Folow dulu sebelum membaca⚠️⚠️
"aku suka mawar hitam abadi dalam kegelapan semenjak semuanya berubah"
"No!. Tuan putrinya aland itu selembut bunga rose pink. kamu harus bahagia dan berhak atas segalanya"
Audrey Caca Alexa Corolline gadis cantik dan...
"kamu sempurna di mata manusia, terutama di mataku"
~ Vicky Aland Alexandro Alvarendra ~
****
Caca duduk di samping bankar aland. dia memandang wajah pucat lelaki itu, berusaha menahan rasa sesaknya. "Vicky aku datang lagi," ucapnya dengan mengulas senyum tipis kepada aland.
"Udah seminggu kamu tidur, Gak bosen tidur terus?" tanya caca melihat kondisi aland.
"Iky ayo ngobrolin hal seru lagi," pinta caca seraya memegang tangan aland erat. "Kamu gak kangen aku."
Mata gadis itu sudah mulai berembun. "Jangan sakit lagi, aku juga gak suka," lirih caca pelan.
"Tolong buka mata kamu," lirih caca lagi perlahan air matanya lolos menetes hingga mengenai tangan aland yang caca pegang.
"You really like making me worry, don't you?" tanya caca dengan matanya yang sembab.
Air mata caca semakin mengeluruh deras lalu menjatuhkan kepalanya di samping aland yang masih terpejam. "Come on, wake up. He said he wanted to see the moon together."
"Do not go! I know you are strong babbee pwesee," caca mengusap air matanya yang membasahi kedua pipi nya seluruh tubuh caca bergetar akibat menangis terlalu lama.
"Tuhan, tidak apa jika engkau berantakan hari-hariku tapi aku mohon, jangan engkau berantakan hari-hari lelaki ini, lelaki yang selalu membuatku tersenyum setiap hari, jangan berantakan isi kepalanya, jangan sesekali berantakan jalan untuk menuju tujuannya, jangan kasih ia cobaan yang membuat dia letih, dia anak yang sangat baik, karna dia lelaki kecil yang butuh ketenangan," Pemohon caca tangisnya segugukan
Jari-jari aland mulai bergerak bahkan ia berusaha perlahan membuka matanya seperti aroma obat-obatan ia tersadar lalu mengusap pucuk kepala gadis itu lembut.
"Ikyy..." lirih caca pelan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Caca tersadar dari lamunannya membuat kedua matanya tidak berhenti berkedip jantungnya seketika berhenti berdetak mendengar suara yang ia rindukan kemudian gadis itu segera memanggil dokter untuk menangani lelaki itu. Sebuah keajaiban ia rasanya ingin memeluk lelaki itu erat sangat erat.
Caca mematung beberapa detik lalu ia segera melangkah untuk keluar tetapi lengan nya di cekal oleh lelaki itu tersenyum tipis. "Temenin aku jangan kemana-mana ya Tuan Putri," titah aland.
Caca menatap dokter lalu dokter tersebut mengangguk tidak apa-apa. "Kesehatan kamu sudah normal jauh lebih membaik dari sebelumnya mujizat Tuhan itu nyata dan kamu hanya butuh istirahat saja dan tiga hari kamu boleh pulang," ucap dokter kepada keduanya.