Zefanya Halmahera wanita desa dengan segala kesengsaraan di hidupnya, wanita yang terlahir miskin hingga kini.
Tertidur setelah membaca novel 'The empress of country X' dan setelah mensumpah serapahi sang authorlah ia mendapat karma yang membuatnya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini Hera tengah sibuk didapur kedainya, ia sedang mengawasi para karyawannya yang tengah memasak, dengan sesekali membenarkan bila ada karyawan yang salah dalam proses memasak.
Terhitung sudah empat bulan sejak Hera memutuskan membuka kedai di pasar, awalnya Hera ragu jika masyarakat akan menyukai rasa masakannya yang tergolong baru bagi lidah mereka, pasalnya menu yang ia sajikan berupa mie goreng, telur balado, nasi goreng dan beberapa menu yang berasa dari dunianya dulu, jadi jelas berbanding terbalik dengan makanan di zaman ini.
Tapi tak disangka sejak minggu pertama kedai buka hingga saat ini pelanggan di kedainya justru semakin bertambah, bahkan banyak dari mereka yang memesan dalam jumlah yang banyak untuk dibawa ke negara mereka atau sekedar dijadikan bekal dalam perjalanan,Hera awalnya cukup kualahan mengatasi permintaan yang membludak, hingga akhirnya Hera memutuskan menambah empat karyawan untuk membantunya mengelola kedai.
"Ibu"
Panggilan itu membuat Hera menoleh kebelakang, tepat didepannya terlihat gadis kecil dengan rambut dikuncir satu, Hera tersenyum dan menunduk untuk menyamakan tinggi mereka "iya sayang, ada apa?"
"Ibu ada paman Dery, dia pasti menunggumu" Gadis yang kerap disapa Helen itu menunjuk kearah pintu belakang kedai.
Hera mengalihkan pandangannya dan benar disana terdapat seorang pria yang tengah tersenyum kearah mereka, Hera balas tersenyum sebelum kembali menatap putrinya.
"Baiklah sayang ibu akan menemui paman Dery dulu, kau berangkatlah sekarang, ibu yakin kakek Xiao sedang menunggumu saat ini"
Helen melebarkan matanya "Astaga aku melupakannya!, hari ini adalah waktuku berlatih bersama kakek Xiao, ya Tuhan,dia pasti akan memarahiku jika aku terlambat, baiklah bu aku akan pergi sekarang, dah ibu... Muacchhh'' Helen mengecup pipi ibunya sebelum berlari dengan tas di pundaknya.
Hera hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat tingkah putrinya, ia lalu berdiri dan berjalan kearah pria bernama Dery.
Dery adalah pengantar barang atau istilah kerennya Kurir yang selalu mengantarkan pesanan Hera dua hingga tiga kali sebulan, Hera memesan bahan untuk keperluan kedai mulai dari tepung sampai beras ia menitipkan semua pesanannya pada Dery, jadi Hera hanya perlu mencatat apa keperluannya dan membayar saat barang sampai, mungkin bisa disebut sistem cash on delivery.
"Pagi Hera" Sapa Dery
"Pagi juga Dery, jadi apa pesanan ku sudah sampai? " Tanyanya melihat karung dan tumpukan kotak yang ada dibawah Dery.
"Tentu, dan aku membawakan barang spesial untuk mu" Ucap Dery mengangkat kotak yang dibawanya.
"Benarkah?"
"Ku pastikan kau telah mencari ini sejak lama" Ucap Dery yakin.
"Baiklah kau membuat ku penasaran, masuklah dulu Dery"