03 ; PMR dan Bertemu Mantan

29 7 0
                                        

"Kemarin kalian sudah lihat pertunjukan eskul di SMP 98 ini. Jadi sudah saatnya kalian memutuskan akan masuk ke eskul apa," ucap Perempuan berompi merah itu.

Masuk eskul apa ya?

Pandangannya tak teralihkan dari lembaran kertas putih yang berisi daftar eskul itu.

Tring!

Ponselnya berdering. Suara notifikasi terdengar. Diam-diam ia membuka handphone miliknya.

novan

Woyy
Nayaaa
Gue masuk eskul PMR loh😈😈😈
Lo masuk eskul apaaa??

Belum tau

Yodah daripada Lo Gaada eskul
Mending lu ikut gue
Join PMR😈😈

Hmm

Setelah itu. Ia kembali menyimpan telepon genggamnya.

Apa ikut PMR aja ya?

**
"Yahh ... Daripada gaada eskul ...." batinnya. Berjalan keruang kelas VIIB-Ruang Pertemuan PMR.

Dijalan, lagi dan lagi ia bertemu Novan. Jangan harap ia tenang jika ada cowok itu. Disepanjang perjalanan, ada saja kelakuannya dalam menganggu Naya.

"Lo disini juga?" ucap Novan pada cewek itu.

"Iya, ambil stok obat-obatan nih," balasnya.

"Nama kamu siapa," ucap Temannya Novan.

"Nama aku Naya." Naya menjawab dengan ramah. Temannya itu hanya tersenyum.

"Gue duluan ya!"

"Iya!" balas kedua remaja itu bersamaan.

"Bayarin kas gw nah nay," goda Novan menaik turunkan alisnya.

"Enak betul bayar sendiri!"

Novan kembali menjawab
"Jahat kamu." Novan memasang muka cemberut.

***

Setelah membayar uang kas, latihanpun selesai. Naya dan Novan jalan bareng ke luar sekolah untuk menunggu jemputan.

Disana, mereka bertemu dengan-Alan-teman mereka dari SD pupus yang saat itu juga ikut PMR

Naya ingin duduk di tempat penjemputan tapi malah Naya duduk dimeja lalu Novan pun bilang.

"Itu meja loh!" ucapnya dengan nada sinis

"Sini na duduk!" ajak Naya.

Alan mengangguk.

"Lo duduk sini aja!"

Naya menggeleng. "Bisa ga sih? Jangan kayak mau ajak orang betumbuk!"

"Iya-iya!" ucap Novan. Memutar bola matanya malas.

"Cieee yang ketemu sama mantannya." Novan mengejek.

Naya yang sudah tidak membendung kekesalannyapun memukul Novan.
Novan pun kesakitan.

"Bisa ga sih? Gausah ngeselin satupun hari aja!"

"Gabisa wlee!"

Alan yang melihat itu hanya bisa menggeleng. Kaya kucing sama tikus aja.

NOVANDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang