🌹
bnyk typo
****
“lo gapapa?” tanya phuwin membantu joong berdiri
“gapapa” jawabnya singkat, joong diam beberapa saat memikirkan apakah dunk masih ada di apartement mereka atau sudah pergi.
Phuwin membawa joong ke dalam rumah “sini gue bantu obatin” ujarnya setelah mengambil kotak P3K
“shhh pelan-pelan” joong meringgis sakit saat phuwin menyentuh sudut bibirnya
Ia mengusap sudut bibir joong pelan “lo lagi ada masalah sama dunk?” tanyanya lagi
Joong mengangguk “hmm, banyak bangat masalahnya”
“maaf gue gak tau kalu kalian ada masalah” phuwin
Joong hanya tersenyum menangapinya “gue balik dulu”
“mau gue ikut, biar gue bantu jelasin?” phuwin
“ga usah” ucap joong lalu pergi meninggalkan phuwin
Phuwin yang di tinggal merasa bersalah diam dengan pikirannya apakah masalah joongdunk ada sangkut pautnya dengan dia?
Sampai di apartement joong masuk mencari dunk tapi sudah tidak ia temukan “dunk lo di mana” panggil joong
“DUNK, GUE SURUH LO TUNGGU BUKAN PERGI” teriaknya
Joong menggeleng kepalanya dengan keras setelah mengingat kembali lagi kata-kata pond “gak! Dia ga boleh ambil dunk dari gue, dunk punya gue, DUNK PUNYA GUE LO GA BOLEH AMBIL” teriak joong frustasi
Joong membuka hpnya
Nata🌻
Dunk
Lo dmna
Jngn prgi, gue mnta maaf
Gue slh, gue egois, lo blh pukul gue, jngn tnggalin gue pliss
Gue butuh lo
Jngn prgi
~
Paginya joong langsung pergi ke rumah mertuanya mencari dunk di sana sampai di sana joong mengetuk pintu “ngapain kamu ke sini!” tanya luna dengan aura kemarahan yang sudah terlihat
Joong memegang tangan luna “bunda joong minta maaf, ada dunk di dalam kan? Joong mau ketemu dia” pintanya
“pergi kamu dari sini jangan pernah menginjakan kaki kamu di sini, saya tidak sudi lihat orang seperti kamu!” luna melepaskan tangan joonng yang memegang tangannya
Mendengar itu joong langsung berlutut di depan luna “maaf, aku salah tolong maafkan aku bunda”
Luna mengahlikan kepalanya kelain arah melihat joong seperti sekarang mengingatkan kisahnya dulu dengan angga, luna dulu Perempuan yang hampir bisa di bilang bebas sering bolak balik di club malam hingga dia di pertemukan dengan angga, dimana sifat angga yang sabar mennghadapi sifat bebas dirinya, angga yang memahami situasinya, bahkan luna hampir di lecehkan karna ada satu cowo sengaja memberinya minuman yang sudah di campurkan dengan obat perangsang untung saja angga cepat menemukan dia kalu tidak, mungkin anak yang dia kandung saat itu bukan anak angga tapi anak dari pria yang tidak dia ketahui.
Air mata luna jatuh membasahi pipinya mengingat dulu egoisnya dia sampai mau mengaborsi bayi yang dia kandung, ternyata benar kata orang perbaiki sifat mu jika tidak mau hal yang buruk terjadi di anakmu nanti.
“bangun”
Luna membawa joong masuk ke dalam duduk di kursi untuk membicarakan masalah mereka baik-baik “bunda kecewa sama kamu, bunda titip dunk ke kamu tapi kenapa kamu sakitin dia?”
Joong menundukan kepalanya tidak tau mau menjawab apa, dia salah sepenuhnya di sini dan tidak ada pembelaan sama sekali “semalam bunda sudah memikirkan untuk segerah mengurus surat cerai kalian, biar kamu bisa bebas pergi kemana saja dengan teman mu itu” ujar luna melihat joong yang sedari tadi menunduk
Joong mengangkat kepalanya dan Kembali berlutut di depan luna memegang tangannya “apa yang harus joong lakukan bunda biar bisa membayar semua perbuatan joong ke dunk, jangan pisahkan joong dari dunk, aku mohon” ucapnya joong juga sudah menangis, berada di samping dunk membuatnya nyaman tapi entah kenapa dia sampai bisa melakukan hal seperti kemarin.
Luna menatap joong intens, ada aura kesungguhan dan ketakutan akan kehilangan di matanya joong “meminta maaf ke dunk, dapatkan maaf dari dia, kalu dia bisa memaafkan kamu bunda mengizinkan kamu membawa dunk lagi, tapi jangan mengulangi kesalahan yang sama”
Joong merenungi perkataan luna mendapatkan maaf dari dunk empat kata yang sangat sulit untuk dia dapatkan saat ini.
“kenapa diam? Kamu tidak bisa melakukannya?” tanya luna
“joong akan usaha untuk mendapatkan maaf dari dunk, terimakasih bunda sudah memberi aku kesempatan, joong janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama”
“bunda kenapa izinin dia masuk di rumah!” teriak dunk yang baru saja turun dari tangga menatap joong dengan tajam serta tubuhnya yang mulai bergetar seperti orang trauma.
luna dan joong kaget mendengar teriakan dari dunk, luna berlari ke arah dunk “sayang tenangi diri kamu”
“gak! Dunk ga suka liat dia! Bunda dia BRENGSEK dunk gak suka dia”
“lo Pergi dari sini! PERGI!” teriak dunk murka melihat joong sudah seperti dia lihat musuhnya sendiri
Pond baru saja sampai di depan rumah dia sudah mendengar teriakan dunk, pond langsung berlari masuk, baru saja masuk pond sudah lihat dunk terduduk lemas dengan menarik rambutnya
“dunk hey, dunkie ini gue pond” ucap pond lembut berusaha melepaskan tangan dunk dari kepalanya
Dunk tersadar langsung memeluk pond “usir dia pond! Suruh dia pergi!” ucap dunk sudah terisak
“kamu tenang dulu lepasin tangan kamu nanti aku usir dia pergi” pond sudah memakai aku-kamu, biar lebih lembut di dengar agar bisa membuat dunk sedikit tenang
Joong terdiam di tempat, sebegitu bencinya dunk ke dia sampai melihatnya saja sudah seperti orang yang memiliki trauma.
Setelah dunk melepaskan tangan dari kepalanya luna langsung memeluk dunk sementara pond menarik joong keluar
“lo ngapain ke sini anjing! Belum puas lo sakitin dia?!” pond
“pergi lo dari sini jangan pernah balik!” lanjut pond
“gue minta maaf, izinin gue perbaiki semuanya” joong memohon ke pond
Selain bundanya dunk, pond lah salah satu orang yang joong takuti untuk sekarang, karna pond juga bisa memisahkan dia dengan dunk dalam satu hari kalu dia mau.
“lo gak liat setakut apa dunk sama lo tadi!” pond
Joong mengangguk “gue lihat, gue sakit hati, seandainya gue tau ini bakal terjadi ga akan gue lakuin hal itu, sekali lagi gue minta maaf”untuk sekarang tidak ada kata lain selain maaf dan mengaku bahwa dirinya salah karna memang benar.
Pond geram melihat joong yang dulunya sok tegas sekarang sudah seperti orang goblok ingin sekali dia tonjok joong sampai dia puas, tapi selain geram pond juga merasa kasihan “goblok lo anjing! gue lihat seberapa keras lo berjuang untuk mendapat maaf dari dia”
“pergi sekarang!” usir pond.
****
🌹
Tess~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
perjodohan~JoongDunk (END)
Fiksi Umumdi jodohin? .... "ini hanya perjodohan ga usah ikut campur sama urusan gue" "dih siapa juga yang mau ikut campur" .... dunk pikir perjodohan itu hanya cerita fiksi ternyata ada juga di dunia nyata buktinya sekarang dia di jodohin sama orang yang...
