🐾🐾🐾
Sebelum memasuki regular-season MPL ( S13 ), Team RRQ Hoshi sempat mengikuti beberapa turnamen, seperti Gemaz Fest dan Games Of The Future.
Games Of The Future 2024 di gelar di Rusia dan RRQ Hoshi akan mengikuti turnamen itu. Sebelum berangkat ke Negeri Tirai Besi tersebut, mereka mengadakan kegiatan team bonding di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Mereka menaiki speed boat, untuk sampai ke tempat tujuan. Mereka membuat konten untuk Channel YouTube team mereka dan menciptakan kenangan agar semakin akrab satu sama lain.
Saat di perjalanan, mereka langsung membuat IGS. Saat Octa merekam tangannya yang menyentuh air laut ada seseorang yang berbicara.
"Hati hati Octa tangan lu di makan hiu". Mendengar hal itu octa langsung menarik tangannya dari air laut dan memandangi orang yang berbicara itu. "Tai lo Rad." Dan hanya mendapat reaksi tertawa lepas dari Irrad.
Semua orang ingin menciptakan kenangan saat sedang bersama. Begitu pula Skylar, dia ingin berfoto di ujung kapal. Dia meminjam kaca mata Irrad untuk dirinya berfoto karena Irrad satu satunya orang yang membawa kacamata hitam.
"Pinjem bentar dong Rad, mau foto."
"Beli sendiri anying, pinjem". Meski Irrad berkata seperti itu, iya tetap meminjam kan kacamata nya.
"Thank you putang." Skylar berterima kasih, Irrad hanya memutarkan bola mata nya.
Begitu lama Skylar berfoto sampai akhirnya sadar dengan keadaan Irrad yang matanya sulit terbuka karena mengahdap langsung ke matahari sore saat itu. Skylar yang menyadari hal itu langsung duduk menghadap Irrad. Ia mengangkat tangannya hingga memblokir arah matahari yang menyilaukan mata Irrad.
Sadar akan hal itu Irrad membuka matanya dan mendapati Skylar tersenyum dengan kacamata hitamnya. "Udah ga silau lagi kan rad ?"
Lalu Irrad tersenyum dan membalas "Mending lu balikin kacamata gue". Mendengar jawaban Irrad Skylar tertawa dan mengembalikan kacamata Irrad.
Dan mereka bercanda berdua hingga sampai ke tempat tujuan mereka.
🐾🐾🐾
Sampai di tempat tujuan, mereka turun dari speed boat yang mereka naiki. Semua orang sepertinya hanya membawa tas ransel, kecuali Irrad. Dia juga membawa 1 tote bag.
Banana, clay dan brusko turun lebih dahulu, disusul don dan octa, kemudian disusul coach mereka. Setelah itu barulah Irrad dan Skylar.
Mereka duduk di paling belakang, itu menjelaskan kenapa Irrad bisa merasa silau saat tidak menggunakan kacamata hitam.
Setelah dengan mudah turun dari kapal, Skylar menyuruh Irrad untuk memberikan Tote bag nya agar Irrad bisa berpegangan dengan tiang yang ada disitu. Saat Irrad mau menuruni speedboat, Skylar meletakkan tangannya di kepala Irrad agar kepalanya tidak terbentur atap speedboat.
Jika Sentuhan Skylar bisa membuatnya tersipu malu, yang kali ini membuat wajah Irrad memerah sepenuhnya. Jantungnya tidak karuan dan secara tidak sengaja mata mereka bertemu.
"Merah kali muka lu, panas banget ?" Pertanyaan Skylar menandakan kalau ia tidak mengetahui keadaan Irrad yang sebenarnya.
"Panas lah, udah sore gini anying." Jawab Irrad seakan memang matahari lah yang bersalah disini.
Lalu mereka berdua menyusul teman teman mereka untuk menuju ke penginapan yang sudah di booking oleh team RRQ.
Di perjalanan ke penginapan, Irrad melihat ada orang menjual es teh. "Ler, haus. Beli es teh ler." Ujarnya sambil menunjuk ke tempat orang yang menjual es teh.
"Boleh, gue juga mau deh. Tunggu disini aja Rad biar ga panas, gue beliin"
Mungkin bagi semua orang ini adalah hal yang bisa terjadi kapan saja di antara teman. Tapi Irrad merasa Skylar memperlakukan nya berbeda dari teman teman mereka yang lain. Irrad tersenyum saat melihat punggung Skylar yang berjalan menuju penjual teh. Salahkah jika ia merasa senang ?
Irrad terus memandangi punggung Skylar sambil tersenyum sampai saat Skylar berbalik badan dan menghampiri nya dengan tote bag yang masih di pegangnya beserta dua gelas es teh yang baru di beli.
"Makasih ler, berapa satu gelas kek gini tadi ?" Irrad berniat untuk mengganti uang Skylar.
