30: The Hectic Moment

625 59 1
                                        

"Kami sudah melakukan penyelidikan. Namun, semuanya terasa mencurigakan, baik cuaca, medan, ataupun waktu yang berlalu seolah mendukung gagalnya penyelidikan ini. Kami hanya bisa membawa pulang ini."

Hiruzen mengangkat sebelah alisnya. "Kuda?"

Shikaku menganggukkan kepalanya. "Menurut keterangan Shishui dan Kakashi-beberapa hari yang lalu-, [Name] memang lebih sering bermisi dengan menggunakan kuda."

Hiruzen memperhatikan kuda hitam yang besar dan kokoh dengan begitu teliti. "Ini terlihat mahal. Kemungkinan besar, dugaanmu benar. Ini adalah milik [Name]. Bagaimana dengan keadaan di sana? Benar-benar tidak ada petunjuk?"

Shikaku menganggukkan kepalanya kembali. "Hanya ada sayatan simetris di beberapa badan dan dahan pohon. Shishui menambahkan jika Itachi memang lebih sering membawa pedang pendek. Kami menduga bahwa sayatan itu terjadi akibat usaha Itachi melindungi [Name]."

Inoichi menambahkan, "emosi yang saya baca dalam ingatan kuda itu adalah ketegangan, hokage-sama."

Hiruzen menghembuskan nafasnya kasar. "Masih abu-abu, ya? Bagaimana dengan jejak baunya? Ada perkembangan?"

Tsume menggelengkan kepalanya. "Suasana alam dan medan di sana begitu mendukung untuk menghapus bau yang tersisa."

Hiruzen menutup kedua matanya sejenak. Mengambil nafas dan istirahat dalam beberapa waktu sebelum melanjutkan tugas yang begitu menguras kepalanya.

Ketika Hiruzen merasa waktu yang diperlukan sudah cukup, lelaki renta itu meraih sebuah gulungan di laci nomor dua. Meletakkan gulungan itu di meja. Ia memperlihatkan sebuah bukti dengan suasana yang tentunya aman. Karena saat ini, kelimanya sedang berada di kediaman pribadi Hiruzen.

Tangan kanan Hiruzen memegang kepalanya yang kian berdenyut. Sementara tangan kirinya memainkan gulungan ke depan dan belakang. "Kalian tau apa ini?"

"Tidak, hokage-sama."

"Ini adalah gulungan yang seharusnya dibawa oleh [Name] dan Itachi."

Manik mata Shishui membola. Bagaimana bisa gulungan yang seharusnya di tangan [Name] dan Itachi, malah berada di desa?

"Gulungan ini ditemukan di ruangan kerja Danzo. Aku diberikan laporan oleh anggota ne kemarin malam."

Seketika Shishui bertanya, "jadi-"

Hiruzen menganggukkan kepalanya. "Ada kemungkinan bahwa insiden ini berkaitan dengan Danzo. Kemungkinan terdekatnya adalah politik desa yang sedang digunakan Danzo. Sialnya, targetnya adalah [Name] dan Itachi."

Inoichi menelan ludahnya kasar. Ia sudah merasakan sesuatu yang sangat ganjal di sini sebelumnya. Kini, perasaan itu semakin menguat. Bahkan memburuk. Inoichi tidak bisa memikirkan kemungkinan yang baik setelah ini!

"[Name] adalah uchiha dengan reputasi yang bersih. Bahkan disegani oleh hampir seluruh warga desa. Sementara Itachi adalah ninja berbakat. Apakah itu adalah alasannya?"

Hiruzen menggelengkan kepalanya. "Untuk saat ini, aku belum memahami alasannya, Tsume. Jadi, kali ini, aku perintahkan untuk misi baru, bagaimana? Kalian setuju?"

Seketika, Shishui menganggukkan kepalanya. Ia berujar dengan semangat yang diikuti oleh Inoichi, Shikaku, dan Tsume, "hai!"

[On Going | On Revision] Red Butterflies Soar [Itachi X Readers]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang