🍁 - chap 14

1K 48 10
                                        

hari yang cerah. cahaya matahari menembus jendela kamar, membuat ku terbangun dengan kesakitan.

"enggh.. sialan." aku duduk ditepi ranjang sambil mengelus punggung ku, rasanya sakit sekali karna kejadian kemarin malam.

aku melihat keadaan sekitar, tidak ada Kaito. kemana dia? "Kaito... kau diman-"

"A-" aku nyaris jatuh ketika hendak berjalan mencari Kaito, untungnya Kaito langsung muncul dan menahan diri ku.

"dasar bodoh, harusnya kau tetap diranjang." ucap Kaito sambil terus menahan ku, "diamlah.." balas ku dengan pelan.

__________
___


waktu berlalu dengan cepat, aku sangat bosan. Kaito sibuk sekali dengan game online nya sedangkan aku? aku bosan membaca buku entah kenapa.

"Kaito.."

"sebentar, Shin-chan. aku belum selesai"

"hm.."

lihat pembicaraan itu? pembicaraan macam apa itu, ugh.. lupakan saja aku malas.

aku akhirnya membiarkan Kaito tenggelam pada permainan bodoh nya itu, aku pergi ke kamar. memutuskan untuk tidur siang sebentar

istirahat sebentar tidak masalahkan?

____
_

sedikit lagi aku akan tenggelam ke alam mimpi, tapi gagal.

"Shin-chan.."

"Shin-chan.."

sialan itu, aku jadi gagal tidur siang dan menikmati istirahat ku.

"diam."

"Shin-chan, marah ya?"

"pikir sendiri."

"Shin-chan ku mohon, maaf aku ya? aku seharusnya tidak mengabaikan mu.."

"aku mau tidur, Kaito."

"maafkan aku dulu, Shin-chan.."

"engga, sekarang diam lah. aku ngantuk-"

"mhpp-..!"

sialan itu, sebelum aku sempat melanjutkan perkataan ku, dia membungkam mulutku dengan ciuman nya. biar apa si!

"nh.. Shin-chan udah ga marah kan?"

anak sialan, masih bisa ya dia bertanya seperti itu setelah membungkam ku!

"diamlah."

aku menghela nafas ku, melihat kearah jendela sambil mengusap wajah ku dengan malas.

"Shin-chan.."

bisakah dia berhenti membujuk ku sekali saja? aku cuma mau tidur siang-

"nhn-!.."

erangan kecil keluar dari mulutku, dia menciumi leher ku. oh ayolah biarkan aku tidur siang

"b-berhenti, Kaito.."

"tidak, Shin-chan tidak memaafkan ku."

ujarnya sambil terus menciumi leherku

"aku sudah memaafkan mu, bodoh.."

"bohong, Shin-chan bohong."

ish, aku sudah mengatakan bahwa aku sudah memaafkan nya kenapa dia masih tidak percaya dengan ku!

karna aku mulai muak dengan pembicaraan konyol ini, aku meraih bahu Kaito. memundurkan tubuhnya sedikit dari ku lalu memberikan nya tatapan tajam

"Shin-"

"diam."

_____
_

C14, n.
halo sayang, xixi

kalian masi nunggu update ku kan, maaf ya aku cancel remake wp nya (malas) OH IYA, maaf juga aku ngilang lagi sampe ganti tahun :D

a-a-aku lupa aku punya wp, hehe

"mine."    -     kaishin.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang