FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!!
Cinta nya izan itu cuman buat faiza dan akan selamanya hanya untuk gadis itu seorang.
Disclaimer!!!
Fiksi 100%
Karya sendiri
"liat tuh anakmu, kerjaannya ngapain coba? ikut kajian tidak, sekolah tidak, udah kelas dua belas bukannya sibuk belajar persiapan ujian sekolah malah main game, mau jadi apa coba? pengangguran setelah lulus sma?" omel abi afif kepada istrinya ketika amanda sedang merapikan dasinya.
"LAGI LIBUR..." teriak izan membela diri begitu mendengar abinya mengomel.
"ya setidaknya bantu abangmu lah, lihat adnan pagi-pagi sekali sudah pergi ke bengkel, bekerja, tidak malas-malasan seperti kamu."
"terus aja omongin bang adnan, anak abi cuman bang adnan doang kan? anak pertama sekaligus HARAPAN KELUARGA."
"izan udah." umi melotot ke arah izan membuat cowok itu langsung mencibir kemudian bangkit dan berlari ke kamarnya.
BRAKK...
"dinasehatin baik-baik malah ngelawan, keturunan siapa coba sifat begitu kalau bukan sama kaya sifat uminya."
"kok jadi aku sih kang? kamu nyalahin aku terus."
"ya emang kenyataan."
"iya aku salah, nanti aku bilang ke anaknya."
"aku berangkat dulu, asalamualaikum..."
"waalaikumsalam, hati-hati."
....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah izan mengetikan pesan tersebut kepada hanan, ia segera bangkit dari kasurnya lalu mulai bersiap. Pusing juga di rumah, selain karena muak sang abi memarahi dan membandingkannya terus dengan sang abang, izan juga muak berdiam diri terus di rumah. sekolahnya memang sedang libur selama tiga hari, sebenarnya bukan libur melainkan izan meliburkan diri karena di sekolahnya sedang acara.
Izan sudah tidak sabar untuk bertemu mahesa dengan kawannya yang lain, markas golden brown menjadi tempat favorit kedua yang sering izan kunjungi sejak nandra fokus belajar ujian masuk universitas, saat pengumuman snbp kemarin, nandra tidak diterima jadilah ia fokus belajar untuk meraih mimpinya yang menjadi dokter itu. Mengingat sebelumnya mereka selalu berkumpul di rumah nandra.
"mau ke mana kamu?" tanya umi ketika melihat izan keluar kamar dengan jaket coklat kesayangannya itu.
"kerja seperti yang abi bilang."
"kerja di mana?" mendengar jawaban izan umi jadi makin penasaran namun pertanyaannya tidak di jawab oleh izan. cowok itu malah nyelonong pergi tanpa bersalaman pula.
"anak itu..." lagi dan lagi umi hanya menggelengkan kepalanya.
....
"ayo za!"ajak sera, gadis itu terlihat bersemangat ketika kakinya mulai memasuki toko baju sedangkan faiza hanya bisa pasrah mengikuti.
sebelumnya, sera datang ke rumah faiza untuk menjemputnya.
"mau ke mana?" tanya faiza begitu melihat sera yang sudah menepuk-nepuk jok motor belakangnya, menyuruh faiza untuk duduk.