Part 11 : Dingin

29 2 0
                                        

Aku terbangun dengan perasaan terkejut karena kesiangan. Sedangkan aku sekarang harus mulai menjalankan kehidupanku yang berbeda.

Reflek aku langsung membuka ponselku yang menunjukkan pukul 06.48 di situ mataku benar-benar membulat penuh.

"Astaga! Aku terlambat mengantar mereka!"

Aku langsung lari keluar dari kamar dengan terburu-buru. Aku melihat kamar Franklin yang juga ternyata sudah kosong.

"Pasti dia juga sudah bersiap berangkat kerja,"

Tak lagi menghiraukan kamar Franklin, aku langsung meraih handle pintu dan keluar.

Anak tangga yang cukup banyak aku turuni satu per satu dengan irama yang cepat, secepat yang diriku bisa.

"Selamat so-" tak sengaja pelayan berpapasan denganku, dia hendak menyapaku namun langsung aku potong.

"Dimana Farrel dan Fay?" tanyaku dengan wajah panik.

Pelayan tersebut pun terlihat ikut khawatir namun juga bingung dengan sikapku.

"Ada, Nyonya." jawab pelayan tersebut.

"Dimana?" tanyaku dengan tak sabar.

"D-Di meja makan, Nyonya." jawab pelayan tersebut sedikit ketakutan.

Tak perlu waktu lama aku langsung berjalan cepat menuju ke ruang makan.

Di sana aku melihat Farrel dan Fay tengah duduk di kursi meja makan sedang menunggu maid menyiapkan makanan mereka.

Fay langsung sadar dengan kehadiran Winter dan dengan cepat menyapa. 

"Mom, aku ingin makan bersamamu." ucap Fay.

"Fay, Farrel, kalian belum pakai seragam sekolah?" tanya Winter tanpa membalas ucapan Fay.

"Sekolah? Ini sore hari mom," ucap Fay membuat Winter mengecek jam yang melingkar dipergelangan tangannya.

"Astaga," 

"Mom, kenapa?" tanya Fay.

"Ngga apa-apa princess. Dimana Dad? Dia belum pulang?" tanya Winter.

"Emm, belum. Tadi siang Dad bilang pergi kerja dan aku tidak boleh ganggu Mom lagi istirahat. Sekarang Mom udah ga cape lagi?"

Winter sedikit tertegun dengan pertanyaan Fay. Gadis sekecil ini bisa bertanya seperti itu?  Bahkan orang dewasa belum tentu mau berusaha untuk mengerti orang lain.

"Engga, kan Mom udah istirahat tadi." balas Winter sambil menampilkan senyumnya.

"Tadi Fay mau makan sama Mom?" tanya Winter dan dibalas anggukan oleh Fay.

Maid yang ada di sana pun peka lalu segera menyiapkan piring untuk Winter.

Belum selesai menghabiskan makan, Farrel tiba-tiba meletakkan sendok dan garpu makannya lalu turun dari kursi dan beranjak pergi.

"Farrel? Mau kemana? Kau belum menghabiskan makanmu," ucap Winter dengan nada halus.

"Tidak perlu peduli padaku." ucap Farrel dingin bahkan tanpa menoleh ke arah Winter sekalipun.

Sebenarnya Winter cukup sakit melihat bagaimana sikap Farrel padanya. Padahal dirinya tak memaksa Farrel untuk menganggapnya sebagai mama baru, tapi setidaknya Farrel dapat menghargai  keberadaannya.

Namun Winter juga sadar, ia tak bisa memaksakan hal itu. Farrel punya standarnya sendiri untuk bersikap kepada orang baru. Apalagi perkenalan mereka sebelum Winter masuk ke keluarga ini juga bisa dibilang sangat singkat. Sudah pasti jika Farrel masih merasa kaget dan juga terkesan sangat terburu-buru. Sedangkan anak laki-laki itu sepertinya belum selesai dengan masalalu, mungkin saja dengan ibu mereka. Kira-kira seperti itu tebakan Winter.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 30, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

GOOD STEPMOTHERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang