Ch. 10 : Lapar

354 28 6
                                        

🐾🐾🐾

"Lerrrrrrrrrrrr, gue laperrrrrrrr." Irrad sedang rebahan di kasur dengan perut yang terus berbunyi.

"Ada mie itu anying setengah koper. Makanan di luar negeri hambar hambar, gabakal suka lu. Makan Mie instan aja sana" jawab Skylar karena sudah tidak tahu bagaimana cara untuk mengerti Irrad.

Menurut Skylar, Irrad itu selalu mengatakan apa yang dia inginkan, tapi kenapa sulit sekali untuk Skylar mengerti.

"Ambil 1 buat gua Rad, lu juga ambil 1, gue bikinin" Skylar terus mencari cara agar Irrad tidak mengeluh terus.

Irrad langsung mengambil 2 bungkus mie instan. Irrad lagi pengen makanan yang berkuah, jadi dia memilih mie kuah.
Lalu Skylar merebus air di kettle, Irrad memperhatikan cara Skylar membuat mie instan. Dan dia sesekali bertanya.

"Kenapa lu masukin air di bungkus mie nya anjir ?" Tanya nya.

"Ini cuma orang orang yang pandai bertahan hidup yang tau beginian. Gatau kan lo ?"
Irrad tidak berhenti tertawa melihat Skylar. Habisnya, cara memasak mie nya itu jadul sekali.

"Gua mie kuah, gausah dibikinin. Gamau bikin mie kaya gitu." Irrad mengatakan yang sebenarnya. Dia tidak mau merebus mie instan dengan cara seperti itu. Habisnya, kata orang orang cara itu tidak baik kan ?

Dia ngide sendiri. Dia memasukan mie dan air panas ke cangkir. Jika sebelumnya Irrad mentertawakan Skylar, kali ini sebaliknya. Habisnya makan mie di cangkir itu aneh, kalau di gelas mungkin masih bisa ?

"Di Rusia dingin, gue tambahin cabe biar gue tetep anget" ujar Irrad sambil menuangkan bubuk cabe.

"Ga gitu cuki konsepnya" balas Skylar.

Yah benar saja, bukannya tambah hangat, Irrad malah kepedasan. Itu membuat Irrad terus terusan minum. Mereka menikmati waktu bersama itu. Sama sama tertawa, saling mengejek. Irrad suka di saat seperti ini. Saat mereka saling bertatapan dan bertukar senyuman ataupun tawa.

Sebagai informasi tambahan saja. Karena Irrad terlalu banyak minum, ia jadi sering ke toilet. Lalu pintu wc ruangan mereka sepertinya ada masalah. Hanya bisa di tutup tapi tidak bisa di kunci. Skylar semakin semangat untuk mengusili Irrad tiap dia buang air.

Tak terasa hari sudah hampir malam. Mereka menghabiskan waktu dengan nonton, bermain bersama, dan saling mengejek.

Karena cuaca dingin bersalju, hari cepat sekali gelap. Baru saja waktu mendekati jam 5 sore tapi cahaya matahari sudah tidak terlihat, digantikan lampu lampu yang sudah hidup di jalanan.

Saat ini Irrad sedang rebahan di atas kasur dengan selimut mengelilingi tubuh. Skylar ? Dia sedang duduk di kursi, terlihat dia sedang fokus dengan hp di tangannya dan headset di telinganya. Airpods mereka sedang di cas bersebelahan di dekat meja. Kenapa Skylar lebih memilih menggunakan headset murah dari pada menunggu airpodsnya selesai mengisi daya ?

Irrad memanyunkan bibirnya, kenapa Skylar diam saja dari tadi. Ia terus melihat Skylar sampai Skylar berdiri secara tiba tiba dan pergi.

"Gue mandi, jangan ganggu Rad" ujarnya mengingatkan Irrad.

"Ngomong ke diri lu sendiri anying. Lu yang sering ganggu gue" jawab Irrad dengan penuh kekesalan dan Skylar langsung masuk ke kamar mandi.

Irrad tidak berniat mengganggu Skylar kok. Tapi, seperti nya keinginan untuk buang airnya muncul lagi. Skylar sedang mandi, Irrad tau itu. Tapi panggilan alam tidak bisa menunggu lebih lama.

Ia langsung berjalan menuju wc, setelah berhadapan dengan pintu dia mengetuknya dengan keras.

"Ler cepetan gue mau buang air lagi" Irrad tidak berhenti mengetuk.

"Weh, sa- sabar dulu co. Bentar lagi sabar, jangan masuk"

Apasih. Dulu Irrad saat team bonding Skylar memaksa masuk ke kamar mandi saat dia sedang di dalam. Kenapa sekarang ia tidak boleh, semuanya harus dibuat adil kan ?

Tanpa pikir panjang, Irrad langsung membuka pintu dan hendak masuk. Baru satu kaki berada di di dalam wc, Irrad langsung mendapati Skylar yang sedang menikmati "waktu pribadi"nya.

Irrad langsung menutupi ekspresi geli nya dengan tangan di dahi nya. Wajahnya memang terlihat seperti geli, tapi tubuhnya juga merinding. Bukan karena jijik, tapi justru karena tertarik. Tentu saja Skylar yang sedang masturbasi tanpa sehelai pakaian di tubuhnya sangat menarik bagi Irrad.

Ingin sekali Irrad melihat Skylar dan teman kecilnya lebih lama. Tapi Irrad langsung berjalan ke arah toilet duduk yang ada di dalam  dengan tangan yang masih di dahi sambil sedikit menundukan pandangannya.

"Lanjutin aja, ga bakal gue liat ko." Tentu saja Irrad melihat ! Dia bahkan sudah tidak ingin buang air lagi. Dia hanya berdiri menghadap toilet duduk.

"Gue jelasin Rad-" Suara Skylar terhenti bersamaan saat ia melepas headset nya dari telinga dan hp nya. Langsung terdengar suara desahan perempuan karena hp nya tidak terhubung dengan headset nya lagi.

Ah, jadi Skylar masih tertarik dengan perempuan.

Pikir Irrad singkat.

Skylar langsung menghentikan apa yang ia tonton. Jadi itu yang membuatnya diam dengan headsetnya ? Mau menggunakan headset biasa saat airpodsnya mengisi daya hanya untuk menonton film porno ?

"Gapapa ler, lanjut aja" Irrad ingin segera menyelesaikan urusannya. Tapi boro boro selesai, sepertinya ada masalah baru. Melihat tubuh Skylar dan miliknya yang tidak kecil itu sudah membuat teman kecil Irrad berdiri. Gawat gawat gawat.

"Rad ?"

"Apa !"

"Lu ngaceng ?"

🐾🐾🐾

To be continued...


















Doakan aku sembuh pls, sedang tidak baik baik saja.

Hai & Bye || Skylar X Irrad || [ On Going ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang