Jennie bertekad untuk menghilangkan kepolosan yang ada di tubuh Lisa dan karena itulah dia mengatakan pada gadis jangkung itu bahwa dia akan menunggunya di kamar mandi sepuluh menit lagi.
Begitu Jennie tiba, dia memastikan ruangan itu kosong. Untungnya waktu makan siang sudah berlalu sehingga itu semakin mendukung rencana jahatnya.
Jennie berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia melakukan segalanya demi Lisa agar Hani berhenti memperlakukan gadis polos itu seperti anak kecil.
Tapi Jennie juga tidak bisa berbohong kalau dia sangat ingin bercinta dengan Lisa sehingga dia membuat rencana gila itu. Dia ingin mengubah Lisa menjadi orang brengsek dan dia sendiri yang akan menjadi orang pertama yang menikmatinya.
Jennie sebenarnya tidak terlalu yakin kalau Lisa akan muncul untuk menemuinya. Gadis itu malu dengan segala hal, jadi kenapa dia mau muncul jika dia tahu kalau Jennie ingin menyelesaikan apa yang mereka lakukan di rumahnya? Konyol sekali jika di pikirkan, tetapi setidaknya dia harus mencobanya.
Jennie tahu kalau rencana itu gila, tapi dia benar-benar membutuhkan Lisa untuk bercinta sambil memukul pantatnya dengan keras, karena jika tidak, dia tidak akan bisa tenang.
Jennie tahu kalau Lisa mencintai Hani. Dia yakin perasaan itu tidak akan bisa dihapus meskipun dia telah bercinta ribuan kali dengan Lisa. Tapi itu tidak masalah karena dia juga tidak punya waktu untuk menjalin hubungan.
Baginya, berpacaran hanya membawa masalah, cemburu, rasa takut, rasa sakit, banyak beban, kecewa dan ujung-ujungnya mengalirkan airmata.
Jennie tidak bersedia melalui hal itu... Tidak lagi.
Gadis seksi itu berdiri di depan cermin sambil menunggu Lisa. Dia tidak ingin terlalu berharap, karena kemungkinan besar Lisa tidak akan datang. Namun bagaimanapun juga, dia harus tampil 'sesopan' mungkin.
Jennie merapikan rambut dan membuka satu kancing blus yang dia kenakan, agar tulang selangka dan belahan dadanya terlihat lebih jelas. Dia ingin membuat Manoban tidak punya pilihan lain selain membantingnya ke dinding dan menidurinya dengan tak terkendali.
Beberapa menit kemudian Jennie menyerah. Sudah jelas kalau Lisa tidak akan menemuinya, jadi kenapa dia repot-repot menunggunya?
Jennie membasahi tangannya sedikit dan dia bersiap untuk kembali ke kelas, namun pada saat yang sama, pintu kamar mandi terbuka secara perlahan, memperlihatkan seorang gadis yang sedang menatap ke lantai dengan malu-malu.
Sialan! Lisa terlalu manis untuk Jennie yang sangat hot 🔥
Jennie menatap gadis polos itu sambil mendekatinya dengan hati-hati. Hal pertama yang dia lakukan adalah bergerak ke pintu untuk menguncinya sehingga tidak ada yang akan mengganggu mereka.
Lisa terus menghindari tatapannya sambil menggosok tangannya sendiri dengan gugup. Gadis itu terlihat seperti rusa kecil yang tak berdaya di hadapan serigala besar yang jahat dan lapar.
"Aku pikir kamu tidak akan datang," bisik Jennie dengan senyuman mesum di wajahnya.
"A-ku... aku rasa... aku..."
Lidah Lisa terasa kelu, sedangkan Jennie menggigit bibirnya. Dia harus bertindak cepat sebelum gadis istimewa itu menyesali apa yang akan mereka lakukan.
Jennie mengambil tiga langkah ke arahnya, sementara Lisa masih tidak bisa melihat ke atas, jadi Jennie mengangkat tangannya dan dengan hati-hati, dia membelai jari-jari panjang Lisa untuk membuatnya merasa nyaman.
Dia benar-benar berharap ada jiwa 'maniak seks' dalam diri Lisa sehingga itu akan membuat segalanya lebih mudah baginya.
"Apa kamu tahu apa yang akan kita lakukan?" Jennie bertanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD BITCH (G!P)
Fanfiction[WARNING! 🔞] Lisa menelan ludahnya dengan keras sambil berusaha untuk tetap tenang. "Apa yang kamu lakukan Jennie?" Gadis bernama Jennie tersenyum mesum sambil menggigit bibirnya agar tidak tertawa. "Bermain." jawabnya. Lisa kemudian menunduk d...
