Chapter 40 - END

237 24 26
                                        

-






































Penyesalan selalu menjadi akhir cerita paling menyedihkan.

Tak ada yang dapat diubah selain rasa ingin mengulang sesuatu agar tak berakhir menyakitkan.

Apa penyesalan paling menyakitkan?

Mengkhianati? Meninggalkan? Atau ditinggal oleh orang terkasih untuk selamanya?

Ekspresi seperti apa yang akan kalian tunjukkan jika kehilangan seseorang yang berharga untuk selamanya?

Menangis kencang atau justru menangis dalam diam.

Tak ada yang lebih sakit diantara dua pilihan menyakitkan.

Namun Jaehan menunjukan sebaliknya. Ia tidak memilih namun memberi gambaran lebih menyakitkan daripada menangis meraung atau menangis tanpa suara.

Tak ada air mata, tak ada kalimat bahkan suara isakan dari dirinya.

Ia hanya berdiri menatap sesuatu yang membuatnya membatu.

Kelopak matanya memerah, kontras dengan warna bibirnya yang begitu pasi.

Bibir yang biasanya selalu berwarna merah jambu, kini kering tanpa warna. Pucat dan menyedihkan.

"Ini bukan lelucon yang lucu Yechan, kenapa kamu senyum? Banguuuun Yechaaaan!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Ini bukan lelucon yang lucu Yechan, kenapa kamu senyum? Banguuuun Yechaaaan!"

"Ini bukan lelucon yang lucu Yechan, kenapa kamu senyum? Banguuuun Yechaaaan!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.









***

















"Langsung masuk ke kamarnya aja den Hyuk, semalam den Yechan pulang gak banyak ngobrol, karena tuan sama nyonya gak ada jadi langsung istirahat. Sempet request sop ayam untuk sarapan, sudah saya buatkan. Sekalian ajak sarapan ya den."

✔RACER | Yechan JaehanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang