Mohon untuk yang mampir ke cerita ini
untuk selalu vote dan komen (hargai penulis)
...
Menikah dengan seseorang yang kita cintai adalah anugerah tapi ketika kita tidak bisa mempunyai anak karena nya, bisakah tetap kita bilang anugerah?
punya hutang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat menikmati
Mohon bagi para readers jangan jadi pembaca gelap tinggalkan jejaknya !! Vote and comment !!
• • •
Brugh
Badan mungil Jennie berhantaman hebat dengan tembok yang keras tanpa penghalang apapun Taehyung lah yang membanting Jennie sebegitu kerasnya. Ringisan sakit terdengar dari mulut Jennie tanpa berkutik pandangan Taehyung acuh saja, lurus ke depan begitu panik saat memandang tapi tidak begitu dengan orang yang dia lukai.
Brak
Baru ketika pintu besi di depan mereka terbuka Taehyung berbalik menatap Jennie yang masih saja meringis memegang punggung, tapi jangan berekspektasi tinggi si pria angkuh ini berbalik bukan untuk meminta maaf apalagi berbasa basi Taehyung ternyata berbalik malah untuk membuat badan Jennie semakin merasa sakit.
"Ikut denganku" sama halnya dengan di taman beberapa waktu lepas tangan nya di tarik lagi dan kali ini Taehyung melakukan nya lebih kasar.
Brugh
Sekali lagi badan Jennie yang masih sakit di lempar sangat keras walau berbeda tidak ke arah tembok sekarang lantai lah yang menjadi alasan punggung Jennie.
"lihat lah apa yang terjadi karena ulahmu, lihatlah!!!"tunjuknya pada sesosok wanita cantik berbibir pucat pemakai alat yang tidak bisa di katakan sedikit "kau membuat nya makin menderita asal kau tahu"kaki Taehyung mendadak berjalan maju ke arah Jennie seolah ingin si gadis merasa terpojokan dan benar saja.
Jennie terpojok langkah Taehyung semakin dekat ke arahnya yang bahkan untuk berdiri masih tidak kuat "berhenti apa yang ingin kau lakukan?" mata Jennie terpejam smirk Taehyung terlihat saat dia bertanya. Memegang ujung baju nya kuat-kuat sambil menggigit bibir Jennie sudah tidak ingin melihat mata elang yang menatap penuh arti ke arahnya itu.
Prokk
Prokk
Prokk
Bak orang sakit jiwa Taehyung tertawa renyah menepuk tangan nya tepat di depan muka Jennie, menarik dagu Jennie atau lebih tepat mencengkram nya dan itu sedikit membuat cukup dekat yang bisa lebih tertuju pada kata intens.
Ya bibir ranum milik Jennie hanya berkisar satu senti dari bibir tebal Taehyung itu pun karena sudah berusaha keras Jennie mendorong bahu si pria yang bahkan tidak tergerak oleh dorongan nya.
"Menjauhlah tolong menjauhlah jangan seperti ini"berteriak keras sampai badannya makin lemas pun sepertinya tidak berguna sebab Taehyung bukannya menjauh malah makin dekat "hahaha... hanya dibuat begini olehku saja kau takut-" dekat untuk tertawa lepas di depan muka Jennie yang kini menatap nya bingung "bagaimana bisa kau punya rencana balas dendam kepadaku"