17

83 9 1
                                        

Apa yang akan kamu lakukan jika diberi sebuah pilihan, memperbaiki hubungan persahabatan atau cinta? Dan tentunya kita hanya bisa memilih satu diantara keduanya. Hari ini, Sera akan mengungkapkan perasaannya kepada izan dan tentu saja dibantu oleh Faiza.

Bagaimana perasaan izan ketika mengetahui gadis yang ia suka membantu temannya menyatakan perasaan itu kepadanya? jelas ia akan kecewa.

"gimana penampilanku?" tanya sera pada faiza sembari merapikan sedikit poninya, kata sera izan menyukai perempuan yang berponi, dulu sewaktu mereka smp izan pernah bilang seperti itu.

"bagus." 

"bagus doang? cantik ga?" 

"cantik kok."

Tampak raut wajah sera yang gugup.

Bagaimana jika sera ditolak izan? gadis itu pasti akan kecewa. tapi bagaimana jika ada kemungkinan lain, izan akan membalas perasaan sera? sudah pasti faiza yang kecewa, ternyata cinta mereka serumit ini ya.

"tumben ke sini pagi-pagi?" tanya hanan, wajahnya masih menahan kantuk.

Sera bilang kalau izan saat ini sedang menginap di rumah hanan, katanya sih menemani hanan yang sendirian karena kedua orang tuanya yang sedang berlibur, jangan tanya  kenapa hanan tidak ikut karena itu bukan urusan kita para pembaca, itu adalah urusan hanan dengan keluarganya. oke, kita kembali pada dialog antara sera dengan hanan.

"Izan ada?" tanya Sera, mengintip ke dalam rumah hanan sembari menerka-nerka apakah izan akan keluar rumah.

"oh itu... ada di dalem."

"lagi ngapain?" 

"kalau penasaran masuk aja." jawab hanan sukses membuat sera mencibir kesal, entahlah bagi sera nada bicara hanan sedikit bikin gadis itu kesal.

"loh ada faiza juga?" Hanan menyadari keberadaan faiza karena matanya sudah sepenuhnya sadar.

faiza mengangguk dan tersenyum tipis.

"giliran sama yang cantik aja langsung melek lu." Sindir Sera.

"apaan sih lu." hanan langsung mengacak-acak rambut sera hingga sang empunya kesal.

"HANAN RAMBUT GUE JADI BERANTAKAN LAGI KAN!! baru aja gue nyalon tadi," Sera merendahkan suaranya begitu melihat izan yang keluar dari rumah hanan, segera sera merapihkan rambutnya.

"ada apa sih ribut-ribut, ganggu gue tidur aja." Ucap izan, tatapannya beralih ke seorang gadis dengan mata hazel itu, izan segera memalingkan wajahnya.

"zan... wajah lo kenapa? ini kenapa pada baret gini? abis berantem di mana lo?" seru sera menghampiri dan langsung mengecek wajah izan dengan khawatir.

"gue gapapa." jawab izan menepis tangan sera lalu kembali masuk ke dalam rumah hanan.

"Zan tunggu gue napa." Hanan mengikuti di belakang.

hanya tersisa sera dan faiza di luar.

"eum... za, kamu temenin sampe sini aja ya, aku bisa atasi ini sendiri, makasih zaa, nanti kabarin kalau sampe rumah." Ucap sera lalu masuk ke rumah hanan.

Faiza tersenyum getir, keberadaannya benar-benar tak terlihat. Kalau gitu untuk apa  ia datang? demi pertemanan? sepertinya hanya faiza yang menganggap begitu. faiza berbalik hendak pulang namun langkahnya terhenti begitu mendengar seseorang memanggilnya.

"Zaa!" 

begitu faiza menoleh, ada hanan di sana.

"Mau pulang kan? bareng gue ya, biar sekalian."

FAZANI || END ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang