Mohon untuk yang mampir ke cerita ini
untuk selalu vote dan komen (hargai penulis)
...
Menikah dengan seseorang yang kita cintai adalah anugerah tapi ketika kita tidak bisa mempunyai anak karena nya, bisakah tetap kita bilang anugerah?
punya hutang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat menikmati
Mohon tinggalkan jejak !! Vote and comment !!
• • •
"Taehyung cepatlah ambil keputusanmu!!"Jimin yang sedari tadi menunggu Taehyung mencoret kan kalimat persetujuan mulai merasa jengah.
Beranjak satu jam dari Jimin yang telah memanggil Taehyung ke ruangan nya ,hanya sekedar menandatangani surat persetujuan itu. Namun seperti nya sekedar untuk seorang Jimin bukan berarti sekedar untuk Taehyung masih saja tangan nya tidak beranjak dari keterdiaman.
Bagian terakhir surat yang harusnya sudah tertutupi oleh tanda tangan Taehyung masih kosong dan malah terbasahi oleh tetesan air mata Taehyung yang menandakan ketidak siapan nya untuk mengambil keputusan saat ini.
Tuk!!
"Aku tidak bisa" untuk ke 50 kali nya kata itu keluar dari mulut Taehyung sejenak dia memberi tatapan lelah pada Jimin "bisakah aku memilih keduanya Jim?" sosok pria park itu seketika terdiam seribu bahasa dirinya kini juga merasa bingung.
Jujur Jimin juga akan berpikir egois saat ini jika dirinya berada di posisi yang sama dengan Taehyung tapi dirinya juga haruslah tetap profesional dalam pekerjaan nya dirinya tidak boleh terbuai rasa empati nya pada Taehyung.
"Huh untuk kedua kalinya aku berkata ini Kim , kau pikirkan dahulu dia masih bisa menunggu- Jimin membetulkan posisi pena Taehyung yang agak jauh letaknya dari surat itu karena di lempar oleh Taehyung sendiri- tapi sekarang hanya lima menit ku beri waktu untukmu, jika lebih aku yang bertindak"
Deg
Macam biasa yang terjadi di sebuah drama jantung si tokoh utama berdenyut menerima kenyataan pahit menelan ludah sendiri seolah tenggorokan yang beberapa menit lalu sudah dilalui air terasa kering kerontang.
Pikiran Taehyung yang sudah terbuta kan kepanikan membuat sejumput kecepatan untuk berkata "selamat kan Tzuyu park!!" Seketika dengan cepat Taehyung membungkam kembali mulutnya.
Sembari mengusak kasar rambutnya yang awalnya tersusun rapi, membuat tanpa sadar Jimin juga ikut terbungkam saat itu.
Lalu setelah nya Jimin tersenyum tipis memandang kagum pada sang sahabat "akan aku lakukan yang terbaik Kim" mengambil kembali jas dokternya serta masker yang tergantung rapih tepat di samping badan Taehyung.
Yang tanpa Jimin duga sahabat nya menghentikan pergerakan tangannya, sambil sebuah aliran air di bawah mata Taehyung mengalir pada saat Jimin mengerti dan menarik kembali tangannya dari jas yang hendak di ambil.
"Aku tahu ini sulit Kim dan ya aku akan menunggumu sampai kau mampu meyakinkan dirimu sendiri"
Jimin duduk di kursi kerja nya kembali mengambil sebuah note book yang terasa menakutkan di mata Taehyung sebab buku itu mengingat kan nya akan sesuatu yang pernah dia alami dahulu.