🐾🐾🐾
Di dalam lift, Skylar tengah bergaya sambil melihat pantulan tubuhnya di dinding lift. Irrad tersenyum geli melihat tingkah laku Skylar. Mereka bercanda sepanjang jalan menuju kamar, melupakan kenyataan pahit kekalahan mereka sesaat. Di lorong menuju kamar, ada dua orang yang mengintip. Brusko dan Banana. Yah, hanya mereka berdua lah yang mengira kalau diri mereka tidak terlihat.
Dengan wajah datar, Irrad dan Skylar menghampiri mereka.
"Ngapain coba si dua pendo ini" Skylar menyilangkan tangan sambil menginterogasi Banana dan Brusko.
"Romantis banget sih ler, gue juga mau dong berduaan" ejek Banana. Brusko menatap Banana dengan alis terangkat sebelah.
"Mau gue suapin bola salju juga Ban ?" Tanya Skylar mengejek. Banana membalas dengan tawa dan jari tengah.
"Dah ah, kami cape mau istirahat. Besok pulang, Yu Rad" Skylar mengajak Irrad untuk kembali ke kamar.
"Eh, nanti aja Ler. Mau ke kamar Brusko sama Banana" Irrad menolak.
"Ngapain ?" Pertanyaan singkat di benak Skylar, tapi tidak di tanyakannya kepada Irrad.
"Yaudah, buka pintu dulu. Ntar lu bawa deh kunci nya, gue ga keluar lagi soalnya." Irrad menurut dan menemani Skylar ke kemar.
Setelahnya, ia berjalan kembali ke depan kamar Brusko dan Banana. Ia memang berencana untuk menceritakan bagaimana hubungannya dengan Skylar sekarang kepada Brusko. Setelah semua yang terjadi, ia ingin mendengar pendapat dari orang lain.
Banana dan Brusko menyuruh Irrad masuk. Berantakan sekali di dalam, Irrad sampai bingung harus duduk dimana. Bahkan Kursi dan sofa mereka di penuhi tumpukan baju.
"Ini baju lu berdua ?-" Irrad mengangkat pakaian Brusko dan Banana yang tergeletak di lantai.
"Enaknya wangi stroberi" Irrad melanjutkan bicaranya, karena semerbak bau buah stroberi ada di pakaian Brusko dan Banana.
Mendengar itu, Brusko langsung menarik kedua baju yang ada di tangan Irrad.
"Baju kotor jangan di cium" ujar Brusko.
"Tapi wangi" balas Irrad singkat.
Banana dengan santainya memindahkan pakaian yang ada di atas kasur ke kursi. Menciptakan gunung pakaian kotor. Irrad duduk, ia menunggu Brusko yang mengumpulkan pakaian dalam kotor yang ada di bawah meja.
"Lu suka sama Ler kan ?"
DUK !
Kepala Brusko menghantam meja setelah mendengar celetukan Banana. Mata Irrad menatap horor, mulutnya mencoba untuk menjawab tidak tapi sekujur tubuhnya terasa tegang.
Banana adalah teman Skylar, Banana adalah seorang laki laki. Pasti sangat aneh kalau ada laki laki yang menyukai lelaki lainnya. Banana menyenderkan tubuhnya ke dinding dan memejamkan matanya sebentar.
"Ya gapapa sih, gue nanya doang" lanjut Banana.
"Gue gatau kenapa bisa gini" Irrad tertunduk sedih.
"Kenapa murung ? Bukannya rasa cinta itu bikin orang orang bahagia ? Lu harus stay ceria dong" Banana bangun dari senderannya dan menatap Irrad serius.
"Gue liat kok, gimana Ler memperlakukan lu, memperhatiin lu. Emangnya ada orang yang suka rela ngorbanin tenaga dan waktunya kalo bukan karena ada sesuatu ?" Banana menyilangkan tangannya.
Irrad menatap penuh harap ke arah Banana.
"Semangat Rad, emang ga semua orang bisa nerima yang kaya gini. Seenggaknya orang terdekat lu udah ngerti" ujar Banana sambil tersenyum.
"Kaya deket aja lu ama Irrad" Brusko memotong pembahasan mereka. Banana hanya memutarkan mata nya.
"Jadi lu mau ngapain ke kamar kami ? Kami mau olahraga soalnya" Brusko sepertinya sangat ingin olahraga dengan Banana 🤔
KAMU SEDANG MEMBACA
Hai & Bye || Skylar X Irrad || [ On Going ]
RomanceIni tentang mereka yang menahan perasaan cinta nya yang kian mendalam. Dan ini tentang mereka yang tidak pernah mau mengakui perasaannya sendiri. 🐾 Tidak satupun dari mereka yang memaksa kan kehendak. Karena meski mereka memiliki perasaan yang sama...
![Hai & Bye || Skylar X Irrad || [ On Going ]](https://img.wattpad.com/cover/375473045-64-k365918.jpg)