"Salam pangeran, putri Soraya sedang menunggu anda di luar."
Decakan kesal terdengar dari seorang pria yang tengah membaca laporan di ruang kerjanya.
"Merepotkan."
"Katakan padanya aku sibuk, suruh dia kembali lain hari." Pria itu kembali membuka gulungan kertas lain, dan mulai mengacuhkan kasim.
"Baik pangeran." Usai memberikan penghormatan kasim pergi untuk menemui gadis cantik yang sedari tadi duduk menatap taman kerajaan dari balik jendela bersama dayangnya.
"Salam putri. Maaf, tapi pangeran sedang sibuk dan meminta putri datang lain hari."
Soraya berbalik menatap kasim dengan senyum lesu, dia menatap sendu makanan yang sudah dia siapkan dengan susah payah.
"Apa benar-benar sibuk? Aku hanya meminta sedikit waktu, aku janji tidak akan lama."
Kasim itu menunduk. "Maaf putri."
Soraya tersenyum tipis. "Baiklah dia calon raja, memang sudah sewajarnya dia sibuk."
Soraya menatap kasim seraya memberikan kotak berisi makanan. "Tolong berikan ini pada pangeran, pastikan pangeran memakannya dan sampaikan padanya agar jangan terlalu lelah dalam bekerja."
Kasim menerima kotak itu dengan patuh. "Tentu putri, akan hamba sampaikan."
"Terimakasih."
"Kita kembali Ella." Soraya berjalan diikuti wanita bernama Ella yang merupakan dayang pribadinya.
"Baik putri."
Kasim dengan segera membawa kotak berisi makanan itu menuju ruang kerja pangeran Demitri.
"Salam tuan Jack." Ucap kasim saat berpapasan dengan Jack yang merupakan teman pangeran sejak kecil.
Jack mengangguk.
"Wahh...apa itu untuk pangeran?" Tanya Jack usai melihat kotak makan yang dibawa kasim.
"Benar tuan."
"Berikan padaku, akan ku sampaikan pada pangeran."
"Baik tuan Jack." Kasim memberikan kotak itu pada Jack.
"Kau kembalilah bekerja."
Usai mendengar perintah kasim dengan segera kembali untuk berjaga di depan pintu ruang kerja pangeran dan melakukan tugasnya.
Jack memasuki ruang kerja dan menatap pangeran yang sedang memeriksa tumpukan laporan, jujur dia yang melihat saja sudah muak apalagi temannya itu. Terkadang Jack bersyukur dia tidak dilahirkan sebagai pangeran.
"Salam pangeran."
"Hmm." Demitri hanya berdehem tanpa berniat memandang wajah temannya itu.
"Anda perlu istirahat pangeran, putri Soraya sudah membawakan makanan untuk anda."
"Hmm."
Jack memutar bola matanya kala mendapat respon acuh dari temannya itu.
'Oke, sudah cukup formalitasnya.'
"Ayolah Dem kalian akan menjadi pasangan suatu hari nanti, tidak bisakah kau menghargai sedikit perhatiannya."
"..."
Hening, Demitri bahkan tak ada niatan membalas ucapan marquess muda itu.
"Soraya cantik, anggun, pandai dan berbakat. Dia juga berasal dari keluarga bangsawan yang terpandang, apalagi yang kurang darinya?"
"Dia mencintaimu dengan tulus, lihatlah dia bahkan selalu membawakan mu makanan walau kau selalu menolak."
"Kalian pasangan yang serasi Dem."
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY HERANIA (SLOW UPDATE)
FantasyZefanya Halmahera wanita desa dengan segala kesengsaraan di hidupnya, wanita yang terlahir miskin hingga kini. Tertidur setelah membaca novel 'The empress of country X' dan setelah mensumpah serapahi sang authorlah ia mendapat karma yang membuatnya...
