Mohon untuk yang mampir ke cerita ini
untuk selalu vote dan komen (hargai penulis)
...
Menikah dengan seseorang yang kita cintai adalah anugerah tapi ketika kita tidak bisa mempunyai anak karena nya, bisakah tetap kita bilang anugerah?
punya hutang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat menikmati
Jangan jadi pembaca gelap!!!
!! Mohon untuk sempat kan komen !!
• • •
Satu persatu alat medis berbagai jenis itu Jimin susun di atas nampan besi , tangan nya yang dingin terselimuti oleh lapisan putih sarung tangan latek.
Tes
Tes
Beberapa tetesan cairan dari suntikan yang dia pegang membasahi lantai, yang dalam hitungan sekian detik suntikan itu telah siap.
Ketika hendak Jimin menusukan di atas kulit lengannya tangan Jimin tertahan "selamatkan saja anakku Jim biarkan dia hidup, lebih baik aku saja yang mati nanti nya " Jimin tidak menjawab fokus nya lebih tertuju pada jarum suntik yang langsung dia sentakan di lengan Tzuyu.
Lengan mulus Tzuyu yang mulai keluar cairan merah Jimin tahan menggunakan kapas, dengan seringai di wajahnya Jimin menekan kuat bekas suntikan nya tadi.
"Aniyo sayang hanya kau yang bisa dan akan aku selamatkan"ucap Jimin melepas kembali kapas yang berada di lengan Tzuyu.
Mata Tzuyu telah terpejam saat kata yang Jimin keluarkan hendak menerpa indra pendengarannya.
Cup
Entah sengaja atau tidak Jimin menempelkan bibirnya secara lama di atas kening Tzuyu yang telah terlelap karena reaksi bius yang tadi disuntikan oleh Jimin, nampak tidak seberapa jauh ada sesosok mata cantik yang ternyata Jimin ketahui keberadaan nya.
Cekrek
Suara itu ya Jimin menantinya terdengar di gendang telinga yang setelah nya tepat itu juga Jimin menarik kembali bibirnya.
Tak
Seolah sengaja Jimin berbalik cepat tapi terlihat terkejut "siapa itu?" tanya Jimin setelah mendengar barang terjatuh dari arah belakang nya, mengambil gerak cepat Jimin pura-pura hendak berbalik.
Sesuai dugaan Jimin melihat pintu ruangan berpintu besi itu sedikit terbuka menandakan ada orang yang telah keluar dari dalam ruangan.
Jimin berjalan mendekati tempat suara barang terjatuh tadi, dirinya mencium bau strawberry yang sangat dia kenali. Menarik sudut bibirnya melempar tatapan puas akan apa yang dia tangkap.
Sudah kuduga itu dirimu Jennie Kim
Tertawa singkat Jimin memandang benda yang sempat dia ambil "bahkan jepit rambut mu terjatuh saking seru nya memata mataiku hm" ini bukanlah hari yang sama dengan kemarin Taehyung menyetujui operasi Tzuyu sudah lepas satu bulan, jangan tanya mengapa tertunda begitu lama padahal saat itu sudah Jimin bilang harus secepatnya karena jawabannya satu Tzuyu yang menolak.