Happy Reading Yaaa!! 📚😊
___•___
Malam itu, setelah beberapa hari saling bertukar pesan, Arka dan Laura kembali bertemu di kafe yang sama. Namun kali ini, suasananya terasa berbeda. Ada semacam energi yang menggantung di antara mereka, seolah sesuatu yang besar akan terjadi.
Mereka duduk di sudut kafe, ditemani gemericik hujan yang mulai turun di luar. Laura menggulung lengan sweaternya, sesekali memandang ke arah jendela. Sementara itu, Arka menatapnya, mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk diucapkan. Ada hal yang sudah lama ia ingin sampaikan.
"Gimana hari-harimu belakangan?" tanya Laura, memulai obrolan ringan.
Arka mengangguk sambil tersenyum kecil. "Sibuk, tapi ya lumayan lah. Gue juga lagi banyak mikir soal beberapa hal."
"Beberapa hal? Kayak apa?"
Arka menghela napas panjang, menatap langsung ke mata Laura. "Kayak tentang kita."
Laura menatap bingung, terkejut mendengar kata-kata itu. "Tentang kita? Maksudnya?"
Arka tersenyum, tapi kali ini ada sesuatu yang serius dalam tatapannya. "Laura, gue tau dari Maya kalau lo udah lama suka sama gue. Dan gue juga tau, lo nggak pernah nyangka kita bisa deket kayak sekarang."
Laura tiba-tiba merasa jantungnya berdetak kencang. Ia tak tahu harus berkata apa, hanya bisa tersenyum canggung. "Ya, gue... nggak pernah nyangka juga. Gue pikir kita bakal tetep jadi temen biasa aja."
Arka sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. "Tapi, gimana kalau sekarang gue bilang... lo nggak cuma ngecrush gue, tapi lo dicrush balik?"
Kalimat itu membuat Laura tertegun sejenak. Wajahnya memerah seketika, dan ia membuka mulut untuk bicara, tapi tak ada suara yang keluar. Matanya membelalak, berusaha memahami apa yang baru saja Arka katakan.
"Hah? Lo... serius?" Laura akhirnya berhasil mengeluarkan kata-kata, suaranya terdengar terkejut.
Arka mengangguk, masih dengan senyum yang lembut. "Iya, gue serius. Gue sadar, selama ini gue juga ngerasain hal yang sama. Mungkin gue nggak nyadarin awalnya, tapi sekarang... gue tau kalau lo berarti lebih dari sekedar teman buat gue."
Laura terdiam sejenak, kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangan, mencoba menutupi rasa malunya. "Ya ampun, Arka! Lo beneran? Gue kayak... nggak percaya lo bilang kayak gitu!"
Arka tertawa kecil, menikmati reaksi Laura yang kaget. "Kenapa lo kaget banget sih? Gue kira lo udah siap denger hal kayak gini, Ra."
Laura menurunkan tangannya, wajahnya masih memerah. "Gue pikir... gue cuma bakal jadi pengagum lo selamanya. Gue nggak nyangka lo bisa ngerasain hal yang sama."
"Jadi, gimana?" tanya Arka pelan. "Lo siap nggak jadi lebih dari sekedar temen?"
Laura menggigit bibirnya, berpikir keras, lalu tiba-tiba berdiri dari kursinya. "Gue nggak tau, gue nggak tau!" ujarnya sambil berjalan bolak-balik di samping meja, seperti sedang panik.
Arka tertawa melihatnya. "Hei, tenang! Lo ngapain tantrum gitu? Nggak perlu tegang banget, Ra."
Laura berhenti, menatap Arka dengan mata yang masih melebar. "Arka, ini terlalu cepet! Gue nggak siap, sumpah, ini kayak mimpi aneh atau gimana!"
Arka berdiri, mendekati Laura dan memegang pundaknya, membuatnya tenang. "Laura, dengerin gue. Gue nggak maksa kita harus langsung pacaran atau apapun. Gue cuma mau lo tau, perasaan gue ke lo nggak main-main. Kita bisa jalanin pelan-pelan, tanpa harus buru-buru. Gue cuma pengen lo tau bahwa lo nggak sendirian ngerasain ini."
Laura menatap Arka dalam-dalam, mencoba memahami ketulusan di matanya. Perlahan, detak jantungnya mulai tenang. "Beneran? Kita nggak buru-buru?"
Arka mengangguk. "Iya, pelan-pelan aja. Yang penting kita sama-sama."
Laura menghela napas lega dan akhirnya tersenyum. "Oke... oke, kalau gitu. Tapi gue masih nggak percaya lo bilang suka balik sama gue. Gue kayak mau pingsan."
Arka tertawa lagi, kali ini lebih keras. "Lo drama banget sih, Ra. Tapi, gue suka. Yaudah, kita lihat aja nanti gimana."
Malam itu, meski hujan deras di luar, hati mereka terasa hangat. Laura, yang tadinya hanya mengagumi Arka dari jauh, kini tahu bahwa perasaannya berbalas. Dan Arka, yang dulu terluka, kini menemukan harapan baru di mata gadis yang dulu hanya ia anggap sebagai teman.
Jangan Lupa Vote 😊
KAMU SEDANG MEMBACA
KISAH TANPA DIRIMU (Tamat)
Teen FictionHalo teman-teman 😊👋 Mau tau novel ini menceritakan tentang apa? BACA DISINI YUK, YUK MAMPIR!!
