"Ayah tuh punya anak perempuan harusnya Ayah jual mahal dikit.. Mau mau an di ajak makan siang gitu aja mana janjian mau makan siang bareng lagi astagaaa... " Kesal Faradilla membanting tubuh kecilnya ke sofa ruang tamu rumahnya
"Ada apa sih anak cantik Ibuuu... " Novia mendekati putrinya yang nampak kesal padahal mereka usai menikmati daddy day's berdua
"Ayah nih Bu mau mau an aja di ajak orang asing makan siang bareng" Adu Dilla pada sang Ibu sedangkan Jendral Angkatan Laut bintang 1 itu hanya diam seribu bahasa
"Ayaaahhh.." Novia menggeram meminta penjelasan
"Menurut Ibu... Anak kita cantik kan? Cantik banget malah kata Ayah" Aji berusaha menjelaskan duduk perkara awalnya
"Cantik lah mirip Ibu" Aji mengangguk semangat
"Ga usah ngerayu rayu aku ga suka" Judes Dilla kurang ajar pada sang Ayah
"Tadi Bu ada laki laki masih muda, ganteng, pekerjaannya bagus, sopan, supel nah Ayah penasaran dong ya... Di ajakin makan siang bareng sama keluarganya kebetulan si ganteng ini di situ sama keluarganya gitu nah Ayah penasaran dan di ajakin ya Ayah mau mau aja toh sekalian penyelidikan anggepannya" Novia sepakat dengan sang suami karna type laki laki sempurna seperti itu memang patut di masukan dalam daftar list menantu menantu idaman
"Trus hasil penyelidikannya? " Tanya Novia penasaran
"Clear... Keluarganya pengusaha bibit, bebet, bobotnya jelas keluarganya baik semua Bu" Dilla tetap merengut tak suka
Rizky di beri label sopan, ganteng dan supel sedangkan bagi Dilla, Rizky adalah manusia paling menyebalkan dan harus ia hindari di dunia saking kesalnya
Ponsel Ayah Dilla itu berbunyi menandakan sebuah pesan masuk, Aji memekik girang menunjukan sebuah foto kebersamaan mereka makan siang tadi pada sang istri
"Ihh.. Ganteng loh sayang" Novia memukul lutut Dilla pelan
"Ayah sama Ibu aja yang sama dia, aku ga mau" Dilla mengambil tasnya yang tergeletak dan segera kembali ke kamarnya
*****
"Wiiiii... Seger banget yang abis cuti sehari" Sindir Rajif di meja makan kediaman dinas Menteri Pertahanan
"Apaan sih... Alay lu" Rizky sejak pagi berangkat tadi sudah was was andai rekan rekan kerjanya tau soal peristiwa di luar dugaan kemarin pasti ia akan menjadi bahan bulan bulanan
"Diihhh... Gua nyindir Bang Dimas kenapa elu yang sewot? Ada yang lu tutupin nih pasti... Cepirit ya lu?" Dimas tertawa mendengar godaan Rajif yang memang sengaja di tujukan pada Rizky hanya di sangkutkan dengan namanya saja
"Ga sewot biasa aja gua" Elak Rizky membanting dirinya di sofa dan memainkan telefon genggamnya
"Sayang... Malam ini makan pakai apa? Kamu mau kita makan berdua aja atau mau bareng bareng sama keluarga? Kamu mau pakai baju apa biar kita bisa kembaran bajunya" Dimas yang cerdas dengan cepat bisa bergabung dengan umpan umpan guyonan yang Rajif ucapkan tadi. Dimaa berpura pura memainkan ponselnya seolah sedang mengetikkan pesan dengan suara yang cukup keras untuk bisa di dengar oleh Rizky
Jika kalian penasaran dari mana Rajif dan Dimas tau perihal makan siang kemarin maka jawabannya gampang, Ria kakak Rizky mempostingnya dalam jejaring sosial media instagram yang diikuti oleh ribuan orang dan menandai akun Rizky juga Faradilla di sana lalu di repost oleh beberapa akun penggemar hingga sampailah di beranda Dimas dan Rajif
"Apaan sih kalian ini" Rizky yang kesal melempar ballpoint yang ia bawa ke arah Rajif
"Dih apa sih? Gua chat bini gua... Bini gua mau ngajak makan gua tanyain mau makan dimana? Masak apa? Berdua aja atau mau bareng bareng keluarga gitu gitu kenapa sih lu Ki? " Rajif tertawa terpingkal pingkal melihat ulah Rizky yang salah tingkah seperti ABG berusia belasan tahun
