S2. ten

402 14 2
                                        

Mpls nya kan diadain seminggu, nah ini udah hari terakhir dan selama 6 hari ini juga lio nahan diri buat ga bantuin vares sampe sampe hatinya ikut tersayat ngeliat vares yang beberapakali ke gap dia pas lagi nangis di toilet

Rencana nya sih hari ini dia mau balas dendam sama si Bantara, lio pastikan kai ga bakal bisa ngehalangin dia lagi, Bantara harus nerima rasa sakit yang berkali kali lipat dari yang dirasakan oleh vares

Setelah barisan bubar dan seluruh murid kelas 10 dipersilahkan untuk pulang ke rumah masing masing, lio langsung ngikutin Bantara

" Lo mau kemana li " tahan kai

" Lo udah tau pasti gue mau apa kan? " Lio menghempas kan tangan kai dengan kasar
" Loop me niet meer in de weg Kai, deze keer zal ik ervoor zorgen dat hij vele malen een beloning ontvangt "  kai hanya bisa diam, dia sudah tidak mau ambil pusing dengan urusan lio

' Jangan menghalangiku lagi Kai, kali ini aku akan memastikan dia mendapat imbalan berkali-kali lipat ' terjemahan bahasa Belanda...

" Natuurlijk Lio, ga je gang, ik zal je niet meer in de weg lopen.  Ik ben dit beu " lio tersenyum sinis mendengar balasan kai

' Tentu saja Lio, silakan saja, aku tidak akan menghalangimu lagi.  Aku sudah muak dengan ini ' terjemahan....

" Goed "

' Bagus '

Baru beberapa langkah di pijakkan lio, dia mendengar suara teriakan dari atas, suara yang tak asing baginya, suara yang selalu dinantikannya untuk menyapanya

" hei kalian semua !! "

" Vares " gumam lio terdiam melihat vares yang berdiri di pinggir batas roof top sekolah

" Woi apa yang mau kau lakukan culun ! " Teriak Bantara yang berada tak jauh dari lio

' lihatlah apa yang di lakukan nya di sana ? '

' iya itu sangat berbahaya '

' apakah dia sudah gila '

' astaga cepat panggil guru atau OSIS '

' hei lihat lah di atas sana '

' seperti nya dia akan melompat '

Suara suara ricuh dari seluruh siswa yang masih berada di sekitar lapangan sekolah  itu mulai memanas

" Aku benci hidupku , aku benci , aku sudah tak ingin lagi hidup , aku sudah lelah, aku ingin pergi bersama ibuku !!" Teriak vares emosi

" Ibu tunggu aku , aku sangat merindukan mu " ucapan lirih dan tatapan kosong menghadap langit itulah detik terakhir sebelum vares terjun bebas ke bawah dan lio tidak sempat menangkapnya.. vares tergeletak penuh darah tepat di hadapan

" Vares!! " Kondisi Ares sekarat karna kehilangan banyak darah, lio langsung sigap membawa Ares ke RS terdekat, setelah dari sana lio balik lagi ke sekolah buat nyari bantara

Nah pas dah jumpa sama si Bantara yang kebetulan masih nongkrong di kelasnya buat ngomongin masalah si vares yang lompat barusan

Tanpa babibu lio langsung nge hajar Bantara, bahkan Bantara di seret ke tempat vares tergeletak penuh darah  tadi, Beberapa menit para guru dan OSIS serta kai dan kasa mencoba untuk menahan lio, tapi susah banget, lio kayak bukan manusia, asli deh

Trus hampir setengah jam akhirnya lio berhenti sendiri dan Bantara langsung di larikan ke RS buat di tindak lanjuti

Lio kena skorsing selama 1 bulan ga boleh sekolah dan harus di bawa ke psikolog, bukti bahwa lio bener bener di bawa ke psikolog itu harus ada dan dikirim ke pihak sekolah selama masa skorsing nya berlangsung

Setelah lio kembali ke sekolah, tidak ada lagi yang berani berinteraksi dengannya, semua orang takut, makin takut pula lah mereka karena seminggu setelah lio kembali bersekolah dia malah ngajuin diri jadi ketua kelas

Minggu demi Minggu berlalu dan akhirnya cintanya kembali hadir dengan gaya yang berbeda, lio tak peduli dengan penampilan nya, dia hanya tertarik dengan mata vares yang begitu menenangkan untuknya

Mata vares bagaikan bius yang dapat menenangkan nya dia saat pikiran nya sedang berkecamuk riuh

Dan hari hari selanjutnya berputar hingga detik ini...

