Pagi ini, persekitaran jam tujuh pagi. Satu ruangan kelas sudah terisi penuh dan rapi dengan murid-murid sekolah sana yang sudah menggunakan pakaian sekolah khusus redmoon class. Seperti biasa kelas yang ramai dengan berbagai keributan, ada yang bermain game, gibah, membuat vlog dan lain-lain. Namun anehnya kelas ini sudah lewat sepuluh menit dari jam masuk. Tapi anehnya Bu Suparti belum mendatangi kelas tersebut.
Setiap guru akan bergantian mengajar, kecuali Pak Kusnadi yang memang kepala sekolah di sana. Lima inti guru yang akan mengajar di sini.
"Good morning students," ujar Bu Suparti sebagai sambutan di pagi hari kepada murid-murid- nya yang sudah terpilih.
"Morning Buu!" jawab mereka, seketika kelas langsung hening hanya tersisa bisikan-bisikan obrolan mereka.
"Hari ini kita tidak langsung belajar, hari ini kita akan membahas masa lalu dari kelas ini!" ujar Bu Suparti.
"AAHH! BALAS MASA LALU YANG PERNAH ADA DALAM HIDUP SABI KALI BUU!" teriak Reyhan.
"Huuu," satu kelas meneriakinya.
"Hus hus sudah! Jadi ibu tidak akan bertanya pada kalian, tapi kalian yang bertanya pada ibu!" ujar Bu Suparti.
Dengan cepat Cantika mengangkat tangannya. "Buk kursi kosong yang di depan beserta bunga kenapa gak boleh di dudukin?" Tanya Cantika.
"Itu tidak bisa di jelaskan, tanya sjaa tentang kelas ini kepada ibu! jangan membahas hal lain," ujar Bu Suparti.
Varisya mengangkat tangannya. " Saya mau bertanya buk!" Ujarnya.
"Silahkan,"
"Kelas ini di bangun pada tahun berapa buk?" tanya Varisya.
"Sekolah ini di bangun pada tahun 2000, di mana pada saat itu kami sangat membutuhkan pelajar yang prestasi nya tinggi untuk di terbangkan ke luar negeri. Sekolah ini berdiri pada tahun 1995 tidak jauh kan waktunya? sekolah kita sangat cepat berkembang pada masa itu," ujar Bu Suparti.
"Siapa orang pertama yang berhasil lulus dari sini?" tanya Rasya.
"Namanya Viera Ghea Agnisa dia kakak kelas yang berhasil lulus di kelas ini. Sekarang dia berkuliah di Oxford university," ujar Bu Suparti.
Suasana kelas mendadak ramai mendengar nama perkuliahan OXFORD UNIVERSITY siapa yang mau menolak universitas terbaik di dunia? jika ada yang menolak itu sangat bodoh.
"OXFORD?!"
"GILA WOY OXFORD!"
"SEBERKEMBANG ITU KAH JAMAN DULU?"
"OXFORD IMPIAN GUA!"
Bila mengangkat tangannya. "Buk seberkembang itukah sekolah kita dulu?" tanya nya.
"Tentu, ibu justru sekarang sedih. Sekolah kita tidak seberkembang dulu," ujar Bu Suparti.
"Saking berkembangnya sekolah kita, dulu. Sekolah ini adalah sekolah pendiri boarding school yang ke10 meskipun seperti di bawah, namun itu sangat lah membetulkan sesuatu yang membanggakan," lanjutnya.
"Boarding school?" ujar Syakira.
"Iya boarding school. Dulu depan sekolah adalah bangunan yang di pakai untuk siswa menginap, tapi sekarang justru menjadi bangunan yang terbengkalai, maka jadilah kita mengsewa asrama yang sedikit jauh dari sekolah," ujar Bu Suparti.
"Apakah boarding school akan di dirikan lagi Bu?" tanya Geby.
"Tentu. Tapi kita harus membangkitkan hal-hal yang dulu. Seperti masuk di hari libur dan salah satunya ada.. yang tau?" Bu Suparti sedikit menggantung perkataannya lalu memberi pertanyannya.
