🌹
bnyk typo
****
Satu tahun kemudian, Pondphuwin sudah menikah karena phuwin hamil anak pond, dan itu membuat pond Bahagia sejak berpacaran,k pond beberapa kali mengajak phuwin ke tahap pernikahan tapi phuwin tetap tidak mau dia tetap mempertahankan sampai selesai kuliah dan bekerja dulu baru dia menikah, sampai terjadilah insiden di satu malam yang menyebabkan mereka berdua harus menikah.
Sejak kehamilan anak pertama mereka pond selalu siaga satu terhadap phuwin apapun yang phuwin mau selalu di turuti meskipun sambil ya tuhan ya tuhan
“nara” phuwin meletakan dagunya di bahu pond. Pond fokus menonton jadi tidak terlalu fokus dengan panggilan phuwin
“naravit!!”
“iya phu, kenapa?” tanya pond melirik ke sampingnya. Phuwin mencubit-cubit pelan pipi pond
“ngantuk”
“sini tidur” pond menepuk-nepuk pahanya menyuruh phuwin tidur di sana
Phuwin langsung tidur dengan membantali paha pond. Phuwin memeluk dan mencium aroma pond yang sangat melekat dengan parfumnya, dia memejamkan matanya saat pond mengelus lembut kepalanya.
“kita pindah ke kamar aja yah, biar kamu gak susah geraknya” ujar pond
Phuwin menggeleng kepalanya “ngga mau”
“nanti sakit badannya”
“engga sakit, mau gini aja” sahutnya dengan mata terpenjam
Beberapa menit phuwin masih tertidur di pahanya, pond meringgis kakinya sudah kram, mau membangun tapi kasihan melihat phuwin yang sudah tertidur nyenyak, dia mengambil bantal sofa di sampingnya dan mengangkat pelan kepala phuwin menidurinya di sana.
Pond meregangkan badannya, ia melirik ke jam dinding, sudah hampir jam 3 sore.
“naraaaa!” teriak phuwin, Ketika bangun tidak ada pond disampingnya
“sebentar, aku lagi pakai baju” ucap pond dari dalam kamar, dia tadi pergi mandi
“isshh! Kesini cepat” teriaknya lagi
Pond langsing lari keluar usai memakai bajunya “kenapa butuh sesuatu?” tanya pond
Phuwin menggeleng kepala matanya mulai berkaca-kaca, melihat phuwin seperti itu pond mensejajarkan tubuhnya dengan perut phuwin yang sudah sedikit buncit itu dia mengusap perut phuwin dengan lembut “kan baru di tinggal sama papi masa udah nangis, mau apa biar papi turuti”
“aku pengen makan mangga” ucap phuwin
Pond mengusap air mata di pipi phuwin “cuman mau mangga kenapa harus nangis, tunggu di sini aku pergi beli”
“ishh jangan beli, aku mau kamu yang petik sendiri”
“mau petik di mana phu, kita ngga punya pohon mangga, aku beli aja ya” bujuk pond
“kata siapa gak punya, ada itu di samping rumah” phuwin
“sayang yang benar aja kamu, itu punya tetangga bukan kita”
Phuwin tetap menggeleng kepalanya “tapi aku mau yang itu titik, kalu kamu ga bisa ambil mangganya berarti kamu ngga sayang sama ade bayi”
Pond tersenyum paksa “iya sayang bisa, kamu tunggu di sini aku minta dulu mangganya” ucap pond, meski agak ragu bukan apa tapi tetangganya yang ini posesif sekali sama mangganya
“aku maunya sekarang nara!”
“ya udah aku pergi petik dulu”
“ikutt”
Mereka berdua sudah berada di bawa pohon mangganya di dalam hati pond berdoa agar tetangganya jangan dulu keluar, takutnya dia di lempar pake kayu karna naik pohon mangga mereka tanpa izin “ini dosa ngga si, nanti gue bayar ya pak somet jangan catet dulu dosanya gue gak niat mencuri” gumam pond
KAMU SEDANG MEMBACA
perjodohan~JoongDunk (END)
Ficción Generaldi jodohin? .... "ini hanya perjodohan ga usah ikut campur sama urusan gue" "dih siapa juga yang mau ikut campur" .... dunk pikir perjodohan itu hanya cerita fiksi ternyata ada juga di dunia nyata buktinya sekarang dia di jodohin sama orang yang...