Flashback off..

" dan untungnya kamu beneran jadi milikku Al "

" Of course dong, kamu memang harus sama aku "

' tapi gimana kalo kamu tau, yang di dalam tubuh ini bukan vares yang kamu suka El, mungkin kamu bakal benci sama aku kan El? ' walau wajah nya menampilkan dimple yang manis, hal itu berbanding terbalik dengan hati Ares

' aku tau kamu bukan vares yang ku maksud, tapi aku tetap mencintaimu Ares '

" Al kamu ga mau jujur? " Ares terdiam cukup lama, pikiran dan harinya tidak sejalan

" Ee.. jujur tentang apa ya El? "

' maaf El tapi aku belum siap, aku belum siap kehilangan kamu '

' kenapa Al? Kenapa kamu ga mau jujur? Haruskah aku yang mengatakan kejujuran nya? Hahh... Mungkin kamu belum siap, tapi kenapa? Kamu nganggep aku pacar kamu ga sih? '

" Aku.." ucapan lio terpotong karna Ares langsung nyerocos

" Eh kita dah dekat, kode apart kamu apa El? Kamu bisa jalan ga? Aku papah aja ya? " Sebenarnya Ares tau kode apart lio dia cuman ngeles aja

" Aku aja yang buka, aku juga bisa jalan sendiri "  nada ucapan lio terdengar ketus, itu membuat Ares tak tenang

' kamu marah? ' ingin sekali Ares bertanya tapi Ares takut pertanyaannya akan memperburuk mood lio

Setelah tiba di parkiran lio langsung pergi begitu saja tanpa mendengar ucapan Ares

" Kam... Ehh El! Tunggu El! "  Ada sedikit rasa kecewa yang timbul dari perasaan ares, segampang itukah lio membencinya? Ini belum seberapa ketimbang Ares jujur tentang dirinya dan hidupnya

" El? El? Kamu dimana El? " Terdengar suara air yang mengalir dari dalam kamar lio

" Mandi? Liat makan ajalah dulu " sampai di dapur bukan makanan yang di dapatinya pertama kali tapi barang barang yang berantakan

" Dia beneran tinggal disini? Kok bisa njir, botol minum berserakan, piring belum dicuci, kulkas? Behh lengkap sudah kegilaan anak ini .. hahhh gue beresin ajalah dulu, sesak banget rasanya kalo di biarin "

20 menit berlalu lio belum juga keluar dari kamarnya, bahkan kerjaan Ares udah hampir selesai

" Baby i'm.. dancing in the dark.. you between my arms, barefoot on the grass.. listening to our favorit song nananna " suara merdu Ares memenuhi dapur

" Nahhh siap! Kalo gini kan baru enak masak masak nya..  emm kira kira masak apa ya? Aha! Mie gor../ ga usah "

" Ha? Apa El? Gausah apaan? "

" Gausah masak, aku dah mesen go food, mandi aja sana "

" O..oh.. o...oke  " terdengar helaan nafas berat dari Ares

' huhhh beneran ngambek ya El? '  diam diam lio mengikuti Ares ke kamarnya. Bukan mau ngapa ngapain ya, hanya mau nyiapin baju buat Ares aja
_________________________

Hello everyone!! Ada yang punya pasangan kayak si lio ga nih? Tukang ngambek, dikit dikit ngambek padahal udah gede juga. Untuk end nya mungkin sisa 10 bab lagi ya, tatatititutuuu

second life Bl Lokal. End✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang