tiga puluh dua

11.9K 389 66
                                        

🌹
bnyk typo

**** 
Pond membantu luna membawa dunk ke kamarnya

“dunk are you oke?” tanya pond melihat dunk yang diam dengan tatapan kosong dan air mata yang terus mengalir, sesakit itu kah dunk sampai dia menjadi seperti ini

Dunk melirik pond dan menggeleng kepalanya dengan keras memegang dadanya “sakit pond, di sini sakit bangat”

Pond membawa dunk ke pelukannya “hey.. lihat ada gue di sini, ngga ada orang yang mau di jadiin second choice, gue tau berat buat lo hadapi semuanya tapi jangan berlarut dalam kesedihan ambil Pelajaran dari apa yang lo alami sekarang”

“gue salah apa sama mereka sampai mereka giniin gue?” tanyanya dengan sorot mata yang penuh luka

Pond memegang pipi dunk mengusap air matanya “lo gak salah, di sini joong yang salah karna belum bisa membatasi dirinya dengan phuwin, gue gak bermaksud untuk membela joong, tapi tadi tatapan penyesalan dia terlihat jelas, kita tunggu dan liat apa dia berani perjuangin lo atau tidak”

Dunk terpaku mendengar perkataan pond, joong perjuangi dia bukan kah itu hal yang mustahil? “dia gak bakal berjuang pond, di hubungan ini cuman gue yang cinta sendiri dan lo tau itu sakit bangat” ujar dunk dengan mengigit bibirnya menahan rasa sakit di hatinya

Mendengar itu membuat pond terdiam “Keputusan ada di tangan lo, apapun keputusan yang bakal lo ambil gue dukung”

Luna menangis mendengar perkataan dunk, tadi ia sempat keluar untuk mengambil air waktu mau masuk lagi ia mendengar percakapan pond dunk yang membuat air mata yang dia tahan jatuh semua

“sayang minum dulu” ucap luna sambil memberi segelas air

~

Joong memukul kepalanya berulang kali mengingat bagaiman tadi ketakutan dunk melihat dirinya “lo goblok, lo brengsek, arghhh” joong Kembali mengacak-acak rambutnya

Di depan apartement sudah ada phuwin dan teman-temannya tadi di kampus mereka tidak mendapatkan informasi apapun dari joong membuat mereka khawatir dan pergi ke apartemenrnya.

Masuk kedalam yang mereka lihat joong yang sudah terduduk bersandar di dinding dengan keadaan yang berantakan, phuwin langsung berlari ke joong “joong lo kenapa? kenapa bisa gini” tanya phuwin

“phu gue brengsek ya?” tanya joong lirih

Phuwin menggeleng “gak! Lo ga brengsek, lo kenapa cerita ke gue jangan kaya gini” ucap phuwin, phuwin anaknya gampan menangis apalagi hal itu bersangkut paut dengan orang yang dia sayang

“dunk.. phu dia benci gue, dia ga mau liat gue lagi” jelas joong menunduk di ikuti dengan air matanya

“cerita yang jelas masalah kalian kalu lo cuman bilang gini gue ga paham” phuwin

“phu suruh joong duduk di sofa dulu kasihan dia” ujar daou

Membantu joong berdiri dan duduk di sofa, joong menceritakan semua masalahnya dengan dunk, dia awalanya tidak mau bercerita tapi entah kenapa mulutnya sendiri yang berbicara.

