*****
Orang bilang jatuh cinta diam-diam itu sangat mengenaskan dan pengecut tapi menurut Faiza itu istimewa. Faiza selalu mengagumi Sosok Sayyidah Fatimah yang memendam cintanya kepada Ali. Sungguh kisah cinta yang indah, tidak ada seorang pun yang tau selain Allah.
"Za, tumben ga ke perpus?" Sera datang sambil menaruh tas nya. Sudah sebuah rutinitas Faiza datang pagi dan langsung ke perpustakaan tapi tidak untuk pagi ini.
"Kenapa nunggu Ezra ya?" Sera menyenggol lengan Faiza, membuatnya tersenyum tipis. Justru dia ke sini karena ga mau ketemu Ezra. Tadi, saat Faiza hendak menuju perpustakaan ia malah melihat Ezra yang sedang merapikan buku-buku ke dalam rak, daripada harus berpapasan dengannya jadilah Faiza balik lagi ke kelas, sudah seminggu Faiza menghindar dari cowok itu, semua ini karena kejadian sebulan lalu saat di mana Ezra menyatakan perasaan kepadanya, iya, Ezra ketua kelas yang dingin dan cuek itu tiba-tiba saja menyatakan cinta pada Faiza.
"Ser, aku mau cerita deh," sepertinya ini harus ia ceritakan pada Sera, siapa tau kan Sera punya solusi untuk menolak ketua kelas itu. Meski Faiza sedikit ragu, bukan ragu pada perasaannya tapi ragu pada jawaban sera nantinya.
"Aku..."
"Gue suka sama izan," Potong Sera cepat, cewek itu memejamkan matanya.
"Eh? Apa tadi kamu bilang?" Tanya Faiza memastikan.
"Kayaknya gue suka sama izan deh za, gue mencoba untuk bersikap biasa aja sama dia tapi ga bisa, jujur semenjak kejadian waktu itu gue ngerasa ada perasaan sama izan, za," Ucap Sera lagi.
"Oh gitu..." Faiza mengepalkan pergelangan tangannya mencoba menahan bulir air mata yang mulai keluar. Hal yang paling ia takuti akhirnya terjadi juga. Sera menyukai izan.
"Ngobrolin apa sih kok serius banget," Orang yang di bicarakan pun akhirnya datang juga. Izan dengan santainya langsung melempar tas ke kursi asal dan menghampiri keberadaan mereka.
"Tumben lu berangkat pagi?" Tanya Sera, wajahnya heran sekaligus kaget melihat izan yang datang sepagi ini.
"Ya emang kenapa sih, suka-suka gue lah,"
"Eum ser, aku ke perpus dulu ya," ucap Faiza lalu segera pergi menuju perpustakaan seolah membiarkan mereka berdua di dalam kelas.
"Loh za, tadi Lo mau bilang apa?" Teriak Sera pada Faiza yang sudah berlari ke luar kelas.
"Giliran gue Dateng kok Faiza pergi ya? Gue ada salah kah sama dia?"Tanya izan, sudah dua hari ini Faiza mengabaikannya padahal baru saja mereka baikan.
"Lo belum tau ya zan, kalau Faiza sama Ezra lagi pdkt?"
"Maksud lu?"
"Iya, mereka tuh lagi Deket akhir-akhir ini, Faiza tadi buru-buru mungkin mau ketemu Ezra di perpus,"
Izan terdiam, entah mengapa dadanya terasa sesak sekali.
"Lo tau ga sih zan kalau Faiza itu risih sama Lo? Dia itu ga suka kalau Hanan dan yang lain ledekin dia sama Lo,"
"Risih ya..." Izan tersenyum sinis sambil mengepalkan tangannya ternyata bukan Ezra saingan terberatnya melainkan perasaan Faiza padanya. Memang dari awal izan hanya jatuh sendirian kan?
"Lo masih suka sama Faiza?" Tanya Sera pada izan.
"Cie... Berduaan ni, nanti yang ketiganya setan loh," Celetuk Awan, cowok itu baru saja datang dan langsung melihat izan dan Sera yang berduaan di kelas, bahan olokan baru untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAZANI || END ✓
SpiritualFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!! Cinta nya izan itu cuman buat faiza dan akan selamanya hanya untuk gadis itu seorang. Disclaimer!!! Fiksi 100% Karya sendiri
