"Sekali lagi maafkan aku sayang." Derry menggenggam tangan Hera yang kini tersenyum kecut.
"Ya, aku tau Derry. Tapi seharusnya kau sedari awal melihat dulu jadwal pengirimanmu sebelum membuat janji pada kami, terutama pada Helena."
"Aku tau sayang, tapi ini diluar jadwal pengirimanku. Istri tuan Charlos melahirkan lebih awal dan tak ada yang bisa menggantikannya mengirim paket-paket itu kecuali aku."
"Jika paket itu tak sampai malam ini juga, maka dia akan kehilangan pekerjaannya, lalu dengan apa dia menghidupi keluarganya nanti." Derry masih berusaha memberikan penjelasan pada Hera.
Hera menghembuskan nafas perlahan. Ya, alasan Derry cukup masuk akal, tapi entahlah Hera merasa sedikit kesal dan gelisah, entah mengapa ia merasa melepaskan kepergian pria itu kali ini cukup berat, apa mungkin karena dia sudah terbiasa bersama Derry selama ini? entahlah.
"Hmmm...ya aku paham, tapi entahlah mengapa aku punya firasat buruk untuk kepergianmu kali ini." Hera mencoba mengatakan kegelisahannya.
Derry tersenyum. "Apa itu artinya kau mengkhawatirkanmu sayang?"
Hera mengalihkan pandangannya. "Jangan menggodaku Derry."
Bukannya berhenti Derry justru semakin gencar menggoda Hera. "Waw! apa sekarang cintaku sudah terbalaskan? Apa sudah saatnya Helena memiliki ayah baru? Jawab sayanggg"
"Diamlah! jangan mengalihkan topik pembicaraan Derry."
'Oh astaga pria ini, tidakkah dia tau wajahku sudah panas saat ini.' Batin Hera yang berusaha keras menahan senyum dibibirnya.
"Baiklah-baiklah, kali ini aku serius."
Hera tetap terdiam berusaha menormanalkan degub jantungnya.
"Hei, apa pemandangan diluar lebih menarik daripada aku Hera?''
Hera yang mendengar itu seketika memandang Derry yang mini menatapnya dengan sorot mata dalam.
"Aku minta maaf karena harus membatalkan acara kita secara mendadak, tapi aku berjanji akan menggantinya di lain hari." Derry menggenggam tangan wanitanya dengan sayang.
"Dan terimakasih telah mengkhawatirkanku Hera, kupastikan bahwa aku akan kembali dalam keadaan selamat dihadapanmu, kembali kesini membangun keluarga kecil kita."
Hera mengeryitkan dahinya. "Maksudmu?"
Derry tersenyum, berlutut dihadapan Hera dengan sekotak cincin yang dia arahkan pada wanita itu.
Hera mengerjapkan matanya tak percaya, astaga apa ini?, mungkinkah-
"Aku tau ini mungkin jauh dari kata romantis, akupun tak pandai merangkai kata-kata puitis, bahkan harga cincin inipun juga tak seberapa untuk mengikatmu untuk berada disisiku."
"Tapi kupastikan ucapanku ini nyata, aku ingin hidup bersamamu, membangun keluarga kecil kita dan menua bersama hingga maut memisahkan."
"Jadi, maukah kau menikah denganku Herania? jawabannya hanya iya dan tentu."
'Dia melamarku? Sungguh! Dia ingin menikahi janda? Ini gila!' Hera terdiam setia menikmati keterkejutannya.
"Bagaimana sayang?"
"Apa kau serius Derry?"
"Apa menurutmu aku bercanda sayang?" Kini Hera memandang Derry dengan tatapan menyelidik, berusaha mencari keraguan yang tak ia temukan dikedua netranya
"Jadi apa jawabannya sayang, iya atau tentu?"
"Apa aku punya pilihan lain?"
"Tidak."
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY HERANIA (SLOW UPDATE)
FantasyZefanya Halmahera wanita desa dengan segala kesengsaraan di hidupnya, wanita yang terlahir miskin hingga kini. Tertidur setelah membaca novel 'The empress of country X' dan setelah mensumpah serapahi sang authorlah ia mendapat karma yang membuatnya...
