Zefanya Halmahera wanita desa dengan segala kesengsaraan di hidupnya, wanita yang terlahir miskin hingga kini.
Tertidur setelah membaca novel 'The empress of country X' dan setelah mensumpah serapahi sang authorlah ia mendapat karma yang membuatnya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yah, saat ini Zeffa -yang kini kita sebut Hera- tengah bertransmigrasi ke dalam novel 'The empress of country X' entah ia harus merasa sial atau beruntung karena kini Zeffa berada dalam tubuh Herania Spancer, sang tokoh pembantu alias tokoh tambahan yang bahkan hanya muncul tak lebih dari 5 kali dalam novel.
Herania spancer alantas, putri dari Baron Danield Alantas dari sang selir pertama, sejak kecil ia diasingkan ke bangunan tua di belakang kastil karena kondisi fisiknya yang berbeda dari para keturunan Alantas lainnya.
Seluruh keturunan Alantas terlahir dengan warna rambut pirang dan netra biru cerah, mengikuti genetik baron Danield. Sedangkan Herania terlahir dengan rambut coklat ikal dan netra hijau zamrud, dia lebih mewarisi genetik ibunya dan hal ini justru membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial.
"Bodoh, memangnya genetik hanya diturunkan dari pria. Benar-benar tidak masuk akal." Hera menggeleng heran.
Perlu di garis bawahi sebenarnya setelah Zeffa berkaca ia merasa wajah ini tak begitu buruk, bahkan sangat cantik, Zeffa yakin orang yang mengejek visual Hera buruk pasti ada kelainan pada matanya.
"Cekep gini dibilang jelek, juling kali ya mereka? " Zeffa melihat pantulan dirinya yang kini dalam air, walau tak seberapa jelas, tapi Zeffa yakin visual seorang Hera tak perlu diragukan.
Rambut coklat indah, wajah imut dengan bibir kecil, hidung mancung dan mata tajamnya membuat Hera tampak dewasa dan manis dalam satu waktu, disertai kulit putih pucat dan bodynya yang bisa dibilang seksi.
Ditambah kejadian satu malam di gua itu memperburuk hidupnya. Pagi itu Hera ditemukan terbaring didalam gua dengan pakaian yang tidak lagi utuh, berita ini dengan cepat menyebar dan menjadi buah bibir dimasyarakat.
Baron Danield yang mengetahui hal itu segera membawa Hera kembali ke kediaman utama untuk melampiaskan amarahnya. Siksaan terus dilayangkan pada Hera. Tubuhnya penuh darah, hanya wajahnya yang masih tetap utuh tanpa luka, entah apa maksud Baron Danield memerintahkan untuk tidak menyentuh wajahnya.
Beberapa minggu setelahnya justru keadaan semakin memburuk, Hera diketahui mengandung hasil perbuatan malam itu. Baron Danield semakin meradang, dia memaksa Hera mengatakan siapa pria dari anak dikandungannya. Namun Hera pun tak tau, malam itu dia mabuk bersama Arthur, dan entah mengapa dia bisa berakhir didalam gua. Dia ingat jelas aroma tubuh pria malam itu berbeda dengan milik Arthur.
Akhirnya ia diusir dari kediaman karena lagi lagi menjadi aib bagi keluarganya, hamil tanpa adanya suami.
"Ck! Ceritanya gw jadi emak-emak nih."
"Dulu jadi janda, sekarang jadi janda lagi, Hhhh.....nasib nasib."
"Eh tunggu, gw bukan janda kan? Gw kan belum nikah nih ceritanya, jadi bukan janda dong!" Zeffa bermonolog dengan memainkan rambut indahnya.
"Uhuyyyy gw kagak jadi janda lagi."
"Eh tapi gw kan dah beranak, tanpa nikah? Lonte dong gw?"
"Ahhh nggak ah, mana ada lonte secakep gw, nggak nggak gw cewek mahallll"