Hai im backk
Maaf ya ditinggal lama.
Aku usahain mulai sekarang up nya sering.
Selamat membaca
Jangan lupa voment😘
"Meyra ingat! Sampai di lokasi jangan petakilan." Tegur queen saat keduanya ada di mobil dengan queen yang menyetir.
"Iyaa iyaaa.. gak petakilan kok."
"Lo iya iya, tapi bertingkah ya cil. Gue masih ingat yaa waktu pemotretan 2 bulan lalu.. disaat semua orang panik nyari nyari Lo yang gak nampak, eh Lo malah asik ngawanin bocil yang lagi manjat pohon rambutan. Lo itu udah 26 tahun tapi tingkah kaya bocil."
Meyra mendelik."disitu gue bukan mau minta rambutan kakkkk..gue kasihan sama dia. Dia masih kecil, kalau jatuh dari pohon gimana? Gue jaga jaga biar dia ngga jatuh." Ucap meyra membela dirinya.
"Lo artis tapi tingkah kayak bocil kematian."
Meyra hanya terkekeh mendengarnya.
"Oh iya gue heran, kenapa waktu pertemuan kemarin itu pak jevan minta nomor telepon Lo." Queen memulai kembali percakapan.
Meyra menggeleng."gak tau kak." Hanya itu balasan nya.
Karena dia memang tidak tahu, kenapa jevan meminta nomornya.
"Kak jevan.. aku ikut yaaa...Ya..ya.." mohon meyra
Ia merengek ingin ikut ke lokasi pemotretan,namun kali ini jevan melarangnya.
"Rara..ingat batasan, jangan karena gue diam selama ini Lo ngelunjak." Tukas jevan datar.
Meyra tertegun, ia sadar tingkahnya memang kadang berlebihan. Namun ia membiarkannya karena bagaimana pun ia bersikap mommy jevan akan mendukungnya.
Jevan dan yera pergi meninggalkan meyra sendiri diruang kerjanya.
"Kabari pihak para artis." Titah jevan sambil menatap tab nya.
"Sudah pak, mbak queen ngabarin kalau mereka sudah di lokasi."
Jevan mengangguk mendengar informasi itu.
Kalau boleh jujur, jevan merasa excited dengan pekerjaannya kali ini.
Karena kali ini ada meyra.
Beribu kali ia mengingat kan di hati dan pikirannya tentang perkataan meyra 10 tahun lalu, namun jevan tak bisa membenci meyra.
Ia melamun mengingat kenangan mereka saat masih akrabnya.
"Jevannn,, kamu tau ngga sih? Tadi aku di isengin sama bocil cobaa..pengen tak geprek tuh bocil." Adu meyra sambil meletakkan tas sekolahnya di atas kasur jevan lalu duduk di pinggir kasur.
"Emangnya kamu diapain?" Tanya jevan
"Malas ceritanya, panjang lebar kali tinggi kalo diceritain.."
Jevan terkekeh, inilah meyra. Awalnya mengadu namun tidak ingin menceritakan secara detail aduannya.
Jevan menginjakkan kakinya dengan gagah ketika sampai di lokasi.
Ia mengedarkan pandangan nya dan tidak menemukan meyra.
Namun semenit kemudian, sebuah mobil datang dan berhenti tepat di samping mobil jevan.
"Eh pak jevan." Sapa queen. Jevan mengangguk ramah. Ia menoleh ke arah meyra yang tampaknya sedang grasak grusuk.
"Ehh kak. Lipbalm gue mana ya? Jatuh? Apa ketinggalan? Aduhh..." Ucapnya sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.
Ia bahkan tak sadar dengan kode kode dari queen.
Meyra sibuk misuh misuh dan itu semua tak luput dari pandangan jevan.
"Meyraaa... Pak jevan di depan Lo noh." Bisik queen
Meyra langsung mengangkat kepalanya.
"Ehh, halo pak jevan, halo kak yera." Ucapnya santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me
Novela Juvenil"tunggu aku bisa ngelihat lagi, kita tukeran posisi, aku yang bakal ngelindungin kamu dan selalu jadi garda terdepan kamu Ra." "dia lebih pantas buat jevan,bukan gue. tugas gue udah selesai Disini."