"Ngapain gue ngasih tau, ini tuh gue yang traktir" jawab Skylar dengan percaya diri. "Gue gamau ngutang anying."
"Mana ada ngutang cuki, ini kata yang jual beli 1 gratis 1" Skylar berbohong. Ia memang berniat membelikan temannya es teh (?).
Dan akhirnya mereka sampai ke penginapan. Disana sudah ada Deden yang langsung mengenakan kaos tanpa tangan memandangi mereka.
"Baru sampe lu ? Enak juga tuh kayanya es teh." Ujar Deden.
"Lu mau den ? Wkwkw" tanya Don. "Pasti dong, lu mau juga ? ayo ikut gua" Deden berlari menghampiri Irrad untuk meminta es teh. Don yang melihat hanya tertawa kecil.
"Bagi Rad, panas bgt sore sore co."
"Jangan banyak anying."
"Enak banget lu kudacuki main asal minta punya orang" Skylar berkata tidak suka. "Yee, Irrad nya aja kaga kenape nape gue minta, kenapa lu marah marah wkwk" ujar Deden tanpa memedulikan Skylar yang menatapnya dengan kesal.
"Wah, siap siap lu Den." Mendengar Skylar berkata seperti itu, Deden langsung berlari sambil tertawa menjauh dari Skylar.
"Deden minta dikit doang ler, gapapa lah. Mending kita cepet masuk naro naro tas, gue mau ngecas hp juga" ujar Irrad. Skylar menurut dan mereka berdua pun memasuki penginapan untuk beristirahat.
🐾🐾🐾
Terlihat anak anak Hoshi bersemangat saat team bonding. Keterbatasan kamar membuat mereka harus berbagi tempat.
Tentu saja Irrad dan brusko harus berada di kamar yang sama, bukan karena Irrad tidak mau bergaul tapi ia tidak mau saat teman temannya berbahasa Indonesia hanya dia yang tidak mengerti. Dia cukup mengerti beberapa bahasa Indonesia sehari hari. Tapi kalau sudah masuk ke kalimat kalimat rumit Irrad tidak mengerti.
Perasaan tidak mengerti itu tidak enak bagi Irrad. Seakan ia tidak di ajak berteman. Sedangkan Irrad paling tidak bisa kalau harus sendiri. Jadi Brusko harus ada untuk menemaninya, setidaknya Brusko orangnya santai. Mengerti ataupun tidak ia tidak masalah.
Malam pun menelan matahari dari barat.
Setelah anak anak Hoshi makan hingga kenyang. Mereka mulai beranjak ke tempat tidur.
Irrad dan Skylar masih duduk di kursi dekat pintu luar. Terlihat mereka menghabiskan beberapa batang rokok. Skylar lebih tepatnya. Irrad kurang bisa mengisap rokok batang. Ia lebih terbiasa menghisap rokok elektrik seperti pod.
Hanya saat seperti inilah Irrad terlihat lebih tenang. Seakan lelah nya terangkat bersama asap yang keluar dari mulutnya dan menghilang di udara.
Ekspresi yang tidak biasa dari seorang Irrad bisa menarik perhatian Skylar. Sadar di perhatikan, semburat merah keluar mulai muncul di pipi Irrad. Skylar berpikir kalau itu juga ekspresi lainnya yang tidak biasa Irrad tunjukkan.
Irrad memalingkan wajahnya agar tidak dilihat oleh Skylar. Namun, tanpa sadar tangan Skylar menarik pelan kembali wajah Irrad hingga mata mereka saling bertatapan.
Irrad tersentak, jantung nya tidak karuan. Begitu pula Skylar.
"Eh, sorry Rad wkwk" setelah mengatakan hal itu Skylar kabur ke kamarnya meninggalkan Irrad yang mematung bingung. Otak memaksanya memahami apa yang sedang terjadi.
Ia hanya bisa menenggelamkan kepalanya dengan tangannya untuk menutupi wajahnya.
Dengan helaan panjang Irrad berkata.
"Haaaaaaaah... Plis jangan gini lagi."
Begitu lama ia menenangkan pikiran dan hati nya sampai akhirnya pergi ke kamar untuk tidur.
🐾🐾🐾
To be continued...
KAMU SEDANG MEMBACA
Hai & Bye || Skylar X Irrad || [ On Going ]
RomansaIni tentang mereka yang menahan perasaan cinta nya yang kian mendalam. Dan ini tentang mereka yang tidak pernah mau mengakui perasaannya sendiri. 🐾 Tidak satupun dari mereka yang memaksa kan kehendak. Karena meski mereka memiliki perasaan yang sama...
![Hai & Bye || Skylar X Irrad || [ On Going ]](https://img.wattpad.com/cover/375473045-64-k365918.jpg)