BAB ١٠

126 13 7
                                        

Assalamuaikum, Merhaba!

Jangan lupa mampir di Instagram mereka berdua, yaa 🤍
@m4rtab4k_manies/ HaWa

Jangan lupa mampir di Instagram mereka berdua, yaa 🤍@m4rtab4k_manies/ HaWa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Allah sudah menetapkan jalan hidup kita. Seburuk apapun menurutmu, takdir itu pasti yang terbaik meskipun kadang harus diterima dengan air mata."

~ author ~

Warning !!!
Baca nya pelan-pelan aja,
biar sampai ke hati
ke jiwa ke raga.

˚˖𓍢ִ໋🌷͙֒✧˚.🎀༘⋆

Awan yang berkumpul di langit siang ini seolah menghalangi sinar matahari, tetapi tak mampu mengusir panas yang menyelimuti.

Suasana toko Mang Bakso begitu ramai, riuh dengan suara pengunjung yang bercengkerama satu sama lain.

"Assalamualaikum, Mang. Warda bungkus dua bakso, ya," ucap Warda dengan senyuman, berdiri di depan etalase penuh dengan bakso yang menggoda selera.

"Waalaikumussalam, Ning Warda. Siap, silakan duduk, Ning."

Warda melangkah menuju salah satu bangku kosong di pojok ruangan, menghindari keramaian. Ia duduk dan memandang sekeliling.

Di sudut lain, sekelompok remaja perempuan duduk melingkar di sebuah meja, tampak asyik berbincang.

Warda mencuri dengar percakapan mereka yang samar-samar terdengar di tengah riuhnya suasana.

"Ihh, cepet banget ya mana habis ini skripsian," keluh salah satu remaja, memainkan sendok di tangan sambil menatap teman-temannya.

"Lah iya, bisa gak sih KKN itu setengah tahun?" sahut yang lain, tangannya menopang dagu, terlihat malas membayangkan.

"Lima tahun pun gue jabanin kalau serumah sama Hamza, hehe," celetuk remaja berambut panjang sambil tersenyum menggoda.

"Ihh itu mah gue juga mau kali," tambah seorang remaja dengan kuncir kuda, matanya berbinar membayangkan.

"Tapi Hamza itu tipe cowok yang lebih cocok jadi suami daripada pacar," kata seorang lagi sambil memutar-mutar rambutnya, terkesan memikirkan sesuatu.

"Kan emang suami gue itu," jawab yang lainnya dengan nada bercanda, membuat teman-temannya tertawa.

"Jangan gitu, siapa tau dia udah punya istri, nangis lo semua," ujar salah satu remaja, mencoba realistis.

"Kayaknya belum, deh," bantah yang lain, memainkan cincin di jarinya sendiri.

"Lo gak pernah lihat jarinya? Di jari manisnya aja udah ada cincin," sergah yang sebelumnya berbicara.

"Yang bener, lo?" tanya yang lain, matanya membesar penuh rasa ingin tahu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 18, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

HaWa [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang