S2. four

632 24 2
                                        

" dad! Bang Ares.." alnd membuka pintu dengan kasar

" Kenapa.!? Are....Ares putra ayahh, akhirnya kau sadar nak..dok tolong periksa kondisi keseluruhan nya " dokter Gerald ( dokter yang selama ini menangani Ares ) mengangguk ia berjalan lalu membuka seluruh alat yang ia butuhkan di dalam tas nya
......

" Hmm..ini sangat sangat mustahil, dalam perkiraan medis, Ares tidak akan bisa bertahan lebih lama dari 2 bulan akibat luka yang menggores jantungnya "

" Namun jika Tuhan sudah berkehendak, maka tidak ada yang mustahil...kini kondisi nya sudah semakin membaik, luka pada jantungnya sudah tertutup, namun.."

" Namun sepertinya dia akan mengalami lumpuh sementara akibat terlalu lama tertidur "

" Apakah bisa disembuhkan? "

" Bisa dengan erapi dalam beberapa Minggu, tapi jangan terlalu dipaksa, biarkan otot ototnya memproses dengan bertahap " aland mengangguk

" Dan untuk sekarang semuanya sudah normal, tolong temani dia selalu, ajak dia berbicara dan bercanda... Sekali 2 hari ajak dia berkeliling sambil berjemur di bawah matahari "

" Baik dok, trima kasih " Gerald mengangguk sambil tersenyum tulus

" Sama sama , say ikut bahagia atas pulihnya nak Ares, ee saya permisi ya tuan aland "

" Baik dok mari saya antar... Kalian temani Ares dulu " varel mengangguk

" Bang, Abang bisa dengar suara Aska ga? Haloo bang Ares.. "

" Kalian siapa? "

" Kami siapa? Bang ini Aska bang, adeknya Abang.. ini bang varel anak Daddy aland " Ares memegang kepalanya,

" Adek? Abang? Sejak kapan saya punya keluarga "

" Banggg jangan gini lah bang, masa Abang ga ingat sama Aska? Bang, Aska ini adek kandung Abang lo " Aska merengek layaknya balita yang ingin di belikkan mainan

" Puftttt hahhaahha setelah ku tinggal begitu lama, ternyata kau jadi manja begini ya " Aska berhenti merengek, kini ia beranjak dari tempatnya dan pergi

" Lah, dek.! Aska, kok malah pergi sih " varel menggeleng kan kepalanya sambil terkekeh

" Lo ya res.. udah bikin orang nunggu berbulan bulan, sekarang malah pura pura lupa ingatan.. mampus lo, tuh si Aska ngambek " varel duduk di sesi ranjang

" Yee gue kan mau liat reaksi dia...ternyata lucu banget, persis kek mommy ana kalo lagi ngerengek ke Daddy...bener bener wajah mommy banget dia " Ares dan varel tertawa kecil, sedangkan di balik pintu kamarnya Aska tersenyum lebar mendengar penuturan dari saudaranya itu

" Ya, gue emang mirip banget sama mommy bang tapi dari segi sifat gue lebih dominan ke Daddy tau " Aska pun berlalu dari sana

" Bang rel gimana kondisi bloody shadow? Yang bertanggung jawab siapa? "

" Gavin yang memimpin, tapi dia ga mau naik jabatan, dia tetap memilih menjadi wakil, karna posisi ketua hanya bisa di isi olehmu, cepatlah membaik agar kau bisa kembali bersekolah "

" Ku dengar dengar lio menjadi pria dingin yang tak tersentuh, sampai sekarang dia masih menunggumu, beberapa kali aku melihat dia ke club untuk menghilangkan pikiran nya tentang mu "

" Bukan karna dia tidak mencintai mu lagi, justru karna dia sangat mencintai mulah dia berubah..tidak ada satu orangpun yang bisa menjadi pendamping nya selain lo res " varel menepuk nepuk bahu Ares

" Cepat sembuh oke? Jangan patah semangat " Ares mengangguk

" Mnn makasih bang, eh tolong bujuk Aska ya bang, ada hal penting yang harus ku sampaikan padanya "

second life Bl Lokal. End✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang