tiga puluh empat

12.8K 409 37
                                        

🌹
bnyk typo

****

"joong, lo kenapa jadi gini" ucap phuwin memegang bahu joong

Joong menatapnya "phu, dunk ningalin gue"

Phuwin memegang rahang joong, tangannya mengusap air matanya lalu membawa joong kedengkapanya "gue mau dia phu, gue nyesal, bilang ke dia gue gak mau pisah" lirihnya di pelukan phuwin

Deg

Seakan di pukul kenyataan, phuwin harus menerima bahwa orang yang joong cinta itu dunk bukan dirinya, joong selama ini hanya mengangapnya teman hanya saja dia yang terlalu bawa perasaan hingga berakhir begini

"gue minta maaf, ini salah gue, gue yang selalu ngerepotin lo" ucap phuwin sambil mengusap kepala joong

"gue mau dunk phu, gue gak mau pisah tapi dianya udah ga tahan sama sikap gue" joong terkekeh mengingat ucapan dunk menyuruhnya untuk menghargai Keputusan yang dia ambil

"bersihin badan lo, terus istirahat, jangan siksa diri lo kaya gini" phuwin

Joong mengeleng kepalanya "gue masih mau gini, tolong ambilin minuman di kulkas" pinta joong

"udah cukup lo udah minum banyak"

"gue belum mabuk phu, isi kepala gue terlalu berisik bikin pusing, gue pengen mabuk biar bisa lupain semuanya" joong

Phuwin sudah menangis antara sedih lihat joong seperti sekarang dan cintanya yang bertepuk sebelah tangan, phuwin Kembali memeluk joong dengan erat sambil menucapkan kata maaf karna sudah menjadi biang masalah di rumah tangganya joong

"lo isterahat dulu ya, gue pergi sebentar" ucap phuwin membantu joong jalan ke Kasur.

~

Di rumah dunk sendiri bundanya sedang pergi keluar sebentar, dunk duduk diam di ruang tamu, dia memang dia tapi pikirannya tidak bel rumah berbunyi dunk berjalan dan membuka pintu

"ngapain lo kesini? Mau ngetawain gue karna kalah dari lo?" tanya dunk melihat phuwin yang berada di depannya

"izinin gue masuk, gue mau bicara sama lo" phuwin

Dunk meliriknya sekilas, ingin sekali dunk mengusir phuwin tapi dia masih punya hati nurani "masuk"

"kenapa?" tanya dunk sinis

"gue ke sini mau minta maaf, semua salah gue sampai rumah tangga lo sama joong jadi begini" ujar phuwin menunduk malu

"kenapa baru sekarang sadarnya?"

phuwin tersenyum mengangguk dan memegang tangan dunk "sekali lagi gue minta maaf, mungkin kata maaf gak cukup sama apa yang gue perbuat ke lo beberapa bulan ini, joong ga bisa tanpa lo dunk, dia sakit, joong ngelakuin ini semua karna sebelum dia nikahin lo dia pernah janji ke gue buat tetap jadi joong yang gue kenal. Gue juga terlalu merepotkan sampai buat dia mengelami masalah seperti ini. Phuwin menjeda ucapannya lumayan lama

"udah gue maafin, kalu lo kesini cuman mau ngomongin itu lo boleh pergi sekarang" dunk

"Gue bakal pergi kalu udah selesai ngomong. Lo tau gue di bodohi sama pikiran gue sendiri, gue sempat berpikir kalu joong itu cintanya sama gue, dia cuman terpaksa nerima perjodohan kalian, ternyata gue salah besar joong selama ini cuman ngangap gue teman baik dia" jelas phuwin membuat dunk terdiam

"dan gue menyesal dengan perbuatan gue sendiri karana yang sakit bukan cuman lo dan joong tapi diri gue juga maybe terlalu berekspektasi, mau sekeras apapun gue berusaha untuk nunjukin rasa cinta gue ke joong tapi kalu orang yang joong mau bukan gue yah gue bisa apa" ucap phuwin dengan kekehan kecil, matanya sudah berkaca, cinta phuwin ke joong sudah lama terpendam membuat dia sampai melakukan hal seperti sekarang.

perjodohan~JoongDunk (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang