***
Chanyeol terdiam sejenak untuk mengingat apakah ia pernah bertemu dengan Wendy atau tidak. Kerut di keningnya menandakan ia sangat berpikir dengan keras. Hal ini membuat Wendy sedikit terkikih dengan pelan. Chanyeol menatap Wendy yang saat ini sedang terkikih, kerutan di keningnya sedikit menghilang digantikan oleh mata yang terpesona oleh kecantikan Wendy. Wendy melihat Chanyeol sedang menatapnya dan mulai berdehem dan berkata, "Ada apa?".
"Katakan saja, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Aku benar-benar tak ingat," ujar Chanyeol.
Wendy tersenyum dan berkata, "Kau satu sekolah denganku saat SMA."
Chanyeol terkejut mendengarnya. Seterkenal itukah dia di sekolah? Chanyeol langsung tersenyum dan berkata, "Oh kau mengenalku?"
"Tentu saja, aku selalu memperhatikanmu dengan Joohyun. Setiap kau di kantin aku selalu melihatmu. Aku benar-benar mengagumi..." jawaban Wendy terpotong. Chanyeol tersenyum dan menyipitkan mata besarnya itu.
"Wah kau rupanya fansku. Emang aku itu tampan bukan? Jadi malu nih" Culas Chanyeol.
Wendy hanya bisa terdiam dan tersenyum.
***
Joohyun terduduk di sofa sambil menonton siaran televisi. Luhan saat ini benar-benar memanjakannya. Tentu saja untuk menjaga sang istri dan calon buah hatinya. Ia tak ingin Joohyun kelelahan. Saat ini Luhan tengah mencoba memasak makanan untuk Joohyun. Namun, Luhan terkenal akan TIDAK JAGO masak. Sayur berserakan dimana-mana, bumbu dapur tumpah di atas meja, intinya berantakan. Padahal ia hanya ingin memasak sayur sop dan telur dadar. Tapi semua macam bumbu berserakan di sana. Joohyun melihat itu dan mengomelnya.
"Astaga, berantakan sekali. sudah biar aku saja yang masak," ucap Joohyun.
Luhan langsung menghadang Joohyun yang akan masuk ke dalam dapur. "Kau diam saja, biar aku yang masak."
Joohyun hanya tertawa dan menunggu masakan Luhan jadi. Beberapa menit kemudian, masakan telah jadi dan Luhan menatanya di atas meja makan. Joohyun terkejut dengan hasil makanan yang dibuat oleh Luhan. Bukannya terkagum, melainkan terkejut dengan telur dadar yang gosong setengah, namun ada sayur sop yang dari tampangnya cukup bisa dicerna.
"Telurnya menghitam," Joohyun tertawa dengan keras.
"Astaga, tadi apinya kebesaran," ucap Luhan, "Tapi semoga sayur sop ini enak" lanjutnya.
Joohyun mengambil beberapa sendok sayur sop dan mencicipinya. "Lumayan, tapi ini wortelnya masih keras."
"Baiklah, aku catat. Api saat masak telur jangan kebesaran, wortel harus matang, bumbu harus pas," ucap Luhan sambil mencatat beberapa kesalahannya di dalam sebuah catatan di ponselnya.
-Knock knock-
Seseorang mengetuk pintu rumahnya. Luhan segera beranjak dari duduknya dan membuka pintu. Disana terdapat Chanyeol dengan memakai tongkat karena masih dalam masa pemulihan kakinya, namun saat ini Chanyeol sudah hampir sembuh dan kecelakaannya waktu itu.
"Oh hei, kau sudah sembuh rupanya," ucap Luhan.
"Joohyun mana?" tanya Chanyeol.
"Hei, kau ini mau membuatku cemburu atau apa? Tiba-tiba banget langsung nyari Joohyun," Luhan sedikit mengambek.
"Astaga tidak, aku ingin mengenalkan pacar baru aku," ucap Chanyeol.
"Ya sudah ayo masuk, sekalian bawa masuk pacarmu. Mana dia?" tanya Luhan.
"Itu masih mengambil tas ku di mobil. Dia tak kalah cantik dari Joohyun," ujar Chanyeol.
Seorang wanita berambut pendek sebahu datang sambil menenteng tas. Chanyeol tersenyum melihat kedatangan wanita itu. Luhan tersenyum karena ia juga mengenal wanita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Marriage
FanfictionMenikah dengan seseorang yang kita cintai, tentu saja kita akan merasa bahagia. Tetapi, bagaimana kalau kita tidak mencintainya? Tentu itu pasti menyulitkan. Disinilah kisah cinta itu ada. Tangisan, Kesedihan, Kebahagiaan, dan Kesengsaraan ada dalam...
