Ini tentang mereka yang menahan perasaan cinta nya yang kian mendalam.
Dan ini tentang mereka yang tidak pernah mau mengakui perasaannya sendiri.
🐾
Tidak satupun dari mereka yang memaksa kan kehendak. Karena meski mereka memiliki perasaan yang sama...
Setelah kejadian itu, Skylar tidak melakukan livestream untuk beberapa hari. Lagi pula mereka akan segera berangkat ke Rusia. Dan hari ini mereka sedang bersiap siap. Semua anak anak Hoshi sudah membeli pakaian yang sangat tebal agar tidak kedinginan disana. Seperti yang kita tau, Rusia tidak sama seperti Indonesia.
Saat sedang bersiap siap, Irrad melihat ke arah Banana. Kenapa Banana membawa begitu banyak baju ? Irrad ingin tau, jadi dia bertanya.
"Ban kok lu banyak bawa baju ? Kita ga sampe sebulan di sana" tanya Irrad. Belum sempat Banana menjawab, Brusko dari belakang datang dengan plastik hitam yang terikat kuat.
"Banana suka mandi, bawa ini Ban" jawab Brusko.
Irrad sempat mau mengambil plastik itu karena ingin tahu apa isinya, tapi Banana lebih dulu mengambilnya.
Lalu Irrad mengotak atik tas kecil Banana, isinya sih skincare. Tapi ada satu yang menarik perhatian Irrad, seperti nya ada obat salep.
"Apa itu Faktu ?" Tanya Irrad.
Banana dan Brusko langsung terkejut dan melihat ke arah Irrad. "Itu salep, siapa tau gue pegel pegel di Rusia. Sana lu siapin barang lu, besok kan kita harus cepet berangkat" Banana berusaha mengubah perhatian Irrad.
"Iya co, sabun cuci muka gue ada di kamar mandi." Tanpa pikir panjang Irrad langsung lari ke kamar mandi mengambil barangnya.
🐾🐾🐾
Terlihat Skylar sedang berusaha membuat kopernya bisa di tutup. Tapi kopernya terlalu penuh. Dia memikirkan cara agar semua barangnya bisa di bawa.
Lalu dilihatnya Irrad juga sedang bersiap siap dengan 1 koper dan 1 tas lagi. Skylar mendekati Irrad dengan penuh senyuman, ia duduk dekat Irrad. Irrad menatapnya curiga.
"Apa lu ?" Tanya Irrad. "Hehe, nitip boleh ga ?" Tanya Skylar sambil menunjukkan parfum nya.
"Gamau, berat. Gue udah kecil tambal kecil nanti. Ga ga ga" Irrad langsung menolak. "Ntar gue bawain, kan kalo gue bawa tas 1 lagi rugi kita. Kalo kita berdua bawa 2 tas jadinya 4. Tapi kalo nitip sama lu jadinya 3 aja" Skylar masih memohon.
"Bener lu yang bawain ?" Tanya Irrad memastikan. "Ho'oh beneran, boleh ya ?"
"Yaudah" jawab Irrad singkat.
Setelahnya, Skylar dengan semangat memasukam parfum yang ada di tangannya, topi yang ada di kepala nya, sapu tangan yang ada di kantong kanannya, dan kaos kaki tebal yang ada di kantong kirinya.
"Woi banyak banget anying, gamauuuuu" "Tenang Rad, gue yang bawa" ujar Skylar dengan percaya diri.
"Kirain parfum doang anying" Irrad memutar bola matanya dan Skylar hanya tertawa kecil. Setelahnya mereka tidur, menyiapkan energi untuk besok pergi ke Negeri Tirai Besi.
🐾🐾🐾
Harusnya sebagai teman dekat, Irrad dan Brusko duduk bersebelahan di bis saat menuju bandara, tapi kenapa saat ini dia melihat Brusko dan Banana saling bersenderan tertidur lelap.
"Udah lu sama gue aja, tu berdua sibuk ngegay" Skylar mengajak Irrad untuk duduk berdua dengannya.
Dengan senang hati Irrad menerima ajakan Skylar. Mereka duduk di depan Banana Brusko. Irrad suka duduk di pinggir jendela. Dia bisa melihat keadaan jalanan yang kering berdebu karena cuaca panas atau jalanan yang basah terkena air hujan.
Perjalanan menuju bandara begitu panjang, Skylar dan Irrad sudah menghabis kan beberapa jajanan dan 2 botol air mineral. Irrad merasa bosan dan ngantuk. Jadi dia mencoba untuk tidur, di senderkannya kepalanya ke bahu Skylar. Sang pemilik bahu Sepertinya tidak masalah, bahkan ia sempat mengelus kepala Irrad sekali.
Bis sempat terhenti karena supir ingin buang air. Lalu Deden juga jadi ingin buang air dan melihat 2 pasang sejoli yang tengah bersenderan. Hanya Skylar yang masih terbangun denga hp di tangannya.
"Ga turun ler ? Gue ga ada temen, Don ketiduran juga di bekakang" ajak Deden. "Irrad lagi tidur Den, kesian dia kalo ke bangun" jawab Skylar.
Lalu tiba tiba Don berada di sebelah Deden. "Kenapa ga ngajak gue aja ?" Tanya Don ke Deden. "Kan lu tidur Don, yaudah sekarang temenin"
Setelah jeda pendek di tengah perjalanan, mereka langsung melanjutkan perjalanan.
🐾🐾🐾
Sampai diparkiran Bandara, mereka mengambil koper dan tas yang akan mereka bawa.
"Mana tas lu Rad, gue bawain." Skylar masih ingat dengan janjinya. Irrad langsung menyerahkan tas nya. "Ga terlalu berat kan ler ?" Tanya Irrad, ia jadi khawatir kalo itu terlalu membebani Skylar.
"Ngga ko, biasa aja ini" jawab Skylar sambil menunjukan kalau dia bisa membawa satu tas Irrad dengan satu tangan. "Makasih Ler" Irrad berterimakasih sambil menempelkan kepalanya ke bahu Skylar sebentar.
20 menit lagi pesawat mereka berangkat. Mereka sedang berkumpul untuk berpamitan. Ada pak Ap yang menyemangati mereka sebelum berangkat ke Rusia. Tak lupa pak Ap menanyakan apakah ada yang membuat Irrad atau Brusko kesulitan di RRQ.
Setelah berpamitan, mereka segera menaiki pesawat. Irrad tidak lupa melambaikan tangannya ke pak Ap.
Di pesawat lagi lagi Irrad melihat Brusko dan Banana duduk berdua. Bagaimana Irrad bisa curhat mengenai hubungannya dgn Skylar kalau Brusko sedang asik bersama orang lain. Lagi lagi Irrad dan Skylar duduk bersebelahan.
🐾🐾🐾
Begitu lama perjalanan hingga akhirnya mereka sampai ke rusia. Mereka berganti pakaian karena cuaca di Rusia sangat dingin, mungkin karena sedang turun salju juga. Anak anak Hoshi mengenakan pakaian tebal dan hangat sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke hotel tempat mereka menginap.
Mereka harus menaiki bis lagi untuk ke hotel. Mereka saling mengabadikan momen di Rusia. Seperti Banana saat ini memfoto semua orang di sekitarnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seakan sadar kamera Irrad tersenyum. Tapi melihat senyumnya, sepertinya Irrad sudah sangat cape.
Perjalanan panjang itu akhirnya selesai karena mereka sudah sampai ke tempat beristirahat mereka. Untuk menarik kopernya sendiri saja Irrad sudah tidak sanggup, jadi Skylar membawakan koper Irrad juga. Tapi Skylar tidak masalah seperti nya.
Kamar hotelnya tidak terlalu besar, kasurnya juga hanya cukup untuk dua orang di tiap ruangan. Akhirnya mereka membagi kamar dan sekali lagi, takdir membuat Irrad dan Skylar bersama.
Aduh, kalau begini Irrad bisa terlalu senang. Habisnya, kalau sekamar kan dia bisa melihat Skylar terus. Bahkan saat Skylar selesai mandi pun Irrad bisa terus menonton tubuh Skylar secara gratis. Bisa gila kalau Irrad seperti ini terus.
Irrad mau ngapain dulu ya. Hari masih siang, Cuacanya masih sama, bersalju. Sepertinya hari pertama di Rusia akan Irrad habiskan di kamar bersama Skylar.