Winny mengangguk mendengar cerita joong “wajar dia pergi dari sini, gue udah bilang dari awal kan? Kalu lo ga ubah sifat lo dia bakal pergi so udah terjadi sekarang gak ada lagi hal yang perlu di sesali” ucap winny

Daou melihat winny yang mau melanjutkan ucapanya dia langsung menahan dan menggeleng kepalanya menyuruh winny untuk berhentih memarahi joong karna ini bukan waktu yang pas “udah ketemu sama dia?” tanya daou

“udah tadi, tapi dia takut gue” suara joong memelan

“masih kuat buat berjuang kan? Masa berani berbuat ga mau tanggung resikonya” winny

Satang tidak tau lagi bagaimana cara agar menyuruh winny diam, joong meliriknya “gue bakal berjuang buat dapatin dia lagi”

“okeh semangat, semoga lo di maafkan, meskipun gue agak ragu” ucap winny langsung mendapat cubitan di pinggang dari satang

Phuwin melihat joong seperti sekarang merasa bersalah, seandainya dia tidak selalu merepotkan joong mungkin sekarang joong masih Bersama dunk.

~

Keesok harinya joong ke rumah dunk lagi, di sana tidak ada pond karna hari ini ada jadwalnya masuk kampus
Joong mengetuk pintu rumah dunk langsung di buka oleh luna “joong, jangan ke sini dulu ya dunk belum mau ketemu kamu”

“bunda izinin aku ketemu dunk” ucap joong memohon

“bunda ga larang kamu untuk ketemu dia, tapi sekarang dunk harus isterahat dulu, tolong ngertiin yah” jelas luna

“aku balik dulu, nanti aku kesini lagi, makasih bunda buat kesempatannya” joong

Luna hanya membalasnya dengan senyum lalu menutup Kembali pintu rumah

Joong belum balik dia duduk hampir 30 menit di teras rumahnya dunk, dunk bisa melihat joong dari jendela kamarnya, sejak joong datang dunk sudah melihatnya, dunk Kembali menangis bingun entah yang menang rasa cinta dia atau sakit hati dia ke joong nanti di lihat kedepannya.

Luna melihat joong yang sedari tadi belum pergi merasa ibah tapi Kesehatan anaknnya yang terpenting sekarang.

joong membuka lagi hpnya

nata🌻

maaf
jngn lupa makan
nanti gue balik lagi
gue syg lo
skli lg gue mnt maaf
I love you nata💛

Setelah mengirim pesan ke dunk menguatkan hatinya berniat balik ke apartement sebelum balik dia melirik ke kamarnya dunk “maafin gue”

Sampai di apartementnya joong masuk ternyata sudah ada orang tuanya, bagas menatap joong tajam dan langsung berjalan ke joong

Bugh

bagas memukul joong “dasar anak tidak tau terimakasih, mau taruh di mana muka saya ketemu luna HAH!” tegas bagas Kembali melayangkan pukulan di wajahnya joong

Tania menahan tangannya bagas “mas udah, kamu ga liat joong sudah pucat seperti itu”

Membantu joong berdiri tania menuntun joong ke sofa “kamu belum makan? Kenapa pucat sekali muka kamu” tanya tania khawatir, biar bagimana pun joong anaknya jadi dia ikut sakit melihat joong seperti sekarang

“mau makan apa biar mama masakin”
Joong terdiam apa harus keadaannya seperti ini dulu baru dia rasa kasih sayang seorang ibu? “joong ke kamar dulu”

“jangan kurangajar kamu joong archen!  Balik ke sini, makan atau saya pukul kamu lagi” ucap bagas membuat Langkah joong terhentih

Joong berbalik badan dan berjalan ke bagas “ayo pah pukul aja, aku sanggup nerimanya kalu boleh bunuh aja sekalian biar papa puas” joong

“sayang jangan gini, mas kamu tenangi diri kamu biar aku yang bujuk joong makan” ujar tania lalu membawa joong menjauh dari bagas, bagas melihat joong mengatur emosinya, untung saja dia dan istrinya datang tadi kalu dia sendiri tidak tau apa yang akan terjadi.

Tania menyuapi joong ada rasa sedikit tenang yang joong rasa, dia sedari kecil jarang di perhatikan tania dan bagas mungkin ini salah satu faktor yang membuat dia menjadi seperti sekarang

****
🌹

sorry klo alurnya ga jelas:)

perjodohan~JoongDunk (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang