dua puluh empat

3.8K 181 9
                                    

🌹
bnyk typo

****
“joong nanti malam sibuk ga?” tanya phuwin

“ga, kenapa?”

“ada film baru, ayo pergi nontong” ajak phuwin

Joong menganggu kepalanya “boleh, tapi dunk ikut juga gapapa kan? Soalnya dia mau jalan sama lo”

Phuwin menunjuk dirinya sendiri “jalan sama gue?”

“iya dua hari yang lalu dia suruh gue ajak lo jalan” joong

“oh, boleh” phuwin

“mau makan apa biar gue pesanin?” tanya joong saat ini mereka berada di katin kampus

“bakso aja”

“oke, tunggu bentar”

~

Pond memegang bahu dunk pelan tanpa mengeluarkan suaranya
“pond, ngapain di sini?” tanya dunk kaget

“kangen sama lo, mentang-mentang udah nikah lo ga pernah lagi mau keluar ama gue” ujar pond karna dunk sudah tidak pernah jalan keluar dengan dia selain bareng teman-temannya yang lain

Berbeda dengan dulu dunk selalu mengajaknya keluar meskipun sekarang sudah menjadi suami orang tapi setidak jalan keluar sekali sebulan juga tidak masalah.

Dunk bingun mau menjawab apa satu sisi dia juga mau mengajak pond keluar tapi di sisi lain kalo dia jalan keluar sama pond maka bakal terjadi perperangan “lo ga pernah ngajak” alasan dunk

“iya juga si hehe, tapi biasanya kan lo yang selalu ngajak” pond

“nanti deh kapan-kapan kita kumpul bareng yang lain lagi” dunk

“berdua aja, ayo ke danau” ajak pond, danau adalah tempat yang sering di datangi pond dunk kalu mereka lagi ada masalah atau cape sama tugas kuliah

“pond gue bukannya gak mau tapi belum izin sama joong” ucap dunk

“siapa juga yang mau pergi sekarang, besok kek, lo izin dulu sama dia” pond

Dunk mengangguk dengan ragu “iya nanti gue coba izin”

Pond menatap dunk heran karna ekspresi dunk yang tidak meyakinkan “dia ga larang lo ketemu gue kan?”

Dunk mengeleng kepalanya “ga kok, dia tau kita temanan”

“bagus kalo ga larang” pond

~

Dunk senang karna joong mengajaknya keluar bareng phuwin dan sekarang mereka menuju ke rumah phuwin untuk menjemputnya 

Dunk mau bisa berteman dengan phuwin siapa tau dia bisa membantu phuwin buat suka sama pond, pikirnya tanpa memikirkan bagaimana perasaan joong ke dia yang masih tanda tanya juga

“dunk lo duduk di belakang gapapa kan?” tanya joong setelah sampai di depan rumah phuwin

Astaga dunk melupakan satu fakta yang bisa merubah mood nya “iya” ucapnya berat, lalu turun dan pindah ke belakang

“malam phuwin” sapa dunk, melihat phuwin yang baru saja masuk ke mobil

Phuwin tersenyum “malam”

Pantes pond bilang mau diabetes liat senyum phuwin ternyata memang semanis ini, dunk jarang melihat phuwin tersenyum bahkan belum pernah dan ini pertama kalinya phuwin senyum ke dia 

Sampainya di mall mereka langsung masuk ke bioskop karena sudah terlambat  selama menonton joong dan phuwin banyak tertawa, dunk kadang ikut tertawa tapi kayanya dia tidak di ajak untuk ikut

Tiba-tiba phuwin mengigil karna kedinginan joong yang lihat itu dia langsung membuka jaketnya dan memakaikan ke phuwin “maksih”

“mau balik aja? Udah kedinginan bangat?” tanya joong, phuwin memiliki kulit yang agak sensitif baik di cuaca panas maupun dingin

“gak, masih mau nonton” phuwin

“ekhem”

“kenapa lo juga kedinginan?” tanya joong ke dunk

“kepanasan!” dunk menekankan katanya panasnya

Setelah selesai menonton mereka mau jalan-jalan dulu tapi phuwin tertidur di dalam bioskop alhasil mereka langsung balik

Joong mengendong phuwin ke luar sampe masuk ke mobil, dunk kasih saran agar phuwin di tidurkan di kursi belakang biar lebih luas tapi joong tidak mau, Dia menidurkan phuwin di depan dan meletakan kepala phuwin di bahunya lalu membawa mobil pulang.

Hamper sampai di rumah phuwin terbangun dari tidurnya “nguhh, gue ketiduran?” tanyanya sambil mengusap matanya

“iya, tidur lagi aja nanti udah sampe baru gue bangunin” joong

Phuwin yang masih mengantuk melanjutkan tidurnya dengan menyandarkan kepalanya di bahu joong lagi

Dunk hanya bisa diam melihat itu, dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh “sakit bangat anjing” batinnya

“phu bangun kita udah sampai”
Phuwin yang di bangunin langsung bangun

“mau singgah dulu?” tanya phuwin

“gak kita mau langsung ba;ik aja ya” joong

Phuwin mendengar kata kita dia keget, agtaga ia lupa kalo ada dunk juga di sini “dunk ga mau masuk dulu?" tawar phuwin

Dunk hanya bisa menggeleng

“tidurnya jangan lupa tutup pintu baik-baik, kalo ada apa-apa langsung telpon gue” ucap joong

“iya makasih, kalian hati-hati”

~

Selama perjalanan balik ke apartemen dunk hanya diam saja masih sakit hati melihat drama di depan matanya tadi
“lo kenapa?” tanya joong

“ga”

****
🌹

jngn lupa vote😉

perjodohan~JoongDunk (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang