Hari ini adalah hari ulang tahun Izan. Izan kecil yang saat ini umurnya beranjak lima tahun duduk di depan rumahnya mengamati rumah dengan cat biru muda itu. Biasanya rumah itu selalu membeli kue setiap tahunnya, anaknya yang perempuan itu kan sama tanggal lahirnya dengan Izan jadi setiap kali mereka mengadakan acara pasti Izan akan diajak untuk bergabung, tapi untuk kali ini beda, tidak ada tanda-tanda penghuni rumah itu mengadakan acara, rumah itu terlihat sepi.
Izan bertanya-tanya sembari melempar batu di dekatnya, apakah mereka mengadakan acara di luar tapi kenapa Izan tidak diajak?
"Huh! Gak setia kawan!" Protes Izan, melempar batu yang lebih besar ke jalanan.
Tak lama, umi Aisyah keluar dengan pakaian yang rapih.
Izan menoleh, "mama mau ke mana?" Tanya Izan, saat itu Izan masih memanggil umi-nya dengan sebutan mama.
"Ini, mau berkunjung ke teman umi, anaknya baru saja lahir, Izan mau ikut? Atau mau nunggu Faiza aja? Kayaknya mereka lagi gak ada di rumah Zan,"
Izan seperti menimbang-nimbang sebentar, sampai akhirnya anak kecil itu mengangguk, "iya mama mau ikut!" Seru Izan membuat umi tersenyum lalu menggenggam tangannya.
"Nanti di sana jangan berisik ya, takut ganggu dedek bayi nya." Titah umi buat Izan mengangguk.
Akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan besar, saat itu Izan tidak tahu bahwa bangunan besar itu bernama rumah sakit yang ia tahu tempat itu adalah tempat di mana bayi-bayi dilahirkan termasuk dirinya.
Ketika sampai diruangan, umi menyapa temannya sembari memberikan sebuah bingkisan, Izan tidak tahu pasti itu apa.
"Mama, mau liat bayinya," Seru Izan kecil sembari menarik lengan umi, membuat umi Aisyah tertawa canggung.
"Izan mau liat anak ummah ya? Sebentar ya ummah tanya suster dulu," Ucap seorang wanita paruh baya lembut, Izan melihatnya seperti umi ke dua karena perawakannya yang mirip seperti umi Aisyah.
"Aduh gausah Bu, takut repot,"
"Gapapa Bu Aisyah, tujuan nya ke sini kan mau liat anak saya,"
Umi Aisyah hanya tersenyum tipis sembari menyenggol lengan Izan sedangkan Izan berseru riang, "Yeay asik! Liat Dede bayi lucu."
Suster membawa stroller berisi seorang bayi yang sedang tertidur
"Masyaallah, lucu ya!" Seru umi Aisyah.
Izan menatap sang bayi sembari menyenderkan kepalanya di tiang stroller.
"Perempuan ya Bu?" Tanya umi Aisyah membuat sang ibu mengangguk.
"Cantik." Guman Izan sembari menautkan jarinya ke jari sang bayi yang mungil.
"Izan sepertinya mau punya adik lagi tuh Bu,"
Izan langsung mengangguk, "iya ma, Izan mau punya adik perempuan kaya bayi lucu ini, boleh ya, besok harus ada di rumah ya ma."
"Heh, kamu memangnya beli boneka apa!" Umi Aisyah tertawa canggung dan menggelengkan kepalanya.
"Aaaa mama, Izan mau punya adik perempuan, mau punya adik!! Titik besok harus ada!" Teriak Izan mulai menggoyangkan lengan umi membuat umi Aisyah hanya mengangguk iya-iya saja sebelum Izan merengek, menangis.
"Bener ya!"
"Iya, udah jangan berisik, nanti kamu diusir sama satpam!"
Izan berseru senang lalu kembali melihat sang bayi yang berada di stroller, rupanya ia tidak terganggu dengan keberisikan Izan dan masih tertidur dengan lucunya.
"Nanti kalau aku punya adik perempuan, kamu yang jadi temannya ya! Biar dia gak kesepian." Guman Izan membuat si bayi ntah mendengar atau tidak ikut tersenyum.
"Ih bayinya, ketawa, lucunyaaa!"
"Izan, hari ini ulang tahun ya? Sama dong nanti sama anak ummah, barakallah fii umrik ya Izan, insyaallah jadi anak yang Sholeh dan berbakti kepada orang tua, aduh ummah lupa nih bawa hadiah buat Izan."
Izan tersenyum dan bersalaman kepada wanita itu, "makasih ummah, liat anak ummah aja udah jadi hadiah buat Izan,"
"Aduh bisa aja kamu ini, kecil-kecil udah pinter ya puji ummah."
Meski hari ini Izan tidak bisa merasakan kue di rumah Faiza dan tidak bisa merayakan hari ulang tahun bersama, Izan tetap senang karena umi Aisyah hari ini mengajaknya menemui bayi lucu ini. Bagi Izan hari ini tidak terlalu buruk dan bayi ini membuatnya bahagia.
~epilog selesai~
KAMU SEDANG MEMBACA
FAZANI || END ✓
SpiritualFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!! Cinta nya izan itu cuman buat faiza dan akan selamanya hanya untuk gadis itu seorang. Disclaimer!!! Fiksi 100% Karya sendiri
