Digantara kaget.

Memang benar perusahaannya saat ini sedang tidak dalam kata baik semenjak "dia" kembali dari luar negeri, tapi dia tidak pernah menyangka jika E'star akan menarik semua investasi dan memutus kerja sama yang sudah berjalan bertahun-tahun.

BACK [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang