Mohon untuk yang mampir ke cerita ini
untuk selalu vote dan komen (hargai penulis)
...
Menikah dengan seseorang yang kita cintai adalah anugerah tapi ketika kita tidak bisa mempunyai anak karena nya, bisakah tetap kita bilang anugerah?
punya hutang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat menikmati
Mohon untuk tidak jadi pembaca gelap disini, jadi harap tinggalkan jejak !! Vote and comment !!
• • •
Orang-orang berlalu lalang entah dari yang tua hingga yang muda sekalipun tak luput dari yang Jisoo perhatikan, dirinya kini duduk di taman sendirian sebenarnya bukan urusan penting dirinya sendiri atau bersama orang lain saat ini.
Tapi lebih penting adalah orang yang dia tunggu kedatangan nya, orang yang sering menghinanya "Kim Taehyung!!" pria menjengkelkan itu telah datang dengan tingkah sombong nya hanya duduk mengangkat satu alis sebagai tanda tengah bertanya.
Jisoo cuman bisa memendam rasa kesal atas perlakuan tidak sopan itu agar lebih cepat dia pergi dari wajah memuakan dari sang adik.
Sangat mudah menebak raut kesal noona nya atau sepertinya perlu diralat 'wanita sialan' yang selalu Taehyung akui begitu, dirinya lantas berkata "tidak perlu kau memandang ku seolah aku tidak sopan karena kau yang memang tidak pantas untuk ku hormati"Jisoo terperanjat dari duduk nya tepat di depan wajah Taehyung jari telunjuk nya teracung menantang si pemilik mata elang.
Sabar Jisoo kau harus ingat apa yang sebenarnya ingin kau lakukan disini!!
Jisoo menahan diri jarinya dia simpan kembali ke samping pinggang nya untuk dia kepal bersama jari yang lain "aku tidak ingin buang buang waktu jadi tolong duduklah kembali nona Kim.."kilasan kilat tatapan intimidasi terlihat dari netra Jisoo"ah ralat nyonya Kim?"Taehyung melempar senyum remeh 'as you see' sombong nya melihat ketidak berdaya an Jisoo.
Memutar bola mata malas dirinya mengambil posisi ternyaman untuk duduk meski tidak ada kata nyaman jika harus berdekatan dengan orang yang baru saja menghinanya tadi "baiklah" jelas Jisoo mengalah demi keselamatan sendiri.
Setelah nya cukup lama Jisoo berpikir ulang menyisihkan waktu yang lama untuk keterdiaman nya, menarik nafas panjang sambil menguatkan tekat menatap serius ke arah Taehyung.
"Batalkan saja janjiku"dalam sekejap Taehyung bangkit dari duduknya berkacak pinggang serta memainkan ekspresi seolah dirinya sedang merasa bingung "apa maksudmu?" ya padahal Taehyung lebih ke arah marah kali ini.
Muncul keringat gelisah cuaca menjadi dingin bagi Jisoo, dirinya tidak sanggup menghadapi kegugupan ini dalam sekali sentakan kaget karena tiba-tiba Taehyung membanting salah satu pot disitu.
Prak
"Aku tidak mau Jennie menikah dengan bajingan sepertimu"Jisoo mengucapkan kata paling dia tahan tidak terdengar oleh Taehyung, tangan Jisoo menutupi mulutnya segera mungkin netra nya linglung ketakutan mendapati tatapan sang adik yang berubah"ak-aku tidak bermaksud Taehyung" Taehyung menatap nya penuh tatapan hina.
Mendekat beberapa inci hinaan mulai keluar dari mulut Taehyung "bukan hanya dirimu yang biadab mulutmu juga ternyata sama cih"Jisoo menggeleng ribut tangan nya terus bergerak seolah mengatakan tidak kepada Taehyung, ludah nya ter lontar ke arah sepatu Jisoo "aniyo aniyo!!!"