*****
"Jadi tempat yang dimaksud itu di sini?" Tanya awan heran.
Sekarang mereka ada di sebuah markas geng motor.
"Semuanya kenalin ini temen temen SMA gue, soal nama tanya aja sama mereka," Nandra memperkenalkan mereka kepada teman-teman barunya, yang penampilannya sedikit menyeramkan.
Mungkin di markas itu ada sekitar sepuluh orang dan semuanya melihat ke arah Izan dan kawan-kawan. Bulu kuduk izan tiba-tiba saja meremang dan kakinya sudah ancang-ancang untuk keluar jika mereka menyerangnya.
"Oh ini teman-teman yang suka kak nandra ceritain itu ya? keren-keren ya ternyata pas ketemu langsung," Sahut seorang pemuda yang izan yakini dia adalah kapten nya.
"Kenalin saya Mahesa, muridnya kak nandra, kita suka belajar bareng sama kak nandra," Mahesa mengulurkan tangannya membuat izan mau tidak mau bersalaman.
"Gue izan, ini ada Hanan dan yang lagi bersembunyi di belakang gue awan," Jawab izan.
Awan menggaruk tekuknya yang tidak gatal lalu menepuk pundak izan pelan.
"Gue gak lagi sembunyi kok cuman ini... Hehe bersihin punggung Si izan yang kotor, lu dari mana sih zan kok kotor gini," Ucap awan beralasan.
"Tadi Lo bilang murid? Maksudnya apa ya?" Kali ini Hanan yang bertanya.
"Kita muridnya kak nandra, jadi kak nandra suka ajarin kita materi SMA di sini," jawab Mahesa.
"Jadi selama ini Lo sering nolak setiap diajak main, buat ini? Ngajarin mereka ndra?"
Nandra tersenyum malu,"iya, Makanya sekarang gue mau kenalin mereka ke kalian."
Huft. Akhirnya izan bernafas lega, anak-anak itu tidak bahaya mereka hanya ingin belajar karena rata-rata dari mereka tidak bersekolah.
"Jadi seperti yang gue bilang kemaren mahes, gue bakal ngadain party di sini!"
"ASIK!" anak-anak itu berseru.
"Kapan lu kenal sama mereka ndra?" Tanya Hanan, kali ini mereka—nandra dan kawan-kawan— duduk di sebuah meja yang sudah di siapkan Mahesa sambil memakan cemilan yang nandra bawa.
Nandra melihat ke arah sekelompok geng motor itu, mereka asik memakan pizza, burger, dan spaghetti yang nandra beli sambil menonton televisi, kebetulan di markas mereka ada benda itu.
"Sejak adik gue Joel bergaul sama mereka," jawab nandra menoleh ke arah teman-temannya yang bingung dengan ucapannya itu.
"Kayaknya ini bakal panjang, dengerin baik-baik, jadi adik gue Joel pernah kepergok sama bokap dan nyokap gue balapan sama mereka, nyokap sama bokap marah banget waktu itu sampe Joel dihukum gaboleh kemana-mana dan semua fasilitas yang udah bokap kasih semuanya diambil sama beliau, Joel mohon-mohon lah tuh sama gue, katanya mereka anak baik-baik, saat itu aja mereka di paksa buat balapan sama geng motor lain, Joel cuman bantu mereka menguasai apa yang mereka ga bisa seperti pelajaran-pelajaran di sekolah, mereka itu sebenernya anak jalanan yang merangkap sebagai geng motor."
"Mereka pengen banget sekolah tapi lu semua tau lah kalau mereka ga sekolah berarti mereka emang ga punya biaya nya, niat adik gue baik sebenernya cuman waktu itu bokap sama nyokap belum tau aja, akhirnya gue dateng lah ke markas ini dan coba bantu mereka selagi adik gue jalanin hukumannya, eh malah keterusan," Jelas nandra.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAZANI || END ✓
SpiritualFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!! Cinta nya izan itu cuman buat faiza dan akan selamanya hanya untuk gadis itu seorang. Disclaimer!!! Fiksi 100% Karya sendiri