"Mukanya merah kayak tomat busuk" Rajif memegangi perutnya sambil tertawa
"Ada apa ini? " Pak Prabowo mendengar suara tawa Rajif dan Dimas yang menggema terdengar hingga ruang kerjanya
"Ga ada apa apa Pak... Cuma ini lagi ngobrol ngobrol sama Rizky aja" Bukannya pergi melanjutkan pekerjaan yang tertunda Pak Prabowo justru ikut duduk di samping Rizky menimbrung obrolan penuh tawa itu
"Ngobrolin apa? Kebetulan saya butuh ice breaking ini... Ayo ngobrol aja kita" Pak Prabowo nampak semangat sedangkan Rizky menutup dadanya dengan bantal sofa
"Itu Pak... Menurut Bapak kalau orang menjilat ludahnya yang sudah di buang itu gimana Pak? " Tanya Dimas hati hati
"Yaa... Menjijikan" Jawab Pak Prabowo seadanya
"Nah itu Rizky Pak... Bapak masih ingat ga ya soal sapu tangan yang kita ke Anyer? Yang Bapak usap keringat pake tissue ga di pinjemin sapu tangan itu? Ni dia tersangkanya Pak... Ga mau ga mau kalo di depan kita di belakang kita ternyata udah ketemu keluarga" Dimas bersemangat ber api api mengadu pada Pak Prabowo tentang tingkah lucu dan nyeleneh Rizky akhir akhir ini
"Ga begitu ceritanyaaa" Rizky mulai frustasi mengigit bantal di tangannya
"Saya adalah saksi Pak.. Ini buktinya kalau Bapak ga percaya" Rajif menunjukan sebuah foto dari layar ponselnya kepada Pak Prabowo dan mengundang senyum jahil beliau
"Telfon sekarang Ki... Kamu ga boleh cuti, ga boleh turun libur, ga boleh pulang kalo belom bawa dia ketemu saya... Makin cepat makin baik" Pak Prabowo melihat tatapan hangat Rizky dalam foto itu dan sangat yakin dengan perasaan perasaan yang mungkin baru saja timbul hanya saja ia gengsi mengakui hal itu
"Bapak... Saya ga ada nomor ponselnya" Rengek Rizky memelas
"Ga mungkin ah udah makan keluarga ga tau nomornya... Berarti masih gentle saya dari pada kamu Ki" Celetuk Dimas menyembunyikan senyumnya yang puas membully seorang Rizky Irmansyah
"Gua ada nomornya gua ada" Rajif mengangkat telefon genggamnya tinggi tinggi
"Lu... Wah bener bener lu ye kualat lu entar" Rajif yang di ancam justru tertawa
"Udah gua kirim... Buruan di telfon suruh kesini, Bapak yang nyuruh loh parah banget lu Bang... Perintah dari jendral bintang 4 lo parah banget kalo ga di telfon sih masa chat doang" Rizky melengos pergi mencari lokasi lebih tenang agar terhindar dari kejahilan Dimas dan Rajif yang bersekongkol dengan Pak Prabowo
Dering pertama...
Dering kedua...
Dering ketiga...
Rizky mulai mengumpat apa saja yang gadis itu lakukan hingga tak sempat menjawab teleponnya barang sebentar
"Hallo selamat sore" Sapa Dilla terhubung dalam sambungan telefonnya
"Hallo... Sore" Jawab Rizky tiba tiba gugup mendengar suara Dilla yang terdengar lebih merdu di sambungan telefon
"Ya? " Tanya Dilla santai sambil menonton siaran kartun favoritnya, hari ini pekerjaan Dilla sudah selesai hingga ia memiliki waktu untuk sekedar bersantai di rumah
"Hmmm Dilla malam ini ada rencana ga? " Tanya Rizky to the point
"Ini siapa ya? " Rizky memukul kepalanya pelan saking gugupnya ia lupa menyebutkan identitasnya lebih dulu
"Rizky" Jawab Rizky seadanya
"Rizky? Rizky yang mana ya? " Tanya Dilla lagi
"Sesprinya Pak Prabowo" Jawab Rezky lalu obrolan kaku itu terjeda beberapa saat hingga suara Faradilla kembali memecah keheningan
"Sibuk saya Pak, Sore" Dilla menutup sambungan teleponnya sepihak tanpa menunggu jawaban Rizky
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Healer
Romance🚨🚨 DISCLAIMER 🚨🚨 Cerita ini hanya Fiksi belaka, tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan tokoh tokoh di real life yang memiliki nama, jabatan, gelar yang sama... apabila ada pihak yang kurang berkenan maupun kesamaan tokoh dan alur cerita, say...
