38.

872 31 0
                                        

Satu persatu air mata Ares udah mulai turun, kilasan gambar yang buram itu kembali muncul namun kini sudah jelas.. varel segera memeluknya berusaha menguatkan Ares namun Ares malah makin menangis

Aland membiarkan Ares menangis, ia pun ikut sedih.. setelah hampir sejam Ares menangis akhirnya ia pun sudah tenang

" Kenapa kau baru mengatakannya paman? Mengapa? " Aland mendekati Ares

" Jika paman tau dari lama maka paman sudah membawamu menemui Jake ares, tapi paman baru mengetahui fakta ini 3 hari yang lalu " Ares hanya menunduk.. ia tak tau lagi harus bagaimana.. di lain sisi ia sangat senang mengetahui fakta tentang kilasan gambar yang selalu mampir ke pikiran nya, namun di sisi lain ia pun sedih

' kenapa gue ga ingat apa apa anjir tentang masa lalu gue?.. apa jangan jangan ingatan gue ilang setelah kecelakaan itu?, tapi kok bisa '  Ares masing bingung

" Sudah Ares jangan terlalu dipikiri..paman tetap akan menganggap mu sebagai putraku.. " aland memegang kedua bahu Ares

" Tapi aku ingin namaku diganti paman, aku ingin orang orang memanggil namaku bukan nama vares " aland berpikir sejenak

" Baiklah aku akan mengumumkan nya nanti..tapi aku masih ingin mengetahui siapa saja yang selama ini kau temui "

" Ya aku punya 3 sahabat, dari dulu aku selalu menganggap mereka saudara...dan oh ya bisakah mereka juga tinggal disini paman? "

" Bisa dengan syarat kau harus tetap menjadi putraku, kau harus tetap.memanggilku ayah dan menganggap varel sebagai kakakmu " Ares mengangguk

" Pasti Daddy.. aku ke atas dulu "

" Tunggu Ares " panggil seseorang yang baru saja tiba di mansion aland... Ares memutar tubuh nya untuk melihat ke sumber suara

Tap..tap..tap..tap
Seseorang dengan pakaian formal, kedua tangganya bertengger di saku, memakai topi dan kacamata hitam

' siapa lagi ini? '  Ares terbingung bingung

Orang tersebut berhenti tepat di depan Ares.. aland dan varel sendiri pun bingung siapa orang yang datang ini

" Siapa Lo, gue ga pernah kenal elo ya sebelumnya " orang tersebut menampilkan smirk di wajah nya, ia pun membuka topi dan kacamata nya

" Kau.. Mr. Jake?.. jangan bilang kau adalah pamanku? "
Jake mengangguk.. Ares segera memeluknya

" dari mana saja kau Jake? " Tanya aland

" Maaf karna sebelumnya aku menghilang begitu saja.. aku sedang mencari informasi terkait suatu hal...." Ares melepas pelukannya

" Jangan bilang paman sengaja menyuruh ku menangkap kelompok Tiger? " Jake mengangguk

" Aish paman ini... kenapa paman tidak jujur saja padaku dari awal? " Jake terkekeh

" Sudahlah abaikan masalah itu ares karna paman punya informasi yang sangat penting untuk mu "  Ares mengerutkan keningnya

" Ini berkaitan dengan adikmu Aska."

" Apa.. dia kenapa paman? " 

" dia tinggal di daerah kumuh.. dia juga sering di perbudak oleh preman preman di sana "

" Hah!? Apa apaan mereka.. cepat bawa aku ke sana paman, aku akan membawa adikku kembali padaku " Ares sudah sangat percaya diri namun ia malah mendapat geplakan dari Jake

" Shhh paman kenapa kau memukulku? "

" Jangan bodoh Ares...lihat sekarang ini sudah jam berapa " Ares melihat jam yang bertengger di dinding ternyata sudah jam 00.31

" Aku tidak peduli paman aku ingin membawa adikku kembali "...

" Jangan bertindak gegabah Ares, pada saat dia di culik dia masih berumur 2 tahun.. dia tidak mungkin mengingatmu.. "

" Jadi? Aku harus bagaimana paman? " Jake menghela nafas

" Kau pergilah tidur, besok paman akan memberikan beberapa barang yang bisa kau pakai sebagai bukti pada Aska " Ares sempat ingin protes

" Tidak ada tapi tapian.. cepat pergi ke kamarmu "

" Hmm baiklah, aku pergi." Ares pun berjalan menuju lift

Sesampainya di kamar nya, ares tersadar akan satu hal

" Anjing hp gue mana Cok! " Ia segera berlari menuruni tangga.. Jake,aland dan varel yang masih berbincang bincang di ruang tamu kaget dengan panggilan vares

" Daddy!! "

" Apa Ares, kau kenapa? "

" Hah..huh..hah..huh.. seh..Ben..tar.. " Ares menarik nafas sedalam dalamnya

" Kenapa kau tidak naik lift Ares? " Tanya varel

" Aku lupa.. heheh " mereka bertiga menggeleng kan kepala

" Daddy dimana hp ku? "

" Oooh bentar,, nih hp Lo " varel mengambil hp Ares dari saku celananya

" Trima kasih bay.." Ares kembali berlari

" Naik lift Ares!! " Triak varel

" Eh iya .. makasih kak "

Room chat
Gama monyet 🐒

Res jangan lupa balik ya    ²⁰'¹⁵
                                               
Kok lu belum balik sih res?
lo lupa jalan pulang ya?    ²²'²²
                                             
Cepet balik res adek lo ini
udah histeris dari tadi   ²²'⁵⁶
                                         
Kalo lo ga balik malam ini
gue ga bakal anggap lo
saudara gue lagi ya Ares    ²³'⁴⁵


Iya gue balik bentar lagi  ⁰⁰'⁵⁵   .✓



Room chat
Gavin

Res gue tunggu lo balik
ke markas titik   ²²'⁵⁹

Ya.,iya gue balik ntar lagi    ⁰⁰'⁵⁹    .✓✓

" Wah parah nih si samudra ga ada nge chat gue njir... Udah kaga sayang lagi mungkin dia ama gue "  vares pun segera menuju lift

" Daddy .... "

" Hmm. Kau mau kemana ares ini sudah larut malam " Ares tersenyum

" Markas dad, nak pinjam motor boleh? "

" Jangan kasih yah, dia kalo udah bawa motor pasti ugal ugalan, trus kecepatan nya diatas rata rata yah " ketus varel

" Udah biar aman pake mobil aja ya res " Ares segera menggeleng

" Ga ahk dad... Pake mobil tuh ribet...plis ya ya ya, "

" Udah land kasih aja "

" Lo yakin Jake? " Jake mengangguk

" Ya udah nih pilih sana " Ares segera berlari menuju parkiran

" Makasih Daddy "

10 menit kemudian..

Brum.. brumm... Bruuuum

Ares Nyampe di mansion pukul 01.41, seharusnya perjalanan ke markas itu 45 menit dengan kecepatan normal. Tadi di Ares berangkat dari rumah ke markas itu jam 01.18

Pintu mansion, Ares buka dengan sensor sidik jari jempolnya. Ares ngeliat ketiga sahabat nya itu ketiduran di ruang tamu dengan tv yg menyala, hatinya sedikit tersentuh

" Hadeuh ni bocah bocah ya .. hoamm, ngantuk juga gue " akhirnya mereka berempat tidur di ruang tamu

Sekian dulu chapter kali ini, see you next chap bay bay

second life Bl Lokal. End✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang